... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Khalilzad Tour Tujuh Negara Sebelum Gelar Negosiasi Lanjutan dengan Taliban

Foto: Perwakilan Khusus AS untuk Perundingan Damai Afghanistan, Zalmay Khalilzad.

KIBLAT.NET, Washington – Utusan Khusus AS untuk Rekonsiliasi Afghanistan, Zalmay Khalilzad, kembali mulai mengunjungi Negara-negara jelang putaran negosiasi lanjutan antara Negara dan Imarah Islam Afghanistan (Taliban). Kunjungan ini bertujuan memaparkan rincian hal-hal yang sudah dibahas dalam putaran negosiasi sebelumnya.

Departemen Luar Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan pers, seperti dilansir Al-Sarq Al-Ausath pada Selasa (26/03/2019), Khalilzad akan mengunjungi tujuh Negara dalam sepuluh hari terjadwal mulai tanggal 25 Maret hingga 10 April. Tujuh Negara itu adalah Afghanistan, Inggris, Belgia, Pakistan, Uzbekistan, Yordania dan Qatar.

“Serangkaian kunjungan Negara ini bagian dari upaya paripurna untuk mendukung perdamian yang melibatkan seluruh pihak-pihak Afghanistan dalam negosiasi,” jelar pernyataan Deplu AS.

Pernyataan menambahkan bahwa Khalilzad akan berkonsultasi dengan pemerintah Afghanistan dan pihak-pihak terkait lainnya mengenai hasil pembicaraan AS dengan Taliban. Ia akan membahas langkah-langkah selanjutnya dalam negosiasi antara warga Afghanistan. Khalilzad juga akan bertemu dengan sekutu dan mitra untuk mengoordinasikan komitmen berkelanjutan dari komunitas internasional.

Kunjungan itu datang sebagai kelanjutan dari konsultasi yang diprakarsai oleh Amerika dengan Uni Eropa tentang persoalan Afghanistan dan negosiasi dengan Taliban. Khalilzad mempresentasikan rincian negosiasi antara AS dan Taliban di Qatar bulan lalu selama pertemuannya dengan utusan khusus Eropa ke Afghanistan, Roland Copia, di Washington pekan lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber-sumber terpercaya di Departemen Luar Negeri AS, Khalilzad akan mempresentasikan posisi AS dalam negosiasi dengan Taliban untuk pihak Eropa dan perkembangan yang terjadi antara kedua pihak selama pertemuan yang diadakan di Doha bulan lalu. Amerika Serikat melakukan pembicaraan dengan Taliban sejak Juli dan berharap mencapai solusi damai untuk perang Afghanistan yang sudah menghabiskan waktu 17 tahun.

BACA JUGA  Investigasi PBB Konfirmasi 30 Sipil Tewas Dalam Kampanye Udara AS di Afghanistan Barat

AS dan Eropa menekankan bahwa perjanjian perdamaian apa pun harus mendukung hak-hak semua warga Afghanistan, terutama hak-hak perempuan, minoritas dan anak-anak, dan memastikan bahwa kelompok-kelompok teroris internasional atau individu tidak menggunakan tanah Afghanistan untuk menyerang negara mana pun. Kedua pihak juga menegaskan rasa hormat mereka terhadap kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayah Afghanistan.

Rincian hasil negosiasi antara Amerika Serikat dan Taliban sampai saat ini masih dirahasikan oleh kedua pihak. Namun sejumlah informasi yang bocor ke pers Amerika menyebutkan bahwa Taliban menolak kehadiran pasukan AS hingga lima tahun dalam misi memerangi terorisme. Di sisi lain, AS dan Eropa ngotot penarikan pasukan AS bertahap.

Di antara kebocoran menyebutkan bahwa negosiasi dapat menyebabkan hasil pembagian kekuasaan di Afghanistan antara pemerintah Afghanistan dan Taliban.

Sumber: Al-Sarq Al-Ausath
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Tolak Penghitungan Suara Pemilu di Hotel Borobudur, Amien Rais: Banyak Hacker

"Besok perhitungan Pemilu jangan pernah di Hotel Borobudur, jangan pernah. Di Hotel Borobudur itu banyak jin dan genderuwo disana"

Selasa, 26/03/2019 20:06 0

Indonesia

MUI: Fatwa Haram PUBG Tidak Mengikat

Karena fatwa akan mengikat masyarakat apabila nantinya fatwa yang dikeluarkan MUI menjadi pedoman bagi pemerintah untuk merumuskan regulasi.

Selasa, 26/03/2019 18:14 0

Indonesia

BPN Ungkap Ketidakwajaran DPT di Beberapa Kecamatan

Selain data ganda, ditemukan pula data invalid di beberapa DPT.

Selasa, 26/03/2019 17:48 0

Suara Pembaca

Kantong Tebal Bukan Jaminan Tak Korupsi

Kantong tebal nyatanya tak menjamin seseorang tak tergoda untuk korupsi.

Selasa, 26/03/2019 17:00 0

Video News

Ketua MAPIM: Inilah Asal-usul Islamophobia

KIBLAT.NET, Putrajaya – Pemerintah Malaysia bersama beberapa organisasi seperti Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM), MAPIM,...

Selasa, 26/03/2019 16:15 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Memberikan Ungkapan-Ungkapan Sepele untuk Menghargai Pasangan

KIBLAT.NET- Janganlah engkau meremehkan sebuah kebaikan, meskipun hanya bermanis muka saat berjumpa dengan saudaramu. Karena...

Selasa, 26/03/2019 14:32 0

Video News

Tentang Palestina, Ini Himbauan Perdana Menteri Malaysia pada ASEAN

KIBLAT.NET, Putrajaya – Wakil Perdana Menteri (PM) Malaysia, Fauziah Salleh hadir di penutupan “Konferensi NGO...

Selasa, 26/03/2019 14:12 0

Artikel

Di Balik Kebijakan Penjualan Saham Bir oleh Anies Baswedan

Satu poin penting yang tak bisa dilupakan adalah industri miras meski sangat menguntungkan, amat rentan terhadap berbagai kebijakan. Menjalankan bisnis produk haram di tengah masyarakat Muslim membuat mereka amat bergantung pada kebijakan penguasa yang ramah.

Selasa, 26/03/2019 14:11 0

Info Event

Silaturahim Akbar Alumni Pesantren Persis 2019 Undang Anies Baswedan

Silaturahim Akbar Alumni Pesantren Persis 2019 Undang Anies Baswedan

Selasa, 26/03/2019 14:10 0

Info Event

HIMI Persis Jawa Barat Siap Hadapi Tantangan Industri 4.0

HIMI Persis Jawa Barat Siap Hadapi Tantangan Industri 4.0

Selasa, 26/03/2019 11:47 0

Close