... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengakuan Trump terhadap Kedaulatan Israel atas Golan Banjir Kecaman

Foto: Peta Dataran Tinggi Golan, sebagian dikontrol Israel dan sebagian di bawah kendali Suriah

KIBLAT.NET, Wshington – Pengakuan Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis (21/03) terhadap aneksasi Israel tahun 1981 atas Dataran Tinggi Golan disambut antusias pemerintah Israel yang menganggap hal tersebut sebagai sebuah kemenangan besar di bidang politik. Walau demikian, di mana pun tempat di seluruh dunia tidak ada reaksi selain kecaman terhadap langkah Trump tersebut yang dianggap ilegal dan seolah diucapkan tanpa memperhitungkan implikasinya.

Sikap Rusia dan Perancis sangat jelas bahwa manuver AS itu sama dengan pelanggaran terhadap hukum internasional, karena Dataran Tinggi Golan masih diakui secara internasional sebagai bagian dari Suriah. Sementara Inggris telah mengkonfirmasi Golan saat ini dalam status terjajah atau diduduki Israel, dan Inggris menyatakan tidak berniat mengikuti langkah Washington. Di pihak lain, pejabat-pejabat Uni Eropa menegaskan posisi mereka tidak akan berubah.

“Golan adalah wilayah yang diduduki Israel sejak tahun 1967. Perancis tidak mengakui aneksasi Israel tahun 1981,” kata Kementerian Luar Negeri Perancis dalam pernyataan sikapnya pada hari Jumat (22/03) kemarin. Menurut Perancis, pengakuan terhadap kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan bertentangan dengan hukum internasional, terutama terkait kewajiban negara-negara untuk tidak mengakui situasi ilegal.

Masyarakat minoritas Druze, salah satu sekte agama Syiah, yang tinggal di wilayah pendudukan Golan menyatakan penolakan langkah Amerika tersebut. Mereka mengatakan meskipun Israel dan kini ditambah AS menganggap Dataran Tinggi Golan sebagai bagian dari Israel, mereka akan tetap merasa atau menganggap diri mereka “berdarah Suriah”.

BACA JUGA  Militer Assad Kontrol Manbij, Rusia Cegah Militer Turki dan Suriah Konfrontasi

Yordania dilaporkan juga menentang langkah AS tersebut dengan mengatakan mereka masih menganggap Golan sebagai bagian dari Suriah. Bagi Amman, sangat jelas mengapa dalam kasus ini, yaitu ketika Israel menduduki bagian wilayah Suriah dan Yordania di perang yang sama, (maka) pengakuan AS terhadap pencaplokan wilayah atau aneksasi wilayah Suriah oleh Israel akan mendorong Israel melakukan aneksasi atas Tepi Barat, dan selanjutnya juga akan memperoleh pengakuan yang sama dari AS.

Penolakan paling keras dilakukan oleh Suriah yang beralasan seperti Rusia dan Iran bahwa langkah Trump ini merupakan pelanggaran terhadap sejumlah resolusi PBB mengenahi status Dataran Tinggi Golan. Damaskus menambahkan saat ini mereka berencana untuk normalisasi dalam rangka memperoleh kembali wilayah mereka dari Israel, dengan atau tanpa persetujuan AS.

Pernyataan Trump pada hari Kamis (21/03) bahwa AS harus mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan sangat kontras dengan kebijakan luar negeri negara adikuasa itu selama beberapa dekade terakhir. Namun demikian, sepertinya juga tidak mungkin untuk mengubah situasi secara cepat di lapangan sejak Israel menempatkan pasukan militer di wilayah itu sejak direbut dari Suriah dalam Perang Enam Hari tahun 1967.

Sejauh ini Dewan Keamanan PBB mengakui Israel sebatas sebagai “kekuatan pendudukan” di Golan menyusul aneksasi tahun 1981. Namun dikatakan bahwa upaya Israel memberlakukan “hukum, yurisdiksi, dan administrasi” di Dataran Tinggi Golan wilayah Suriah yang diduduki sebagai tidak sah dan tidak memiliki efek legalitas secara internasional.

BACA JUGA  Media Rusia: Pangkalan AS yang Dikosongkan Diambil Alih Militer Suriah

Sumber: Antiwar
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Zakir Naik: Al-Aqsha Dibebaskan dengan Tauhid dan Persatuan Umat

Zakir Naik juga menyebutkan keutamaan Masjid Al-Aqsha dan kota Syam sebagai negeri yang diberkahi.

Ahad, 24/03/2019 15:49 0

Indonesia

KISPA: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa Indonesia sangat peduli pada bangsa Palestina.

Sabtu, 23/03/2019 19:37 0

Indonesia

Ingin Berantas Hoaks dengan UU Terorisme, PKS Nilai Wiranto Gegabah

Menurut PKS, Wiranto semestinya paham konten dan konteks penggunaan UU Terorisme.

Sabtu, 23/03/2019 06:20 1

Indonesia

Wacanakan Penyebar Hoaks Dijerat UU Terorisme, Wiranto Dinilai Meneror Masyarakat

"Pernyataan itu menunjukkan dia gagal paham tentang Undang-Undang Terorisme. Sehingga, tidak lagi melihat perbedaan antara terorisme dengan hoaks. Mungkin karena dia berbicara berpihak pada salah satu paslonnya,"

Jum'at, 22/03/2019 16:17 0

Indonesia

Pascabanjir Bandang, BAZNAS Bangun Jembatan Darurat di Sentani

BAZNAS Bangun Jembatan Darurat di Sentani

Jum'at, 22/03/2019 15:48 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Membentuk Anak untuk Memiliki Konsep Diri yang Baik

KIBLAT.NET- Menumbuhkan keluarga dengan konsep percaya diri bisa dilakukan dengan memberikan pengakuan dan penghargaan. Sehingga...

Jum'at, 22/03/2019 15:14 0

Suara Pembaca

Teror Christchurch, Teror Berbasis Kemajuan Teknologi

Pembantaian sadis yang terintegrasi dengan budaya internet, begitulah kalimat yang pas untuk aksi teror Tarrant.

Jum'at, 22/03/2019 08:19 0

Manhaj

Brenton Tarrant dan Tabiat Kebencian Orang Kafir kepada Umat Islam

Di dalam ayat ini sangat jelas bahwa orang kafir akan berupaya terus menerus dan lintas generasi untuk menjerumuskan umat Islam kepada kekafiran, berbagai cara akan mereka lakukan.

Jum'at, 22/03/2019 06:36 0

Indonesia

Mantan Ketua KPK Sarankan Jokowi Tunjuk Plt Gantikan Menteri Agama

Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas Sarankan Presiden Tunjuk Plt Gantikan Menteri Agama

Kamis, 21/03/2019 21:40 0

Indonesia

TPK Serahkan Keterangan Hasil Autopsi Siyono Kepada Hakim Praperadilan

TPK Serahkan Keterangan Hasil Autopsi Siyono Kepada Hakim Praperadilan

Kamis, 21/03/2019 21:04 0

Close