... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pemilihan Dewan Syura untuk Pemerintahan Masa Depan Idlib Dibuka

KIBLAT.NET, Idlib – Pemerintah Darurat di Idlib, Senin (25/03/2019), membuka pendaftaran untuk pemilihan Dewan Syura provinsi Idlib. Dewan ini nantinya akan menentukan masa depan pemerintahan di wilayah yang sudah dibebaskan di Suriah utara.

Halaman Muktamar Umum Revolusi melalui channel resmi di Telegram mengumumkan bahwa Komite Pemilihan Umum mulai membuka pendaftaran calon anggota Dewan Syura di wilayah utara yang sudah dibebaskan.

Tempat pendaftaran dibuka di gedung Pusat Kebudayaan Idlib, sekolah menengah industri di Kafr Nabel, gudang kota di kota Harim, dan pusat budaya di Dar Izzah di Aleppo Barat.

Pemilihan Dewan Syura ini merupakan realisasi Muktamar Umum Revolusi yang digelar pada 10 Februari di Bab Al-Hawa, Suriah utara. Muktamar ini diinisiasi oleh Pemerintah Darurat yang dituduh bentukan Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS).

Berdasarkan hasil muktamar, anggota Dewan Syura yang nantinya terpilih dari seluruh segmen masyarakat dan wilayah di Idlib, termasuk wilayah pengungsian yang berada di dalam Suriah.

Pembukaan pendaftaran Dewan Syura ini diumumkan beberapa hari setelah terbentuknya Komite Pemilihan Umum. Komite ini lah yang akan menyeleksi pendaftar dan mengatur mekanisme pemilihan serta program-program yang berkaitan lainnya.

Komite tersebut dibentuk oleh sepuluh orang berdasarkan kesepakatan Muktamar. Tim khusus ini menunjuk anggota Komite dengan sejumlah syarat, di antaranya umur calon antara 30-60 tahun, memiliki kualifikasi ilmiah dan berandil dalam revolusi Suriah.

BACA JUGA  Eskalasi Idlib Terbaru: 544 Sipil Tewas, 2.000 Terluka dan 300 Ribu Terusir

Orang-orang yang terlibat dalam pembentukan Komite Pemilihan Umum tidak boleh mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Syura, yang akan mengumumkan pembentukannya dan akan menjadi dasar pemerintahan masa depan.

Muktamar Umum Revolusi digelar setelah HTS memperluas kontrolnya atas Idlib. HTS mengusir faksi-faksi rivalnya dengan alasan ingin menyatukan seluruh wilayah Idlib di bawah satu pemerintahan yang mumpuni. Banyaknya faksi yang mengontrol Idlib membuat wilayah yang sudah dibebaskan terkotak-kotak dan masing-masing daerah dikelola sesuai kepentingan kelompok.

Sumber: Enabbaladi.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pastor Palestina: Israel Tak Bedakan Muslim-Kristen Saat Menjajah

Menurutnya, Israel tak pernah membedakan mana Kristen mana Islam saat menjajah.

Selasa, 26/03/2019 00:25 0

Suara Pembaca

Islamophobia dan Keberislaman Diri Kita

Sejauh mana keberislaman diri kita nyatanya sangat berkaitan dengan perkembangan islamophobia.

Senin, 25/03/2019 21:55 0

Video News

Kiblat Review: Islamophobia Teror Tarrant

KIBLAT.NET- Jumat, Tgl 15 Maret 2019 saat melaksanakan Sholat, Jamaah Masjid Al Noor, Di Chrischurch,...

Senin, 25/03/2019 20:18 0

Artikel

Di Balik Agresi NATO 1999: Eliminasi Eksperimen Jihad Bosnia

Serangan udara NATO diduga sengaja menargetkan penduduk sipil dan berbagai infrastruktur kota termasuk jembatan, klinik, pembangkit listrik, dan terutama stasiun pusat Radio dan Televisi Serbia.

Senin, 25/03/2019 11:25 0

Indonesia

MAPIM: Masjidil Aqsha Persatukan Umat Islam

"Karena semua sepakat, para ulama cendekiawan bahwa Masjidil Aqsha milik kita"

Ahad, 24/03/2019 21:11 0

Indonesia

TPK Optimistis Menangkan Praperadilan Kasus Kematian Siyono, Ini Alasannya

Keterangan dokter forensik memperkuat dalil Tim Pembela Kemanusiaan (TPK) selaku pemohon

Ahad, 24/03/2019 20:38 0

Opini

Posisi Kaum Intelektual di Era Neo-Feodalisme dan Neo-Imperialisme

Kehadiran para intelektual bukan menjadi milik siapa-siapa, dia tidak menjual diri pada pihak manapun, namun dia "mewakafkan dirinya" untuk kepentingan agama, bangsa dan negara.

Ahad, 24/03/2019 20:11 0

Indonesia

Zakir Naik: Al-Aqsha Dibebaskan dengan Tauhid dan Persatuan Umat

Zakir Naik juga menyebutkan keutamaan Masjid Al-Aqsha dan kota Syam sebagai negeri yang diberkahi.

Ahad, 24/03/2019 15:49 0

Indonesia

KISPA: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa Indonesia sangat peduli pada bangsa Palestina.

Sabtu, 23/03/2019 19:37 0

Indonesia

Ingin Berantas Hoaks dengan UU Terorisme, PKS Nilai Wiranto Gegabah

Menurut PKS, Wiranto semestinya paham konten dan konteks penggunaan UU Terorisme.

Sabtu, 23/03/2019 06:20 1

Close