... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pasca Serangan Teroris 15 Maret, Selandia Baru Perketat Aturan Senjata Api

Foto: AR-15 yang digunakan Brenton Tarrant dalam aksi biadabnya di masjid Selandia Baru.

KIBLAT.NET, Wellington – Selandia Baru akan melarang penjualan senapan serbu semi-otomatis standar militer berdasarkan undang-undang baru yang lebih ketat. Senapan serbu jenis inilah yang digunakan Brendon Tarrant, pria 28 tahun asal Australia, membunuh 50 orang dalam aksi penembakan masal paling buruk di negara itu. Demikian pernyataan Perdana Menteri Jacinda Ardern pagi ini.

Pada hari Jumat 15 Maret pekan lalu, serangan teroris di 2 masjid kota Christchurch yang menewaskan 50 Muslim dan melukai puluhan lainnya telah membuat catatan buruk dalam sejarah Selandia Baru yang selama ini damai.

Undang-undang baru ini akan menjadi dasar hukum pelarangan senjata semi-otomatis standar militer, termasuk skema pembelian kembali atau buy-back.

“Kabinet sepakat memperketat peraturan senjata api pada hari Senin 72 jam setelah aksi teroris keji di Christchurch. Sekarang, enam hari pasca serangan, kami umumkan larangan seluruh senapan serbu dan semi-otomatis standar militer (MSSA) di Selandia Baru,” kata Ardern seperti dilansir New Zealand Herald edisi Kamis (21/03).

Spare-part terkait yang bisa digunakan untuk mengubah senjata api menjadi MSAA juga dilarang, termasuk seluruh magazine berkapasitas banyak.

Negara tetangga, Australia, sudah lebih dahulu melarang senjata semi-otomatis satu paket dengan program pembelian kembali senjata menyusul penembakan masal di Port Arthur tahun 1996 yang menyebabkan 35 orang tewas dan luka-luka.

Armalite 15, nama lain senapan serbu M-16 produk pabrikan colt AS juga dipakai dalam insiden Port Arthur dan sejumlah insiden penembakan masal lainnya di AS.

BACA JUGA  Perusahaan Animasi Jepang Dibakar, Penggemar Kategorikan Aksi Teror

“Pada tanggal 15 Maret sejarah kita berubah selamanya. Sekarang, undang-undang kita juga akan berubah. Kami umumkan tindakan hari ini atas nama seluruh rakyat Selandia Baru untuk memperkuat aturan mengenahi senjata api dan untuk membuat negara kita menjadi tempat yang lebih aman. Seluruh senjata api semi-otomatis yang digunakan dalam serangan teroris 15 Maret akan dilarang,” kata Ardern.

Ardern mengimbau masyarakat Selandia Baru untuk menyerahkan senjata-senjata mereka. Skema buy-back tengah dirancang sebagai imbalan bagi mereka. “Saya sangat yakin bahwa sebagian besar para pemilik senjata yang sah di Selandia Baru akan bisa memahami bahwa langkah ini merupakan bagian dari kepentingan nasional, dan mereka akan mengambil langkah perubahan.”

Menteri Polisi Selandia Baru, Stuart Nash, menjelaskan sejata jenis MSAA seperti AR-15 nantinya hanya boleh digunakan oleh polisi dan anggota militer. Ada pengecualian untuk kaliber 0.22  bagi petani untuk keperluan mengusir hama dan berburu.

Selandia Baru adalah negara dengan jumlah penduduk kurang dari 5 juta orang. Diperkirakan terdapat 13.500 senapan serbu semi-otomatis standar militer (MSAA) dari 1,2 hingga 1,5 juta senjata api yang beredar secara keseluruhan. Seseorang berusia 16 atau 18 tahun secara hukum sudah boleh atau memiliki syarat minimal untuk memiliki senjata api jenis ini.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Teror Selandia Baru dan Industri Islamofobia

Khutbah Jumat: Teror Selandia Baru dan Industri Islamofobia

Kamis, 21/03/2019 13:54 0

Indonesia

Ditangkap Densus 88, Yuli Wanita Klaten Meninggal di Tahanan dengan Lambung Robek

Menurut dokter forensik Yuli mengalami pendarahan hebat akibat pengkikisan zat korosif di lambung

Kamis, 21/03/2019 13:38 0

Video News

Inilah Nama-nama Mereka yang Gugur di Teror Selandia Baru

KIBLAT.NET- 15 Maret 2019 menjadi hari berdarah bagi umat Islam di dunia. Muslim yang tengah...

Kamis, 21/03/2019 13:01 0

Indonesia

Lagi, Warga Klaten Meninggal Dunia Setelah Ditangkap Densus 88

Warga desa Joton, Klaten dikagetkan dengan kabar meninggalnya Yuli Rahayuningrum setelah ditangkap Densus 88 pada Kamis (14/03/2019). Bahkan, sebelumnya mereka mengaku tidak percaya atas kabar tersebut.

Kamis, 21/03/2019 11:36 0

Video Kajian

Ust. Muhajirin: Mengapa Mereka Takut Mati?

KIBLAT.NET – Ust. Muhajirin: Mengapa Mereka Takut Mati? Setiap yang hidup akan mati. Seperti itulah...

Kamis, 21/03/2019 09:45 0

Indonesia

Pascateror Christchurch, Azan Shalat Jumat Akan Berkumandang di Seantero Selandia Baru

Perdana Menteri Selandia Baru secara resmi menyatakan akan ada mengheningkan cipta selama dua menit dan azan Jumat akan dikumandangkan di seluruh Selandia Baru

Rabu, 20/03/2019 20:40 0

Indonesia

Pelaku Penganiayaan Siyono Semestinya Dihukum Berat

Pelaku Penganiayaan Siyono Semestinya Dihukum Berat

Rabu, 20/03/2019 19:43 0

Video Kajian

Zoom In : Inilah 5 Fase Kehidupan Manusia

KIBLAT.NET- Sesuai yang diberitakan dalam Al-Quran, ada 5 fase kehidupan manusia yang diawali dari alam...

Rabu, 20/03/2019 18:51 0

Indonesia

Ingin Tangani Hoaks dengan UU Terorisme, Logika Wiranto Dinilai Salah

Nasrullah Nasution menegaskan bahwa wacana Wiranto untuk menangani hoaks dengan undang-undang terorisme adalah logika yang salah.

Rabu, 20/03/2019 16:45 0

Indonesia

Wiranto Ingin Tangani Hoaks dengan UU Terorisme

ia berasumsi bahwa penanganan hoaks bisa menggunakan Undang-undang terorisme

Rabu, 20/03/2019 16:36 0

Close