... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Aktivis Feminis Seharusnya Tak Hanya Suarakan Kebebasan Wanita

Foto: Ilustrasi feminisme

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Eksekutif Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Dr. Henri Shalahuddin mengatakan kesalahan aktivis feminis di Indonesia menyuarakan tentang kebutuhan mendasar perempuan. Padahal, sebenarnya tanpa disuarakan pun kodrat perempuan harus dimuliakan.

“Yang disuarakan oleh semua LSM atau aktivis-aktivis yang mengatas namakan bergerak untuk perempuan adalah kebutuhan mendasar perempuan. Yang semua perempuan secara dasar di mana kodratnya akan mengarah ke situ, ” kata Henri kepada Kiblat.net di Gedung INSISTS, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Ahad, (31/3/2019).

Maka, ia menekankan bahwa seharusnya aktivis feminis menyuarakan hal yang lebih penting misalnya menjamin adanya cuti haid, karena ada banyak perempuan yang tidak kuat di hari-hari pertamanya itu. Menurutnya, aktivis perempuan juga perlu untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya memberikan pencerahan bagi semua perempuan.

“Misalnya gizi, kalau perempuan muda itu gizinya harus apa saja, jika memiliki anak-anak balita apa saja. Jadi ini kan juga harus disuarakan oleh Komnas Perempuan,” sarannya.

Selanjutnya, aktivis perempuan seharusnya menyuarakan bagi cuti hamil diperpanjang dan bergaji. Termasuk juga misalnya perempuan muda yang berkarir dan punya anak masih balita. Ia menilai, karyawan wanita tidak bisa disamakan dengan kariawan laki-laki.

“Tidak bisa jam kerjanya harus sama, masuknya harus sama, sekolahnya harus sama. Mungkin perempuan ini bisa setengah hari, berangkatnya jam sepuluh, jam 2 pulang itu hanya contoh. Ini yang seharusnya diangkat, sehingga apa yang disuarakan itu semuanya lebih bermanfaat,” paparnya.

BACA JUGA  KSHUMI Nilai Ceramah Salib Ustadz Abdul Somad Tak Bisa Dipidana

“Kan anehnya sekarang justru aktivis perempuan malah menyuarakan kebebasan perempuan untuk tidak patuh ke suami, jangan di rumah saja. Ini selalu diulang-ulang,” sambungnya.

Henri menjelaskan untuk memahami tujuan suatu gerakan feminis dan juga bisa memahami ruh satu rancangan undang-undang konsep feminis yakni dengan memahami rancangan undang-undang dan ideologinya. Utamanya dengan memahami feminism, konsep feminism, tujuan gerakan mereka, asas gerakan mereka, bagaimana gerakan mereka itu berjalan.

“Jadi kalau bagi kami begitu. Misalnya RUU- PKS itu langsung ketauan arahnya kemana, ini masuknya pemaksaan dalam perkawinan, jadi lansung kesana arahnya. Sehingga dengan tegas kami menolak RUU- PKS tersebut,” tukasnya.

Reporter : Hafidz Syarif
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Partai AK Menang Tipis di Istanbul, Kalah di Ibukota Turki

Partai AK memimpin di 16 kota metropolitan dan 24 provinsi lainnya. Pada tahun 2014, Partai AK memenangkan pemilihan lokal di 18 kota metropolitan dan 30 provinsi lainnya.

Senin, 01/04/2019 12:09 0

Eropa

Tak Ada Muslim dalam 10 Teratas Penjahat di Jerman, Partai Anti-Islam Kecewa

Bukan pertama kalinya AfD menerima hasil yang tidak diinginkan. Tahun lalu, partai itu akhirnya menghapus polling di Twitter yang menanyakan "Apakah Islam bagian dari Jerman?"

Senin, 01/04/2019 11:26 0

Amerika

Facebook Perketat Layanan Live Streaming Pasca Teror Selandia Baru

Jejaring sosial ini juga sedang mengembangkan perangkat lunak untuk dengan cepat mengidentifikasi video atau gambar kekerasan yang diedit untuk mencegahnya dibagikan atau diposting kembali.

Senin, 01/04/2019 10:55 0

Palestina

Dituduh Lempari Mobil Pemukim Yahudi, Siswa SD Palestina Ini Ditangkap saat Sekolah

Dua tentara Israel bersenjata lengkap menggerebek sekolah di tepi Barat itu.

Senin, 01/04/2019 09:25 0

Foto

Banjir Rendam Kamp Pengungsi di Idlib, Begini Kondisinya

Kondisi itu semakin menyulitkan hidup para pengungsi. 

Senin, 01/04/2019 07:45 0

Yaman

Syiah Hutsi Eksekusi Puluhan Anggotanya yang Berencana Menyerah

eksekusi itu dilakukan di lokasi proyek sumur di kota Drehami secara brutal. Mayat-mayat mereka dikubur di belakang sebuah sekolah.

Senin, 01/04/2019 07:13 0

Palestina

Aksi Protes Setahun Great March of Return, 4 Warga Palestina Gugur

Korban keempat ditembak di timur perbatasan Khan Younis, Gaza Selatan

Ahad, 31/03/2019 17:45 0

Afghanistan

Taliban: Kami Memanusiakan Para Tahanan Sesuai Prinsip Islam

"Para pejuang yang ditahan selama pertempuran sengit diberikan perawatan medis dan dihibur oleh Mujahidin Imarah Islam sesuai dengan etika jihad, bukannya dibunuh, dihukum atau ditargetkan sebagai objek balas dendam," kata Taliban.

Ahad, 31/03/2019 15:06 0

Amerika

Kolumnis Washington Post: Pembunuh Khashoggi Menerima Pelatihan Militer di AS

Perusahaan pengamanan itu menjelaskan berbagai program pelatihan senjata, pertempuran jarak dekat, mengemudi taktis, dan keahlian menembak jarak jauh.

Ahad, 31/03/2019 14:00 0

Foto

Manusia vs Tank Lapis Baja: Potret Peringatan 1 Tahun Demontrasi Gaza

Menghadapi massa Palestina, tentara Israel telah mengerahkan banyak tank dan kendaraan lapis baja di sepanjang zona penyangga wilayah Jalur Gaza.

Ahad, 31/03/2019 13:30 0

Close