... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Dakwah Rasul, Mencabut Jahiliyah Sampai ke Akarnya

Foto: Jahiliyah

KIBLAT.NET – Rombongan umat Islam yang berlindung ke Habasyah dihadapkan kepada Najasyi, raja Habasyah. Sang raja duduk di singgasananya didampingi Amru bin ‘Ash di sebelah kanannya, ‘Ammarah di sebelah kirinya dan beberapa pemuka kerajaan duduk diam terpaku menyaksikan peristiwa yang terjadi. Selesai bermajelis, beberapa pemuka kerajaan berkata, “Sujudlah kalian kepada raja!” Ja’far bin Abi Thalib menyahut, “Kami tidak bersujud selain kepada Allah.”

Betapa besarnya jiwa sahabat yang dididik oleh guru terbaik, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Moralnya begitu tinggi, jiwanya tidak bisa dibeli, mata mereka tidak silau dengan kemewahan dunia dan kehormatan-kehormatannya. Apa yang dilakukan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada mereka, sehingga punggung mereka tidak bisa tertunduk kecuali kepada Rabbul ‘Alamin?

Melepaskan Pangkal Kejahiliyahan

Revolusi iman yang dilakukan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam merupakan revolusi yang paling ajaib dalam sejarah manusia. Ajaib dalam segala hal, ajaib dalam kecepatannya, ajaib dalam cakupannya yang menyeluruh, ajaib dalam kejelasan konsepnya yang mudah dipahami. Terlebih dalam masalah sifatnya yang mendalam, seperti sahabat yang pernah berzina, karena dorongan batinnya, ia rela melaporkan dirinya sendiri kepada beliau supaya dirajam.

Sungguh kondisi yang terbalik daripada saat mereka masih jahiliyah, keyakinannya tentang Tuhan hanya sebatas pencipta langit dan bumi. Keyakinannya tentang Tuhan sangat kabur dan samar, tidak menimbulkan rasa takut dan cinta. Sehingga agama tidak lebih dari sebuah tradisi, tidak ada urusan dengan perbuatan manusia.

يَظُنُّونَ بِاللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ

“Mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah.” (QS. Ali Imran: 154)

Karena itu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam selama tiga belas tahun berdakwah di Makkah menyerukan iman kepada Allah, Rasul-Nya dan hari akhir. Dakwah dilakukan secara terus menerus, apa adanya, tanpa dipoles-poles, tanpa merasa rendah dan tidak pilih-pilih orang. Beliau memandang bahwa dakwah seperti ini merupakan obat bagi setiap penyakit masyarakat.

BACA JUGA  Kyai Cholil Nafis: Semoga Mursi Diterima Sebagai Syuhada

Setelah mendengar seruan untuk beriman kepada Allah, mereka merasa pengap hidup dalam kubangan Jahiliyah. Hati merasa resah dan gelisah seolah tak ada yang bisa melegakan dadanya selain beriman kepada Allah dan Rasul-nya.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآنُ مَاءً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا

“Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun.” (QS. An-Nur : 39)

Dakwah yang apa adanya itu berhasil menyentuh jantung kejahiliyahan. Terbukti mereka selalu menghalang-halangi, mengintimidasi dan menindas siapa saja yang menerima dakwah beliau. Namun hal itu justru semakin menambah kesetiaan terhadap agama Islam dan menguatkan kebencian terhadap kekufuran. Semangat Islamnya berkobar, sehingga mereka keluar dari cobaan itu laksana pedang yang habis diasah.

Dalam kondisi semangat untuk membalas kedzaliman, beliau justru menyibukkan umat Islam dengan perintah membaca al-Qur’an dan mendirikan sholat. Karena tujuan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah menjauhkan umat Islam dari kebiasaan Jahiliyyah sejauh-jauhnya. Sehingga mereka tidak tergesa-gesa, tidak pendendam, tidak tenggelam dalam nafsu dan mampu lapang dada. Mereka kembalikan perintah berperang kepada Allah dan Rasul-Nya, bukan nafsu dan hasrat duniawi lainnya. Sehingga terputuslah jantung dan pangkal kejahiliyahan dari diri mereka, yaitu syirik dan kufur.

Allah Tujuan Utama

Setelah berhasil mengalahkan pangkal kejahiliyahan, mereka terus mengalami kemenangan-kemenangan. Hal ini tidak lain karena ketinggian iman mereka kepada Allah. Sehingga mereka tidak berambisi terhadap duniawi, hanya Allah tujuan mereka.

Ketika Allah menjadi tujuan mereka, benar-benar gemerlap dunia tidak ada artinya bagi mereka. Lihatlah Rib’i bin Amir yang diutus untuk menemui Rustum ketika perang Qadisiyah. Rustum yang dihias dengan kemewahan, kasur sebagai alas duduknya, permadani sutera, batu-batu permata dan mutiara besar dan mahal bertebaran di ruangannya. Rib’i bin Amir turun dan menambatkan kudanya di dekat bantal-bantal sambil menenteng pedang. Orang-orang menegurnya, ia membalas :

BACA JUGA  Pemimpin yang Memedulikan Sholat Kaum Muslimin

إني لم آتكم وإنما جئتكم حين دعوتموني فإن تركتموني هكذا وإلا رجعت

“Aku datang kemari tidak lain hanyalah atas undangan kalian. Jika kalian senang, biarkan aku dalam keadanku, seperti ini, atau kalau tidak , aku akan pulang.” Akhirnya, Rib’i bin Amir menghadap Rustum, membawa tombak masuk hamparan karpet merah. Seketika itu pula karpet terkoyak-koyak.  (al-Bidayah wan Nihayah, 7/40)

Ketika umat Islam berhasil memasuki kota Madain dan mengumpulkan barang-barang ghanimah yang sangat banyak, belum pernah mereka lihat sebelumnya. Seseorang bertanya kepada Amir bin Abi Qois, “Apakah engkau telah mengambil sesuatu?” Ia jawab :

أما والله لو لا الله ما أتيتكم به

“Demi Allah, kalau bukan karena Allah, barang ini tidak akan kuserahkan kepada kalian.” (Tarikh ath-Thabari, 4/16)

Iman ini benar-benar memberikan kekuatan kepada umat Islam. Iman kepada akhirat melahirkan keberanian yang luar biasa. Seperti Umair bin al-Hamam al-Anshari pada saat perang Badar, mendengar Rasulullah bersabda, “Berangkatlah menuju surga seluas langit dan bumi!” Kemudian Umair mengeluarkan bekal kurma dari kantongnya, memakannya beberapa buah dan berkata :

لئن أنا حييت حتى آكل تمراتي هذه إنها لحياة طويلة

“Jika aku menghabiskan kurma ini, akan terlalu lama aku hidup.” Ia buang sisa kurmanya, segera maju ke medan laga dan bertempur hingga syahid. (HR. Muslim)

Sungguh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah merubah masyarakat Jahiliyah menjadi terhormat di mata dunia. Melalui metode yang tepat, yaitu diawali dengan mencabut kejahiliyahan dari akarnya. Setelah hati bersih dari jahiliyah, maka ia ibarat tanah yang siap ditanami padi, beliau menanamkan iman terlebih dahulu. Setelah itu, memerintahannya untuk sibuk dengan al-Qur’an dan mendirikan sholat. Wallahu a’lam bish shawab.

Penulis: Zamroni
Editor: Arju

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

10 Daerah Paling Rawan Jelang Pemilu Versi Mabes Polri

Kerawanan didominasi di wilayah Jakarta

Jum'at, 29/03/2019 17:24 0

Indonesia

Soal Perda Agama, Jubir BPN: Gak Usah Kita Ikut Pemikiran PSI

"Indonesia kita tahu sebenarnya beragam. Karena beragam, kami berharap penggunaan unsur agama dalam politik praktis lebih baik jangan digunakan, karena justru menciptakan potensi adanya konsep mayoritas-minoritas," kata Rian.

Jum'at, 29/03/2019 16:59 0

Video News

Deklarasi Menolak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

KIBLAT- Jakarta, Kamis, 28 Maret 2019 Dewan Dakwah Indonesia mengadakan seminar bahaya RUU Penghapusan Kekerasan...

Jum'at, 29/03/2019 16:13 0

Indonesia

RUU P-KS Dinilai Membuka Pintu Perzinahan

Dosen pemikiran dan pendidikan islam sekolah pascasarjana UIKA Bogor DR. H. Wido Supraha menyatakan bahwa RUU P-KS merupakan salah satu penyebab maraknya perzinaan.

Jum'at, 29/03/2019 15:59 0

Suriah

Suriah dan Rusia Berkali-kali Melakukan Pelanggaran Perjanjian Sochi

Pasukan rezim Suriah dan sekutunya telah melakukan 5.042 pelanggaran sejak perjanjian Sochi mulai berlaku pada 27 September 2018 hingga 27 Maret.

Jum'at, 29/03/2019 14:57 0

Amerika

Belasan Ribu Warga Sipil Tewas dalam Kampanye Militer Anti-ISIS

Airwars menunjukkan bahwa warga sipil yang tewas akibat serangan Koalisi AS di Irak dan Suriah antara 7.596-12.274 jiwa.

Jum'at, 29/03/2019 14:20 0

Indonesia

Aa Gym: Semoga Korban Pembantaian di Mali Menjadi Syuhada

Direktur Pesantren Darut Tauhid, Ustadz Abdullah Gymnastiar mengucapkan belasungkawa atas pembantaian muslim di Mali.

Jum'at, 29/03/2019 14:16 0

Indonesia

Tangani Hoaks dengan UU Terorisme Bentuk Kegagapan Pemerintah

rencana tersebut berlebihan dan menunjukkan kegagapan pemerintah dalam menagangi persoalan hoaks.

Jum'at, 29/03/2019 13:45 0

Eropa

Sejarawan Ungkap Alasan Sebenarnya Hitler Pelajari Al-Quran

Dalam buku "Islam and Nazi Germany's War" yang ditulis sejarawan Inggris David Mutadel, terungkap sebuah alasan di balik antusiasme Nazi mempelajari Al-Quran.

Jum'at, 29/03/2019 13:30 0

Wilayah Lain

Selandia Baru Gelar Upacara Nasional Peringati Teror Christchurch

Dalam upcara ini juga dibacakan 50 korban serangan teror di dua masjid tersebut.

Jum'at, 29/03/2019 12:00 0

Close