Banyak Penyimpangan, Mekanisme Penyaluran BBM Satu Harga Harus Dikaji Ulang

KIBLAT.NET, Jakarta – BBM Satu Harga menjadi salah satu program yang selama ini digaungkan oleh Pemerintahan Joko Widodo. Namun, kenyataan di lapangan justru terjadi banyak penyimpangan.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Mohamad Hekal menilai PT. Pertamina (Persero) perlu mengkaji kembali mekanisme penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga. Karena adanya penyimpangan, penyaluran jadi tidak tepat sasaran.

“Banyak Anggota DPR RI menemukan penyimpangan dalam penyaluran BBM satu harga di daerah pemilihan mereka. Temuan itu antara lain banyaknya penjualan kembali BBM bersubsidi oleh oknum-oknum tertentu, sehingga program BBM satu harga justru tidak tepat sasaran,” katanya.

Hekal lalu mengungkapkan keluhan dari Anggota DPR dapil Palembang yang mengatakan bahwa setelah BBM sampai ke titik jualnya, tiba-tiba diklaim sudah habis. Padahal realitanya masih banyak terdapat penjualan BBM di kios-kios yang tidak resmi

“Jadi akhirnya yang menikmati subsidi itu bukannya masyarakat, tetapi oknum-oknum tertentu. Kita mau tahu, sejauhmana Pertamina mengevaluasi program itu,” katanya dilansir ari dpr.go.id, Senin (25/3/2019).

Politisi Fraksi Gerindra itu mengatakan, Pertamina juga perlu mengkaji ulang dampak program BBM Satu Harga ini terhadap kinerja keuangan Pertamina. Hekal menilai Pertamina sebagai BUMN juga berhak atas margin keuntungan, sehingga tidak mengalami kerugian dan dapat terus tumbuh sebagai BUMN yang sehat.

Oleh karena itu, lanjut Hekal, kita lihat dampaknya terhadap perusahaan karena fuel (BBM) satu harga ini penugasan dari pemerintah yang harus juga ditopang dengan pembiayaannya.

BACA JUGA  KontraS: Rekam Jejak Listyo, Gagal Ungkap Kasus Novel Baswedan

“Jadi jangan sampai Pertamina diberi tugas tanpa diberikan modalnya. Sebab akhirnya akan merongrong perusahaan dan perusahaan tidak bisa bertumbuh sebagaimana mestinya,” ungkap legislator dapil Jawa Tengah IX itu.

Reporter: Fanny Alif
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat