... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Zakir Naik: Al-Aqsha Dibebaskan dengan Tauhid dan Persatuan Umat

Foto: Dr. Zakir Naik

KIBLAT.NET, Putrajaya – Kristolog Dr. Zakir Naik memberikan pidato dalam konferensi internasional bertema “Bersama Dalam Mempertahankan Baitul Maqdis dan Masjid Al Aqsha” di Malaysia. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa Al-Aqsha hanya bisa direbut ketika umat Islam bersatu di bawah panji Allah.

“Pewaris sejati Masjid Al-Aqsha adalah orang orang yang bertakwa. Oleh karena itu, Al-Aqsha hanya akan dibebaskan dengan tauhid dan bersatunya umat di bawah panji Allah,” katanya di auditorium JAKIM, Putrajaya, Malaysia pada Sabtu (23/04/2019).

Dia lantas menyitir ayat-ayat dan hadits-hadits yang membahas tentang Masjid Al-Aqsha. Antara lain dalam surat Al-Isra ayat 1 dan surat Al-Anbiya ayat 71.

Selain itu, Zakir Naik juga menyebutkan keutamaan Masjid Al-Aqsha dan kota Syam sebagai negeri yang diberkahi. Di antara keberkahan negeri Syam yang disebutkan oleh Zakir Naik adalah para malaikat membentangkan sayapnya terhadap negeri Syam.

“Masjid Al-Aqsha juga menjadi kiblat pertama kaum muslimin, negeri yang tidak dimasuki dajjal, dan termasuk dari salah satu masjid yang diizinkan syaddur rihal (bercapek-capek) dalan mengunjunginya,” tuturnya.

Naik lebih lanjut menjelaskan fase-fase pembangunan Masjid Al-Aqsha. “Dimulai dari pembangunan yang dilakukan oleh Nabi Adam, Nabi Sulaiman dibangun ulang dan diperluas oleh Nabi Sulaiman, pembebasan Umar bin Khattab, pembebasan Shalahuddin hingga jatuh ke tangan Israel,” ungkapnya.

Reporter: Arju
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Malaysia

Ulama Malaysia: Teror Cristchurch Karena Islamofobia

Ketua Majelis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM), Mohammad Azmi Abdul Hamid menegaskan bahwa teror di masjid Selandia Baru tidak dapat dilepaskan dari sikap islamofobia.

Ahad, 24/03/2019 11:30 0

Asia

PBB Dukung Bangladesh Pindahkan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil

Pemerintah Bangladesh mengatakan bahwa upaya pemindahan ke pulau Basan Char akan meringankan kepadatan di kamp-kamp pengungsi Cox's Bazar.

Ahad, 24/03/2019 11:00 0

Palestina

Hamas: Kami Akan Melanjutkan Perlawanan Syaikh Ahmad Yassin

Hamas bersumpah untuk melanjutkan jalan perlawanan pendiri gerakan itu hingga Palestina bebas dari penjajahan.

Ahad, 24/03/2019 10:27 0

Malaysia

Syaikh Samir As-Sa’id: Israel Merusak Pemuda Palestina dengan Narkoba

Ia juga menjelaskan pendudukan Israel terhadap Baitul Maqdis mencakup 4 sektor.

Ahad, 24/03/2019 08:16 0

Malaysia

Di Konferensi Bela Palestina, Muslimah Uighur Ungkap Kekejaman Cina

Khadijah juga mempertontonkan adanya perubahan lafal azan oleh pemerintah Cina di Uighur.

Sabtu, 23/03/2019 23:51 0

News

Menhan Malaysia: Israel Tak Pernah Disebut Teroris

“Alladzi barakna haulahu” (Yang kami berkahi sekelilingnya.red). Tempat ini adalah tempat yang berkah, Nabi Daud dan Sulaiman menguasai Palestina, maka mereka menguasai dunia

Sabtu, 23/03/2019 19:16 0

Eropa

Sepekan Pasca Serangan Teror, Masjid Al-Nour Kembali Dibuka

sudah tidak ada lagi bekas peluru di dinding-dinding masjid. Cat masjid juga terlibat masih baru.

Sabtu, 23/03/2019 16:45 0

Malaysia

Malaysia Gelar Konferensi Bela Baitul Maqdis dan Al-Aqsha

Menurut pantauan Kiblat.net, para peserta datang dari berbagai negara. Dari mulai Indonesia, Thailand, Brunei Darussalam, Kamboja, Palestina, hingga Turki.

Sabtu, 23/03/2019 16:00 0

Suriah

Pelanggaran Atas Perjanjian Idlib Terdokumentasi 4.594 Kali, 248 Sipil Tewas

Pelanggaran itu dilakukan dengan berbagai bentuk, di antaranya lima pembantaian dan setidaknya 87 insiden serangan terhadap pusat-pusat vital sipil (termasuk 17 rumah ibadah - 19 sekolah - 6 fasilitas medis - 4 pasar).

Sabtu, 23/03/2019 11:37 0

Afrika

Demonstrasi Anti Rezim di Aljazair Terus Berlanjut, Militer Pantau Perkembangan

Tentara melakukan intervensi sebelumnya di masa-masa kritis, termasuk pembatalan pemilihan umum yang dimenangkan oleh kelompok Islamis pada tahun 1992, yang memicu perang saudara yang menewaskan sekitar 200.000 orang.

Sabtu, 23/03/2019 09:26 0

Close