... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Majelis Ormas Islam Tegaskan Tolak RUU P-KS

Foto: Majelis Ormas Islam Tegaskan Tolak RUU P-KS

KIBLAT.NET, Jakarta – Majelis Ormas Islam (MOI) menyatakan penolakan terhadap Rencana Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS). Penolakan didasari alasan bahwa di dalam RUU banyak hal mutitafsir dan menimbulkan madharat.

Mohammad Shiddiq selaku pimpinan MOI mengatakan di dalam RUU P-KS banyak terkandung hal-hal yang tidak jelas. Sehingga dapat menimbulkan banyak bahaya bagi masyarakat. Oleh karena itu MOI dengan tegas menolak RUU P-KS tersebut.

“Sebagian besar itu menyepakati bahwa undang-undang ini banyak di dalamnya hal yang tidak jelas. Yang dapat multitafsir, sehingga bisa menjadi madhorot bagi umat Islam,” ujarnya pada Kamis (28/03/2019) di gedung menara DDII, Jakarta Pusat.

MOI sendiri merupakan kumpulan organisasi masyarakat yang terdiri dari DDII, PUI, Persis, Al-Irsyad Al-Islamiyah, Wahdah Islamiyyah, Mathla’ul Anwar, Al-ittihadiyyah, BKsPPI, Hidayatullah, Al-jam’iyatul Washliyah, dan Ikadi.

Selain menolak RUU P-KS, MOI juga berencana menyusun RUU alternatif sebagai pengganti. Selain menyiapkan langkah-langkah perbaikan lebih lanjut.

“Alternatifnya tentu, kami MOI akan membahas lebih lanjut. Dan mungkin juga menyampaikan RUU alternatif ataupun perbaikan ke mana saja yang lebih baik,” kata Mohammad Shiddiq.

Sebelum deklarasi penolakan RUU P-KS dimulai. MOI terlebih dahulu menggelar diskusi publik bertemakan bahaya RUU P-KS. Dalam diskusi tersebut hadir narasumber Dr. Wido Supraha, Drs. H. M Siddiq dan Helmi Al-Djufri.

Reporter: Haikal
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

PSI Tolak Poligami, Andre Rosiade: Jangan Hina Nabi Muhammad!

KIBLAT.NET- Pada Kamis, 28 Maret 2019, usai forum diskusi dengan tajuk Ngopi Bareng dari Sebrang...

Jum'at, 29/03/2019 10:47 0

Suriah

HTS Gelar Operasi Khusus di Luar Garis Kontrol

Sekelompok mujahidin di luar garis kontrol berhasil melakukan operasi sukses menargetkan anggota militer Divisi Empat.

Jum'at, 29/03/2019 09:14 0

Afrika

Serangan Al-Shabaab Kembali Sasar Jantung Somalia

Reuters melaporkan bahwa ledakan di jalan yang sibuk itu menyebabkan asap membumbung Tinggi dan menghancurkan dua restoran serta sebagian mobil yang parkir

Jum'at, 29/03/2019 08:32 0

Amerika

Trangender Itu Penderita Gangguan Jiwa, Ini Penjelasan Psikiater

Dr. Paul R. McHugh menegaskan, secara biologis merubah jenis kelamin adalah hal yang mustahil. Artinya orang-orang yang mempromosikan operasi penggantian kelamin sama dengan mempromosikan gangguan jiwa.

Kamis, 28/03/2019 15:09 0

Brunai Darussalam

Brunei Segera Terapkan Hukuman Rajam Sampai Mati bagi Para Pezina

Brunei Darussalam akan menerapkan hukuman rajam hingga mati bagi para pezina, termasuk pelaku LGBT dengan undang-undang yang akan berlaku pekan depan.

Kamis, 28/03/2019 14:14 0

Wilayah Lain

Gerakan Sayap Kanan Austria Terima 1.600 Dolar dari Teroris Cristchurch

Gerakan Identitarian sayap kanan Austria menerima uang tunai dari Brenton Tarrant, teroris yang membunuh 50 orang di dua masjid Christchurch, Selandia Baru bulan ini.

Kamis, 28/03/2019 13:51 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Empat Karakter Politik Firaun

Khutbah Jumat: Empat Karakter Politik Firaun

Kamis, 28/03/2019 13:23 0

Video News

Fadli Zon: Kehadiran Jokowi di Peresmian MRT Jelas Hanya Pencitraan

KIBLAT.NET-JAKARTA 26, Maret 2019 saat ditemui media Fadli Zon mengomentari kehadiran Presiden RI, Joko Widodo...

Kamis, 28/03/2019 12:58 0

Video News

Amien Rais: Jangan Hitung Hasil Pemilu di Hotel Borobudur! Di Sana Banyak Setannya

KIBLAT.NET- Mantan ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Muhammad Amien Rais menolak jika perhitungan rekapitulasi suara...

Kamis, 28/03/2019 12:46 0

Opini

Waspada Teror Ala Penguasa

Ada teori menarik dari Shang Yang tentang tujuan negara. Ia berpendapat bahwa jika ingin negara kuat, maka rakyat dibuat lemah

Kamis, 28/03/2019 11:31 0

Close