... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ingin Berantas Hoaks dengan UU Terorisme, PKS Nilai Wiranto Gegabah

Foto: Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menilai pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto yang ingin memberlakukan UU Terorisme terhadap pelaku penyebar berita bohong (hoaks) sebagai pernyataan yang gegabah dan salah kaprah.

Menurut Jazuli, kita semua menolak hoaks dan punya tanggung jawab  memerangi hoaks. Akan tetapi caranya harus sesuai perundang-undangan dan sesuai hukum yang berlaku, tidak boleh salah dalam menerapkan hukum. Menjerat pelaku hoaks dengan UU Terorisme jelas salah.

“UU Terorisme itu kan lex specialis. Jenis kejahatannya extraordinary dan terbatas, sasarannya sangat ketat yaitu jaringan terorisme yang mengancam negara dan kemanusiaan. Masak mau diterapkan secara luas? Ini pikiran yang gegabah dan bahaya,” kata Jazuli kepada Kiblat.net melalui siaran persnya pada Jumat (22/03/2019).

Pak Wiranto, lanjut Jazuli, semestinya paham konten dan konteks penggunaan UU Terorisme. Jangan membuat pernyataan yang misleading dan menyesatkan sehingga malah membuat gaduh di dalam masyarakat akibat salah paham.

“UU Terorisme tidak bisa dan tidak boleh digunakan untuk menjerat di luar pihak-pihak yang diduga terlibat jaringan terorisme. Para pelaku terorisme bisa jadi menggunakan hoaks dalam operandinya, yang seperti ini bisa dijerat UU Terorisme karena jelas subjeknya terduga teroris. Tapi kalau bukan atau tidak ada hubungannya dengan terorisme ya tidak bisa,” tegas Jazuli.

Anggota Komisi I ini menegaskan kembali pernyataannya bahwa menyamakan pelaku penyebaran hoaks dengan pelaku terorisme adalah tidak tepat, karena hoaks yang saat ini banyak beredar masyarakat sangat luas spektrum, variasi, dan motifnya.

BACA JUGA  Peserta Reuni 212 Membubarkan Diri dengan Tertib

“Lagi pula sudah ada undang-undang yang bisa dipakai untuk menangani tindakan pembuat dan penyebaran hoaks. Seperti UU ITE dan KUHP sehingga penggunaan UU Terorisme untuk menjerat pelaku hoaks terkait pemilu bukan saja tidak perlu tapi salah kaprah,” ungkapnya.

Untuk itu, Anggota DPR Dapil Banten ini meminta agar dihentikan saja polemik atas wacana yang kontraproduktif ini sehingga kita semua bisa menghadapi pemilu dengan tenang dan damai.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Rusydan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Ingin Berantas Hoaks dengan UU Terorisme, PKS Nilai Wiranto Gegabah”

  1. Eko Fattahilah

    Menurut saya bagus !! Karena pasti yang akan banyak tertangkap pihak pemerintah dan pro pemerintah Bila hukumnya adil .. tapi kalo hukumnya begini melulu yang dikenakan hukuman selalu dan selalu pihak oposisi sedangkan pihak pemerintah atau pro pemerintah bebas hukum melulu .. yaa lama kelamaan rakyat bosen juga dgn hukum Abal Abal kalian , ujung ujungnya yaa angkat senjata untuk membuat keadilan sendiri , kita sudah melihat ratusan ketidak adilan pemerintah terlalu berat sebelah ..

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Membentuk Anak untuk Memiliki Konsep Diri yang Baik

KIBLAT.NET- Menumbuhkan keluarga dengan konsep percaya diri bisa dilakukan dengan memberikan pengakuan dan penghargaan. Sehingga...

Jum'at, 22/03/2019 15:14 0

Afghanistan

Dua Militer AS Tewas dalam Pertempuran dengan Taliban

Kematian mereka terjadi tiga bulan setelah seorang anggota Pasukan Khusus, Sersan Staf Joshua Z. Beale, tewas di provinsi Uruzgan di Afghanistan tengah.

Jum'at, 22/03/2019 14:58 0

Amerika

AS: Sudah Saatnya Dukung Dataran Tinggi Golan Milik Israel

Dijadwalkan, Netanyahu akan bertemu Trump dan berpidato di hadapan Komite Tiggi untuk Urusan AS-Israel

Jum'at, 22/03/2019 14:54 0

Palestina

Simbol Dukungan, Menlu AS Kunjungi Tembok Ratapan Bersama PM Israel

Tembok Barat kuno atau dikenal tembok ratapan, dianggap tempat ibadah orang Yahudi, terletak di bagian timur kota yang diambil alih Israel dalam perang Timur Tengah 1967.

Jum'at, 22/03/2019 14:17 0

Wilayah Lain

Jumat Pertama Pasca Teror, Ratusan Jamaah Shalat di Luar Masjid Al Noor

Imam masjid Al Noor mengatakan para pekerja telah bekerja keras dengan giat untuk memperbaiki bangunan yang rusak. Beberapa dari mereka menawarkan layanan mereka secara gratis.

Jum'at, 22/03/2019 11:20 0

Suara Pembaca

Teror Christchurch, Teror Berbasis Kemajuan Teknologi

Pembantaian sadis yang terintegrasi dengan budaya internet, begitulah kalimat yang pas untuk aksi teror Tarrant.

Jum'at, 22/03/2019 08:19 0

Manhaj

Brenton Tarrant dan Tabiat Kebencian Orang Kafir kepada Umat Islam

Di dalam ayat ini sangat jelas bahwa orang kafir akan berupaya terus menerus dan lintas generasi untuk menjerumuskan umat Islam kepada kekafiran, berbagai cara akan mereka lakukan.

Jum'at, 22/03/2019 06:36 0

Wilayah Lain

Pasca Serangan Teroris 15 Maret, Selandia Baru Perketat Aturan Senjata Api

Selandia Baru akan melarang penjualan senapan serbu semi-otomatis standar militer berdasarkan undang-undang baru yang lebih ketat.

Kamis, 21/03/2019 14:27 0

Eropa

Islamofobia Meningkat di Jerman, Muslimah Hamil Dipukuli Pria Tak Dikenal

Setelah menghina dan mencaci jilbab yang dikenakan, pria itu meninju perut muslimah tersebut.

Kamis, 21/03/2019 14:03 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Teror Selandia Baru dan Industri Islamofobia

Khutbah Jumat: Teror Selandia Baru dan Industri Islamofobia

Kamis, 21/03/2019 13:54 0

Close