... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Selandia Baru Akan Selidiki Badan-badan Intelijen terkait Teror Cristchurch

Foto: AR-15 yang digunakan Brenton Tarrant dalam aksi biadabnya di masjid Selandia Baru.

KIBLAT.NET, Auckland – Selandia Baru akan menyelidiki pembantaian 50 orang di dua masjid Christchurch. Penyelidikan terkait peran senjata semi-otomatis, media sosial dan agen intelijen sebelum serangan awal bulan.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan pemerintah akan membentuk sebuah Komisi Penyelidikan Kerajaan, lembaga penyelidikan tertinggi di Selandia Baru.

“Warga Selandia Baru dan komunitas Muslim di seluruh dunia berduka dan menunjukkan belas kasihan satu sama lain, mereka juga mengajukan pertanyaan tentang bagaimana serangan teror ini dapat terjadi di sini,” katanya.

Kabinet pemerintahan Ardern sebelumnya setuju untuk mengadakan penyelidikan, tetapi belum memutuskan tingkat investigasi apa yang akan dilakukan.

Dia mengatakan komisi kerajaan biasanya dibuat untuk hal-hal yang sangat penting bagi publik. Dalam kasus ini, komisi sangat diperlukan.

Ketentuan yang tepat dari penyelidikan, termasuk durasinya, akan diselesaikan selama dua minggu ke depan.

“Singkatnya, penyelidikan akan melihat apa yang seharusnya dilakukan untuk mencegah serangan itu,” kata Ardern. “Individu dan aktivitasnya sebelum serangan teroris akan ditanyai, termasuk para agen.”

Komisi kerajaan dijalankan secara independen dari pemerintah dan diketuai oleh hakim pengadilan tinggi.

Komisi memiliki kekuatan untuk memaksa saksi untuk bersaksi dan organisasi untuk menyerahkan dokumen, tetapi masih tergantung pada pengadilan atau pemerintah untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi atau temuan.

Supremasi kulit putih Australia Brenton Tarrant (28) telah didakwa dengan pembunuhan atas serangan 15 Maret. Dia selanjutnya akan dihadirkan di pengadilan pada 5 April.

BACA JUGA  Israel Kembali Terima Dua Jet Siluman F-35

Beberapa orang telah mengkritik badan-badan intelijen Selandia Baru karena terlalu banyak fokus pada ancaman yang dirasakan dari ekstremis Muslim dan radikal sayap kiri. Namun tidak memperhatikan kemungkinan ancaman dari kelompok-kelompok nasionalis dan supremasi kulit putih.

“Akan ada fokus pada apakah komunitas intelijen kami memusatkan sumber dayanya dengan tepat dan apakah ada laporan yang dapat, atau seharusnya, telah memperingatkan mereka terhadap serangan ini,” kata Ardern.

“Adalah penting bahwa tidak ada batu yang terlewat untuk mengetahui bagaimana tindakan terorisme ini terjadi dan apa, jika ada, peluang yang kami miliki untuk menghentikannya.”

Sumber: ITV
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Di Balik Agresi NATO 1999: Eliminasi Eksperimen Jihad Bosnia

Serangan udara NATO diduga sengaja menargetkan penduduk sipil dan berbagai infrastruktur kota termasuk jembatan, klinik, pembangkit listrik, dan terutama stasiun pusat Radio dan Televisi Serbia.

Senin, 25/03/2019 11:25 0

Indonesia

MAPIM: Masjidil Aqsha Persatukan Umat Islam

"Karena semua sepakat, para ulama cendekiawan bahwa Masjidil Aqsha milik kita"

Ahad, 24/03/2019 21:11 0

Indonesia

TPK Optimistis Menangkan Praperadilan Kasus Kematian Siyono, Ini Alasannya

Keterangan dokter forensik memperkuat dalil Tim Pembela Kemanusiaan (TPK) selaku pemohon

Ahad, 24/03/2019 20:38 0

Opini

Posisi Kaum Intelektual di Era Neo-Feodalisme dan Neo-Imperialisme

Kehadiran para intelektual bukan menjadi milik siapa-siapa, dia tidak menjual diri pada pihak manapun, namun dia "mewakafkan dirinya" untuk kepentingan agama, bangsa dan negara.

Ahad, 24/03/2019 20:11 0

Indonesia

Zakir Naik: Al-Aqsha Dibebaskan dengan Tauhid dan Persatuan Umat

Zakir Naik juga menyebutkan keutamaan Masjid Al-Aqsha dan kota Syam sebagai negeri yang diberkahi.

Ahad, 24/03/2019 15:49 0

Indonesia

KISPA: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa Indonesia sangat peduli pada bangsa Palestina.

Sabtu, 23/03/2019 19:37 0

Indonesia

Ingin Berantas Hoaks dengan UU Terorisme, PKS Nilai Wiranto Gegabah

Menurut PKS, Wiranto semestinya paham konten dan konteks penggunaan UU Terorisme.

Sabtu, 23/03/2019 06:20 1

Indonesia

Wacanakan Penyebar Hoaks Dijerat UU Terorisme, Wiranto Dinilai Meneror Masyarakat

"Pernyataan itu menunjukkan dia gagal paham tentang Undang-Undang Terorisme. Sehingga, tidak lagi melihat perbedaan antara terorisme dengan hoaks. Mungkin karena dia berbicara berpihak pada salah satu paslonnya,"

Jum'at, 22/03/2019 16:17 0

Indonesia

Pascabanjir Bandang, BAZNAS Bangun Jembatan Darurat di Sentani

BAZNAS Bangun Jembatan Darurat di Sentani

Jum'at, 22/03/2019 15:48 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Membentuk Anak untuk Memiliki Konsep Diri yang Baik

KIBLAT.NET- Menumbuhkan keluarga dengan konsep percaya diri bisa dilakukan dengan memberikan pengakuan dan penghargaan. Sehingga...

Jum'at, 22/03/2019 15:14 0

Close