Din Syamsuddin: Sistem Politik Sekarang Sekuler di Atas Sekuler

KIBLAT.NET, Jakarta – Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia menilai banyaknya konflik yang terjadi menjelang pemilu. Ketua Dewan Pertimbangan MUI, KH. Din Syamsuddin menjelaskan, sistem politik Indonesia telah berubah pasca reformasi.

Ia memaparkan bawha Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang dulu merupakan lembaga tertinggi negara kini ditempatkan sejajar dengan lembaga negara lainnya. Serta tidak lagi mempunyai kewenangan memilh presiden.

“Kalau sekarang ini sistem politik kita sekuler diatas sekuler. Karena yang kita gunakan sekarang one man one vote. Sehingga suara Kiai sama dengan suara tukang sapu di pesantren,” ujar Din saat ditemui usai rapat pleno Dewan Pertimbangan MUI pada Rabu (27/03/2019).

“Sistem politik kita berubah, sistem pemilu kita berubah, sistem pemilihan presiden kita berubah. Ini yang harus dikembalikan. Khususnya kepada sila keempat dari pancasila,” lanjutnya

Din menambahkan, dengan menggunakan MPR sebagai lemaga pemilihan presiden maka Presiden juga mempunyai keharusan untuk mempertanggungjawabkan masa kepemerintahannya kepada MPR.

Untuk menindak lanjuti pemikiran ini, Dewan Pertimbangan MUI akan membentuk tim untuk menyusun pemikiran-pemikiran tersebut sebagai sebuah draft dan menyampaikannya kepada DPR dan Pemerintah.

“Ini sangat penting sehingga kita tidak menghadapi suasana seperti ini lagi setiap pemilu dan pilpres,”kata Din.

Meski begitu, Din mengatakan tidak akan menjiplak persis konsep lampau itu. Hanyasaja menurutnya, ada hal-hal baik dari masa lalu yang bisa dikembangkan.

BACA JUGA  Suparji Ahmad: Sumbangsih Syekh Jaber untuk Indonesia Sangat Besar

“Intinya, kita perlu telaah kembali secara mendalam sistem politik kita, sistem pemilu dan pilpres kita apakah sudah sesuai dengan sila keempat itu,”pungkasnya.

Reporter: Qoid
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat