... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Markas Militer Mali Kembali Diserang, JNIM Nyatakan Bertanggung Jawab

Foto: Militer Mali tewas dalam serangan JNIM

KIBLAT.NET, Bamako – Kelompok jihadis JNIM (Jamaah Nusrah al-Islam wal-Muslimin) afiliasi al-Qaidah di Afrika Barat dan Sahel menyatakan bertanggung jawab atas serangan skala besar pada hari Ahad (17/03) ke sebuah markas militer di bagian tengah Mali. Sedikitnya 23 tentara Mali tewas akibat serangan tersebut, dan markas pun sempat jatuh dan dikuasai mujahidin sebagaimana laporan sayap media jihadis itu edisi Jumat kemarin.

“Alhamdulillah, mujahidin di kawasan Macina di bawah kepemimpinan Syaikh Amadou Kouffa berhasil melancarkan serangan raid ke sebuah basis militer pasukan G5 di Dioura,” kata JNIM dalam pernyataannya. Sejumlah senjata militer menjadi milik pejuang-pejuang JNIM sebagi ghanimah, di antaranya: beberapa senjata artileri, senapan mesin berat Dashaka buatan Rusia, peluncur roket SPG-9s, peluncur granat RPG-7, kendaraan militer, dan senjata ringan lainnya.

Sebelumnya, pihak militer memberi keterangan operasi militer jihadis itu dipimpin oleh Ba Ag Moussa, seorang mantan tentara berpangkat kolonel yang membelot dan bergabung dengan mujahidin pada tahun 2012. Pernyataan JNIM bahwa serangan terbaru kali ini dipimpin oleh Kouffa sekaligus membantah keterangan militer yang mengaitkan raid tersebut dengan Moussa, termasuk klaim otoritas Perancis dan Mali yang sebelumnya mengumumkan Kouffa telah tewas. Klaim tewasnya Kouffa ini dengan telak terbukti tidak benar setelah JNIM merilis video Kouffa masih hidup awal bulan ini.

Dalam narasinya JNIM menyatakan serangan dadakan pada hari Ahad tersebut merupakan respon atas kejahatan dan kekerasan yang dilakukan oleh pasukan pemerintah Bamako dan milisi-milisi pendukung pemerintah terhadap warga penggembala suku Fulani, dan menyatakan itu sebagai tindakan yang sah untuk membela rakyat Fulani. Konglomerasi kelompok-kelompok jihadis ke dalam satu kelompok induk, JNIM, kerap menggambarkan entitas mereka sebagai pelindung dan pembela rakyat Fulani di Mali bagian tengah.

Medio tahun lalu, serangan JNIM berhasil mengacaukan proses pemilu untuk memilih presiden Mali pada bulan Juli 2018. Awal tahun 2019, JNIM kembali melancarkan serangan ke negara tetangga, Burkina Faso, termasuk serangan lain yang menewaskan sedikitnya 10 angota penjaga perdamaian dari Chad.

Di samping itu, JNIM juga menyatakan bertanggung jawab atas serangan terhadap milisi etnis Tuareg, yaitu MSA (Gerakan Penyelamatan Azawad) di dekat Talataye di bagian utara daerah Gao pada hari Kamis (21/03) pekan ini. Menurut JNIM, mereka berhasil menewaskan 9 anggota milisi Tuareg, namun dari pihak MSA sendiri belum mengkonfirmasi atau menyangkal jumlah angka korban tersebut. Bulan Februari lalu, MSA dan kelompok aliansinya, GATIA,  juga menjadi target serangan JNIM di daerah Menaka yang bersebelahan dengan Gao.

Sejak beberapa tahun sebelumnya, JNIM dan sub kelompok-kelompok pendukungnya mengklaim bertanggung jawab atas berbagai serangan sejenis yang menargetkan aliansi GATIA-MSA di utara Mali.

Sejak awal 2019 ini, JNIM bertanggung jawab atas puluhan kali serangan yang telah menargetkan pasukan pemerintah Mali, Perancis, dan PBB di berbagai tempat di Mali. Di tengah upaya bersama misi kontra-terorisme gabungan yang dipimpin oleh Perancis yang bersekutu dengan pasukan 5 negara di Sahel, yaitu Burkina Faso, Chad, Mali, Mauritania, Niger, dan didukung oleh pasukan “penjaga perdamaian” PBB, kelompok jihadis al-Qaidah dan sekutu-sekutunya masih kuat eksis dan mampu melancarkan operasi-operasi militer secara terbuka di dalam negeri Mali dan wilayah Sahel yang lebih luas.

Sumber: Reuters
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Zakir Naik: Al-Aqsha Dibebaskan dengan Tauhid dan Persatuan Umat

Zakir Naik juga menyebutkan keutamaan Masjid Al-Aqsha dan kota Syam sebagai negeri yang diberkahi.

Ahad, 24/03/2019 15:49 0

Indonesia

KISPA: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa Indonesia sangat peduli pada bangsa Palestina.

Sabtu, 23/03/2019 19:37 0

Indonesia

Ingin Berantas Hoaks dengan UU Terorisme, PKS Nilai Wiranto Gegabah

Menurut PKS, Wiranto semestinya paham konten dan konteks penggunaan UU Terorisme.

Sabtu, 23/03/2019 06:20 1

Indonesia

Wacanakan Penyebar Hoaks Dijerat UU Terorisme, Wiranto Dinilai Meneror Masyarakat

"Pernyataan itu menunjukkan dia gagal paham tentang Undang-Undang Terorisme. Sehingga, tidak lagi melihat perbedaan antara terorisme dengan hoaks. Mungkin karena dia berbicara berpihak pada salah satu paslonnya,"

Jum'at, 22/03/2019 16:17 0

Indonesia

Pascabanjir Bandang, BAZNAS Bangun Jembatan Darurat di Sentani

BAZNAS Bangun Jembatan Darurat di Sentani

Jum'at, 22/03/2019 15:48 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Membentuk Anak untuk Memiliki Konsep Diri yang Baik

KIBLAT.NET- Menumbuhkan keluarga dengan konsep percaya diri bisa dilakukan dengan memberikan pengakuan dan penghargaan. Sehingga...

Jum'at, 22/03/2019 15:14 0

Suara Pembaca

Teror Christchurch, Teror Berbasis Kemajuan Teknologi

Pembantaian sadis yang terintegrasi dengan budaya internet, begitulah kalimat yang pas untuk aksi teror Tarrant.

Jum'at, 22/03/2019 08:19 0

Manhaj

Brenton Tarrant dan Tabiat Kebencian Orang Kafir kepada Umat Islam

Di dalam ayat ini sangat jelas bahwa orang kafir akan berupaya terus menerus dan lintas generasi untuk menjerumuskan umat Islam kepada kekafiran, berbagai cara akan mereka lakukan.

Jum'at, 22/03/2019 06:36 0

Indonesia

Mantan Ketua KPK Sarankan Jokowi Tunjuk Plt Gantikan Menteri Agama

Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas Sarankan Presiden Tunjuk Plt Gantikan Menteri Agama

Kamis, 21/03/2019 21:40 0

Indonesia

TPK Serahkan Keterangan Hasil Autopsi Siyono Kepada Hakim Praperadilan

TPK Serahkan Keterangan Hasil Autopsi Siyono Kepada Hakim Praperadilan

Kamis, 21/03/2019 21:04 0

Close