... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Di Konferensi Bela Palestina, Muslimah Uighur Ungkap Kekejaman Cina

Foto: muslimahUighur, Khadijah (oleh: Taufiq/kiblat)

KIBLAT.NET, Putrajaya – Khadijah, seorang muslimah asal Uighur turut memberikan pidato dalam “Konferensi NGO ASEAN untuk mempertahankan Al-Quds dan Masjidil Aqsha” di Malaysia. Dalam kesempatan tersebut, ia mengaku sangat terkagum dengan sosok Mantan Presiden Palestina, Yasser Arafat.

“Yasser Arafat begitu terkenang buat saya karena sejak kecil diceritakan oleh ibu saya. Dia merupakan tokoh yang selalu vokal menentang agresi israel, sosoknya memberikan inspirasi bagi saya,” katanya di auditorium JAKIM, pada Sabtu (23/03/2019).

Ia lantas mempersamakan diskriminasi yang ia alami di Turkistan Timur dengan umat Islam di Palestina. Salah satunya adalah sama-sama dipersulit untuk beribadah.

“Negara kita juga sama-sama dihilangkan dari peta. Kami sangat tahu Palestina dijajah oleh Israel,” tuturnya.

Selain itu, ia juga mendemonstrasikan berbagai diskriminasi yang dialami oleh muslim Uighur. Yaitu dipaksa untuk minum alkohol di bulan Ramadhan.

“Kemudian seseorang dihukum karena menjadi seorang muslim.  Masjid-masjid diubah menjadi bar,” ucapnya.

Khadijah juga mempertontonkan adanya perubahan lafal azan oleh pemerintah Cina di Uighur. Bahkan, ia mengabarkan adanya penjualan organ dalam muslim Uighur.

“Di Turkistan Timur pun dipaksa nikah dengan warga Cina dan dilarang melakukan pendidikan Islam, membaca Yasin dan perayaan keislamaan. NGO juga tidak bisa masuk ke sana,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

KISPA: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa Indonesia sangat peduli pada bangsa Palestina.

Sabtu, 23/03/2019 19:37 0

Indonesia

Ingin Berantas Hoaks dengan UU Terorisme, PKS Nilai Wiranto Gegabah

Menurut PKS, Wiranto semestinya paham konten dan konteks penggunaan UU Terorisme.

Sabtu, 23/03/2019 06:20 1

Indonesia

Wacanakan Penyebar Hoaks Dijerat UU Terorisme, Wiranto Dinilai Meneror Masyarakat

"Pernyataan itu menunjukkan dia gagal paham tentang Undang-Undang Terorisme. Sehingga, tidak lagi melihat perbedaan antara terorisme dengan hoaks. Mungkin karena dia berbicara berpihak pada salah satu paslonnya,"

Jum'at, 22/03/2019 16:17 0

Indonesia

Pascabanjir Bandang, BAZNAS Bangun Jembatan Darurat di Sentani

BAZNAS Bangun Jembatan Darurat di Sentani

Jum'at, 22/03/2019 15:48 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Membentuk Anak untuk Memiliki Konsep Diri yang Baik

KIBLAT.NET- Menumbuhkan keluarga dengan konsep percaya diri bisa dilakukan dengan memberikan pengakuan dan penghargaan. Sehingga...

Jum'at, 22/03/2019 15:14 0

Suara Pembaca

Teror Christchurch, Teror Berbasis Kemajuan Teknologi

Pembantaian sadis yang terintegrasi dengan budaya internet, begitulah kalimat yang pas untuk aksi teror Tarrant.

Jum'at, 22/03/2019 08:19 0

Manhaj

Brenton Tarrant dan Tabiat Kebencian Orang Kafir kepada Umat Islam

Di dalam ayat ini sangat jelas bahwa orang kafir akan berupaya terus menerus dan lintas generasi untuk menjerumuskan umat Islam kepada kekafiran, berbagai cara akan mereka lakukan.

Jum'at, 22/03/2019 06:36 0

Indonesia

Mantan Ketua KPK Sarankan Jokowi Tunjuk Plt Gantikan Menteri Agama

Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas Sarankan Presiden Tunjuk Plt Gantikan Menteri Agama

Kamis, 21/03/2019 21:40 0

Indonesia

TPK Serahkan Keterangan Hasil Autopsi Siyono Kepada Hakim Praperadilan

TPK Serahkan Keterangan Hasil Autopsi Siyono Kepada Hakim Praperadilan

Kamis, 21/03/2019 21:04 0

Indonesia

Bantah Pernyataan Wiranto, Prof. Mudzakir: Hoaks Beda Jauh dengan Terorisme

Pakar Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Prof. Mudzakir SH, MH menyebut Wiranto berlebihan dalam langkahnya yang ingin tangani kasus hoaks dengan UU terorisme.

Kamis, 21/03/2019 18:21 0

Close