... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

TPK Tetap Kawal Kasus Siyono Meski Praperadilan Ditolak

Foto: Dr. Trisno Raharjo

KIBLAT.NET, Klaten – Tim Pembela Kemanusiaan (TPK) yang diketuai Trisno Raharjo menyatakan akan tetap mengawal kasus pembunuhan Siyono meski pengajuan praperadilan ditolak. Menurutnya, ada kejanggalan dalam proses pemeriksaan yang dilakukan oleh kepolisian.

“Penyebab kematian Siyono sudah kita ketahui ada perbedaan dari pihak kepolisian dan dari otopsi Komnas HAM,” ujarnya seusai sidang putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Klaten pada Selasa (26/03/2019).

Trisno menilai penyelidikan dari kepolisian tidak bisa dilanjutkan tanpa menggunakan hasil otopsi. Dalam kasus ini, hanya Komnas HAM yang telah melakukan otopsi.

“Sehingga sudah dapat dipastikan kematian Siyono tersebut sesuai dengan hasil otopsi yang dilakukan oleh pihak Komnas HAM,” lanjutnya.

Dari hasil otopsi ditemukan bahwa kamatian Siyono akibat pukulan benda tumpul di rongga dada dan tidak ditemukannya tanda-tanda perlawanan. Menurutnya hingga saat ini, apa yang dilakukan pihak penyelidik belum sampai pada pokok permasalahan.

“Hasil pemeriksaan terlapor dan saksi-saksi terlapor dan saksi, tidak tahu di mana dan siapa pelaku penganiayaan yang menyebabkan kematian Siyono, sehingga belum bisa ditingkatkan jadi penyidikan,” ujarnya.

“Melihat dan mengetahui Siyono ditangkap itu pun tidak semuanya yang diperiksa. Yang diperiksa hanya masyarakat sekitar, tetapi anggota Densus 88 itu tidak ada satu pun yang diperiksa kecuali yang sudah dinyatakan bersalah menurut sidang etik itu saja,” lanjut Trisno.

Dari sini, dia meminta penyelidik memanggil seluruh anggota Densus 88 yang menangkap dan mengawal Siyono, juga seluruh anggota Densus 88 atau Polri yang membawa jenazah Siyono dari Klaten ke Jakarta.

BACA JUGA  Fatma MUI: Boleh Distribusi Tunda Daging Kurban, Termasuk Dikalengkan

“Tidak perlu sampai waktu satu tahun apabila itu semua dipanggil, penyelidik sudah bisa meningkatkan perkaran ini menjadi penyidikan. Kami ingin menyatakan penyelidik harus profesional untuk dapat memanggil semua yang ada,” tutupnya.

Reporter: Reno
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Prancis

Dewan Muslim Perancis Gugat FB dan Youtube terkait Video Teror Cristchurch

alah satu kelompok utama yang mewakili Muslim Prancis menggugat Facebook dan YouTube karena menghasut kekerasan dengan membiarkan streaming rekaman pembantaian Christchurch tampil di platform mereka.

Rabu, 27/03/2019 14:38 0

Tarbiyah Jihadiyah

Selalu Menjaga Keikhlasan dalam Amal Islami

Syaikh Abu Yahya Al-Libiy rahimahullah mengingatkan bahwa menjaga keikhlasan harus lebih diutamakan dari sibuk dengan aktivitas ibadah nyata.

Rabu, 27/03/2019 10:59 1

Afghanistan

Khalilzad Tour Tujuh Negara Sebelum Gelar Negosiasi Lanjutan dengan Taliban

Kunjungan ini bertujuan memaparkan rincian hal-hal yang sudah dibahas dalam putaran negosiasi sebelumnya.

Rabu, 27/03/2019 09:34 0

Inggris

Serangan Islamofobia Kembali Terjadi di Newcastle, Al-Quran Disobek-sobek

Ini merupakan serangan kedua terhadap kopleks Islam ini dalam dua bulan terakhir.

Rabu, 27/03/2019 08:23 0

Palestina

Gaza Kembali Tenang Setelah Perang Roket antara Pejuang dan Israel

Wartawan AFP di Gaza melaporkan gempuran Israel berhenti pada pukul 6 pagi waktu setempat. Sementara roket terakhir yang ditembakkan oleh Hamas ke Israel pada pukul 5 pagi waktu setempat.

Rabu, 27/03/2019 07:00 0

Suara Pembaca

Kantong Tebal Bukan Jaminan Tak Korupsi

Kantong tebal nyatanya tak menjamin seseorang tak tergoda untuk korupsi.

Selasa, 26/03/2019 17:00 0

Video News

Ketua MAPIM: Inilah Asal-usul Islamophobia

KIBLAT.NET, Putrajaya – Pemerintah Malaysia bersama beberapa organisasi seperti Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM), MAPIM,...

Selasa, 26/03/2019 16:15 0

Afrika

Sadisnya Pembantaian Muslim Mali, Bayi-bayi Pun Dibunuhi

Jumlah korban tewas dari petani muslim Fulani meningkat menjadi 160 orang dalam aksi pembantaian oleh milisi Dogon. Demikian menurut laporan pejabat setempat dan pasukan keamanan Mali, Senin (25/03/2019).

Selasa, 26/03/2019 15:05 3

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Memberikan Ungkapan-Ungkapan Sepele untuk Menghargai Pasangan

KIBLAT.NET- Janganlah engkau meremehkan sebuah kebaikan, meskipun hanya bermanis muka saat berjumpa dengan saudaramu. Karena...

Selasa, 26/03/2019 14:32 0

Video News

Tentang Palestina, Ini Himbauan Perdana Menteri Malaysia pada ASEAN

KIBLAT.NET, Putrajaya – Wakil Perdana Menteri (PM) Malaysia, Fauziah Salleh hadir di penutupan “Konferensi NGO...

Selasa, 26/03/2019 14:12 0

Close