... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kasus Kematian Siyono Tiga Tahun Stagnan, Kapolres Klaten: Kami Profesional

Foto: Keluarga Siyono Didampingi Tim Pembela Kemanusiaan (TPK) Muhammdiyah Melaporkan Dugaan Pembunuhan Siyono di Mapolres Klaten

KIBLAT.NET, Klaten – Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi buka suara pascapenolakan hakim Pengadilan Negeri Klaten atas permohonan praperadilan kasus kematian Siyono saat ditangani Densus 88. Tiga tahun stagnan, dia menyebut kasus itu masih tahap penyelidikan yang prosesnya tak ada batas waktunya.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Klaten, Senin (25/03/2019), menolak permohonan praperadilan kasus kematian Siyono yang ditangani Polres Klaten. Tim Pembela Kemanusiaan (TPK) selaku kuasa hukum Suratmi istri Siyono bertindak sebagai pemohon, dan Kapolres Klaten menjadi termohon.

“Kami penyidik itu profesional, dalam menangani masalah ini kita tidak main-main. Namun dalam proses penyelidikan itu kan harus betul-betul kita dapatkan alat buktinya ya,” ungkapnya seusai sidang putusan praperadilan kasus Siyono pada Selasa (26/03/19).

Aries mengatakan keputusan hakim yang menolak pemohonan praperadilan merupakan bukti bahwa pihak penyidik masih melakukan penyelidikan. Karenanya, tidak dapat dikatakan proses penyelidikan telah dihentikan.

“Dan penyelidikan itu tidak ada batas waktunya sampai mendapatkan alat bukti,” imbuhnya.

Setelah putusan praperadilan keluar Aries mengatakan pihaknya akan melanjutkan penyelidikan. Putusan Pengadilan Negeri Kleten menjadi kekuatan hukum dalam kelanjutan kasus kematian imam masjid asal Brengkungan, Klaten itu.

Kapolres Klaten menyatakan dalam kasus kematian Siyono yang paling penting adalah menentukan dan menemukan sebab kematian. “Nanti akan kita koordinasikan terkait langkah selanjutnya proses penyelidikan ini,” ujar Aries.

BACA JUGA  Di Tangan DPR RI 2019-2024, Penyelamatan Lingkungan Hidup Semakin Suram

“Nanti tentu akan kami cari apa penyebab kematiannya itu,” imbuhnya.

Densus 88 menangkap Siyono, seorang imam masjid asal Desa Pogung, Klaten, pada Maret 2016 tak lama setelah melaksanakan shalat Maghrib di Masjid Muniroh. Diciduk saat masih berstatus terduga teroris, bapak lima anak itu dipulangkan ke keluarganya dalam keadaan lebam tak bernyawa. Setelah dilakukan autopsi, diketahui Siyono meninggal karena mengalami patah tulang rusuk yang menembus jantung akibat pukulan benda tumpul.

Dua orang anggota Densus 88 dijatuhi sanksi etik oleh Propam Polri atas kasus kematian Siyono, setelah ada proses sidang etik yang berlangsung tertutup. Keluarga yang didampingi Tim Pembela Kemanusiaan (TPK) kemudian melaporkan kasus kematian Siyono ke Polres Klaten pada Mei 2016.

Tiga tahun berlalu, tak ada perkembangan dalam penanganan kasus tersebut. TPK kemudian mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Klaten terkait kasus tersebut, dengan Polres Klaten sebagai termohon.

Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM sekaligus mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Moqoddas menilai kasus itu didiamkan. “Kita melihat kasus ini kan sudah lama di Polres Klaten dan ada pendiaman, tidak diperiksa,” ujarnya di Kleten, Rabu (20/03/2019)

Reporter: Reno
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Trangender Itu Penderita Gangguan Jiwa, Ini Penjelasan Psikiater

Dr. Paul R. McHugh menegaskan, secara biologis merubah jenis kelamin adalah hal yang mustahil. Artinya orang-orang yang mempromosikan operasi penggantian kelamin sama dengan mempromosikan gangguan jiwa.

Kamis, 28/03/2019 15:09 0

Brunai Darussalam

Brunei Segera Terapkan Hukuman Rajam Sampai Mati bagi Para Pezina

Brunei Darussalam akan menerapkan hukuman rajam hingga mati bagi para pezina, termasuk pelaku LGBT dengan undang-undang yang akan berlaku pekan depan.

Kamis, 28/03/2019 14:14 0

Wilayah Lain

Gerakan Sayap Kanan Austria Terima 1.600 Dolar dari Teroris Cristchurch

Gerakan Identitarian sayap kanan Austria menerima uang tunai dari Brenton Tarrant, teroris yang membunuh 50 orang di dua masjid Christchurch, Selandia Baru bulan ini.

Kamis, 28/03/2019 13:51 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Empat Karakter Politik Firaun

Khutbah Jumat: Empat Karakter Politik Firaun

Kamis, 28/03/2019 13:23 0

Video News

Fadli Zon: Kehadiran Jokowi di Peresmian MRT Jelas Hanya Pencitraan

KIBLAT.NET-JAKARTA 26, Maret 2019 saat ditemui media Fadli Zon mengomentari kehadiran Presiden RI, Joko Widodo...

Kamis, 28/03/2019 12:58 0

Video News

Amien Rais: Jangan Hitung Hasil Pemilu di Hotel Borobudur! Di Sana Banyak Setannya

KIBLAT.NET- Mantan ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Muhammad Amien Rais menolak jika perhitungan rekapitulasi suara...

Kamis, 28/03/2019 12:46 0

Opini

Waspada Teror Ala Penguasa

Ada teori menarik dari Shang Yang tentang tujuan negara. Ia berpendapat bahwa jika ingin negara kuat, maka rakyat dibuat lemah

Kamis, 28/03/2019 11:31 0

Arab Saudi

Raja Salman Terima Kunjungan Pemimpin Milisi Anti Kelompok Jihadis Libya

Dalam pertemuan dengan putra mahkota, sejumlah pejabat penting ikut terlibat. Di antaranya, Kepala Intelijen Umum Khaled bin Ali Al-Humaidan.

Kamis, 28/03/2019 08:00 0

Malaysia

PM Malaysia: Negara Israel Lebih Teroris dari yang Lain

ungkapnya di Pameran Navigasi Udara dan Laut Internasional di Pulau Langkawi pada Rabu (27/03/2019).

Kamis, 28/03/2019 07:00 0

Afrika

PBB Kirim Tim untuk Investigasi Pembantaian Suku Muslim di Mali

Pembantaian dengan dalih memerangi “teroris” itu terjadi sangat kejam. Mayoritas korban anak-anak, wanita dan lansia. Mereka dibakar hidup-hidup di dalam rumah.

Kamis, 28/03/2019 06:11 0

Close