Ulama Malaysia: Teror Cristchurch Karena Islamofobia

KIBLAT.NET, Putrajaya – Ketua Majelis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM), Mohammad Azmi Abdul Hamid menegaskan bahwa teror di masjid Selandia Baru dilandasi sikap islamofobia.

“Itu (teror.red) tidak dapat kita lepaskan dari islamofobia. Sebab islamofobia menanamkan kebencian terhadap Islam dan muslim,” katanya kepada Kiblat.net di auditorium JAKIM, Putrajaya, Malaysia pada Sabtu (23/03/2019).

Ulama yang akrab dengan sapaan Cikgu Azmi ini melihat beberapa indikasi yang menunjukkan teror tersebut dilandasi islamofobia. Misalnya pembunuh mencatat nama Trump sebagai inspirator.

“Itu menambah lagi alasan kenapa ini disebut islamofobia,” tuturnya.

Meski demikian, ia juga mengatakan bahwa ketika ada teror yang menyasar masjid, umat Islam tidak diajarkan untuk membalas dengan teror.

“Kita defence (bertahan), tapi dalam waktu yang sama kita juga harus mewaspadai serangan-serangan itu dari berbagai sudut,” ujarnya dengan logat Melayu.

Maka, ia menegaskan bahwa umat Islam harus lebih waspada, lebih paham bagaimana harus merespon. “Kita harus tunjukan umat Islam tidak terperangkap dengan cara mereka, karena itu yang mereka mau (teror lawan teror),” pungkasnya.

Sedikitnya 50 orang tewas dalam aksi teror di dua masjid Cristchurch, Selandia Baru pada Jumat 15 Maret 2019. Pelaku Brenton Tarrant merekam aksinya secara live Facebook dan menyatakan bahwa motifnya karena kebencian terhadap muslim dan imigran.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat