... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Raja Salman Terima Kunjungan Pemimpin Milisi Anti Kelompok Jihadis Libya

KIBLAT.NET, Riyadh – Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman, Rabu (27/03/2019), menerima kunjungan mantan jenderal Libya, Khalifah Haftar. Kunjungan pemimpin militer yang ingin berkuasa di Libya ini atas undangan pemerintah Saudi.

Kantor berita resmi Saudi, seperti dilansir Al-Jazeera, mengatakan bahwa Raja Salman berdiskusi dengan Haftar di istana Al-Yamamah di Riyadh. Pembicaraan itu membahas perkembangan terbaru di Libya dan menegaskan komitmen Arab Saudi terhadap keamanan dan stabilitas Libya.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman juga menggelar pertemuan khusus dengan Haftar di ruangan berbeda. Mereka membahas perkembangan di Libya dan upaya yang dilakukan terhadap mereka untuk mencapai keamanan dan stabilitas di dalamnya, seperti dilansir kantor berita Saudi.

Dalam pertemuan dengan putra mahkota, sejumlah pejabat penting ikut terlibat. Di antaranya, Kepala Intelijen Umum Khaled bin Ali Al-Humaidan.

Sebelumnya, sumber militer di Komando Umum Angkatan Bersenjata Jamahiriya Arab Libya mengatakan bahwa pemimpin milisi di Benghazi Khalifa Haftar akan melakukan kunjungan resmi ke Saudi atas undangan Raja Salman.

Perlu dicatat, kunjungan Haftar ini terjadi di saat wilayah Tripoli tenggara mengalami ketegangan keamanan. Ketegangan itu disebabkan milisi Haftar datang ke daerah tersebut dengan membawa banyak senjata dan amunisi, dalam posisi siap tempur.

Mobilisasi pasukan Haftar di pinggiran Tripoli ini bertujuan mengendalikan daerah tersebut. Haftar ingin mengkudeta pemerintahan yang dipimpin oleh Fayez Sarraj, yang diakui oleh internasional secara resmi pada Mei lalu di Paris.

BACA JUGA  Akhiri Manasik, Jemaah Haji Kembali ke Makkah untuk Tawaf Wada

Para pengamat melihat, kunjungan Haftar ini untuk dukungan. Arab Saudi dan UEA sejak pertengahan 2013 memberi semua sarana dukungan keuangan dan militer untuk memungkinkannya memperluas kendali di seluruh negeri.

Haftar berhasil mengakhiri kekuasan kelompok jihadis di Libya utara melalui dukungan UEA tersebut. Tak hanya UEA, ia juga mendapat dukungan ke Eropa dan Barat dalam perang tersebut. Ia menggalang dukungan untuk perang apa yang disebutnya menumpas “kelompok teroris”.

Haftar juga berupaya mengkudeta kekuatan-kekuatan lain yang berkuasa. Hal itu menyebabkan saling berebut untuk mengendalikan Negara sehingga menyebabkan Negara itu terjerumus pada kekacauan. Sejak revolusi yang melengserkan Muammar Ghaddafi berhasil, negara tersebut tak memiliki pemerintahan yang kuat.

Kondisi itu semakin parah ketika negara-negara tetangga Libya, Eropa dan Barat turut campur. Masing-masing negara mendukung kelompok yang menguntungkan. Namun mereka sepakat untuk memerangi kelompok-kelompok jihadis yang sempat menguasai Benghazi.

Sumber: Al-Jazeera, Al-Khaleej Online
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Feature

26 Maret, Meletusnya Perang Aceh

Kesultanan Aceh adalah salah satu kekuasaan besar yang pernah hadir di nusantara. Jejaknya ada hingga ratusan tahun. Sejak abad ke 16 Aceh menjadi salah satu kesultanan yang berpengaruh hingga menjadi pusat kebudayaan Islam di tanah air.

Rabu, 27/03/2019 23:20 0

Indonesia

Din Syamsuddin: Sistem Politik Sekarang Sekuler di Atas Sekuler

Ketua Dewan Pertimbangan MUI, KH. Din Syamsuddin menjelaskan, sistem politik Indonesia telah berubah pasca reformasi.

Rabu, 27/03/2019 23:04 0

Indonesia

Din Syamsuddin Tegaskan Umat Islam Indonesia Toleran

Din mengatakan, umat islam yang sudah toleran akan tersinggung jika dianggap tidak toleran.

Rabu, 27/03/2019 22:28 0

Indonesia

Pemilu 2019 Diprediksi Panas, Wantim MUI Minta Umat Islam Banyak Berdoa

MUI berharap pemilu 2019 yang akan dilaksanakan 17 April mendatang berjalan dengan damai.

Rabu, 27/03/2019 22:11 0

Video News

Benarkah Pengharaman PUBG Dibatalkan?

KIBLAT.NET- Menanggapi aksi penembakan brutal yang terjadi di Selandia Baru, baru-baru ini Majelis Ulama Indonesia...

Rabu, 27/03/2019 19:10 0

Indonesia

Fadli Zon Sebut OTT Romahurmuziy Bukti Revolusi Mental Gagal Total

Fadli menyebut Romy sebagai orang yang sangat dekat dengan Pak Jokowi, ibarat dua sejoli

Rabu, 27/03/2019 16:44 0

Indonesia

TPK Tetap Kawal Kasus Siyono Meski Praperadilan Ditolak

Tim Pembela Kemanusiaan (TPK) yang diketuai Trisno Raharjo menyatakan akan tetap mengawal kasus pembunuhan Siyono meski pengajuan praperadilan ditolak.

Rabu, 27/03/2019 16:09 0

Indonesia

Wiranto Sebut Hoaks Ditangani dengan UU Terorisme, BPN: Ini Ngaco!

“Jadi ini ngaco, lebay! "

Rabu, 27/03/2019 15:27 0

Indonesia

Fahri Hamzah: Tindak Hoaks dengan UU Terorisme Ancam Kebebasan Berpendapat

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menilai bahwa ucapan Wiranto yang ingin menindak pelaku hoaks dengan UU Terorisme mengarah pada pembungkaman kebebasan berpendapat.

Rabu, 27/03/2019 15:18 0

Indonesia

Jawab Tuduhan Radikal, BPN: Kubu 02 Moderat

"Nggak ada yang radikal, di kelompok kita tidak ada yang radikal semuanya moderat. Jadi radikal itu sebuah tuduhan"

Rabu, 27/03/2019 14:45 1

Close