... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Wacanakan Penyebar Hoaks Dijerat UU Terorisme, Wiranto Dinilai Meneror Masyarakat

Foto: Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto.

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Kajian Strategis dan Kebijakan Publik Pusat Hak Asasi Muslim (PUSHAMI) Jaka Setiawan, menilai wacana Menteri Korrdinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto yang akan menjerat penyebar hoaks dengan UU Terorisme adalah pernyataan yang panik dan tidak memahami persoalan.

“Pernyataan itu menunjukkan dia gagal paham tentang Undang-Undang Terorisme. Sehingga, tidak lagi melihat perbedaan antara terorisme dengan hoaks. Mungkin karena dia berbicara berpihak pada salah satu paslonnya,” kata Jaka di Jakarta, Jumat (22/03/2019).

Padahal, dia harus meminta aparat penegak hukum agar menindak pelaku hoaks itu sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” imbuhnya.

Kalau Wiranto ingin menerapkan UU Terorisme Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, menurut Jaka mantan Panglima ABRI itu sedang melakukan terorisme. “Artinya, Wiranto sebenarnya sedang melakukan teror kepada masyarakat,” lanjut Jaka.

Jaka menjelaskan, dari segi substansinya, UU Antiterorisme tidak bisa digunakan untuk membasmi hoaks. Menurutnya, definisi tentang teror adalah kekerasan atau ancaman kekerasan yang menyebabkan ketakutan masal dan bisa menimbulkan korban yang massal, mengancam objek vital strategis, dengan motif ideologi, politik, dan keamanan.

“Nah, jadi justru kalau dia mengatakan itu (hoaks harus diberantas dengan UU Terorisme), ini pembisiknya buat Wiranto malu. Ancaman kekerasan itu justru keluar dari mulut Wiranto,” sambungnya.

Jaka menegaskan, tidak ada satu pasal pun yang mengatur tentang hoaks di UU Terorisme. Karenanya, ia menilai pernyataan Wiranto sangat berlebihan dan gagal paham.

BACA JUGA  Komisi III DPR Ingatkan Pentingnya Perlindungan Hukum Bagi Guru

“Jadi, tolong Wiranto dan pembantu-pembantunya baca UU Antiterorisme, jangan asal-asalan mengelola negara. Nanti bisa-bisa dia yang disebut teroris di mata rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Reporter: Imam S.
Editor: Imam S

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Membentuk Anak untuk Memiliki Konsep Diri yang Baik

KIBLAT.NET- Menumbuhkan keluarga dengan konsep percaya diri bisa dilakukan dengan memberikan pengakuan dan penghargaan. Sehingga...

Jum'at, 22/03/2019 15:14 0

Afghanistan

Dua Militer AS Tewas dalam Pertempuran dengan Taliban

Kematian mereka terjadi tiga bulan setelah seorang anggota Pasukan Khusus, Sersan Staf Joshua Z. Beale, tewas di provinsi Uruzgan di Afghanistan tengah.

Jum'at, 22/03/2019 14:58 0

Amerika

AS: Sudah Saatnya Dukung Dataran Tinggi Golan Milik Israel

Dijadwalkan, Netanyahu akan bertemu Trump dan berpidato di hadapan Komite Tiggi untuk Urusan AS-Israel

Jum'at, 22/03/2019 14:54 0

Palestina

Simbol Dukungan, Menlu AS Kunjungi Tembok Ratapan Bersama PM Israel

Tembok Barat kuno atau dikenal tembok ratapan, dianggap tempat ibadah orang Yahudi, terletak di bagian timur kota yang diambil alih Israel dalam perang Timur Tengah 1967.

Jum'at, 22/03/2019 14:17 0

Wilayah Lain

Jumat Pertama Pasca Teror, Ratusan Jamaah Shalat di Luar Masjid Al Noor

Imam masjid Al Noor mengatakan para pekerja telah bekerja keras dengan giat untuk memperbaiki bangunan yang rusak. Beberapa dari mereka menawarkan layanan mereka secara gratis.

Jum'at, 22/03/2019 11:20 0

Suara Pembaca

Teror Christchurch, Teror Berbasis Kemajuan Teknologi

Pembantaian sadis yang terintegrasi dengan budaya internet, begitulah kalimat yang pas untuk aksi teror Tarrant.

Jum'at, 22/03/2019 08:19 0

Manhaj

Brenton Tarrant dan Tabiat Kebencian Orang Kafir kepada Umat Islam

Di dalam ayat ini sangat jelas bahwa orang kafir akan berupaya terus menerus dan lintas generasi untuk menjerumuskan umat Islam kepada kekafiran, berbagai cara akan mereka lakukan.

Jum'at, 22/03/2019 06:36 0

Wilayah Lain

Pasca Serangan Teroris 15 Maret, Selandia Baru Perketat Aturan Senjata Api

Selandia Baru akan melarang penjualan senapan serbu semi-otomatis standar militer berdasarkan undang-undang baru yang lebih ketat.

Kamis, 21/03/2019 14:27 0

Eropa

Islamofobia Meningkat di Jerman, Muslimah Hamil Dipukuli Pria Tak Dikenal

Setelah menghina dan mencaci jilbab yang dikenakan, pria itu meninju perut muslimah tersebut.

Kamis, 21/03/2019 14:03 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Teror Selandia Baru dan Industri Islamofobia

Khutbah Jumat: Teror Selandia Baru dan Industri Islamofobia

Kamis, 21/03/2019 13:54 0

Close