... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jagal Muslim Bosnia Radovan Karadzic Divonis Penjara Seumur Hidup

Foto: Radovan Karadzic.

KIBLAT.NET, Den Haag – Radovan Karadzic (73) hampir tidak menunjukkan reaksi ketika hakim ketua Vagn Joensen dari Denmark membacakan keputusan hukuman penjara seumur hidup di pengadilan. Publik bersorak ketika hakim Joensen menjatuhkan hukuman baru kepada pembantai ribuan Muslim Bosnia tersebut.

Sebelumnya, PBB pada Rabu (20/03/2019), meminta para hakim untuk menguatkan vonis terhadap mantan politisi Serbia-Bosnia Radovan Karadzic dari sebelumnya 40 tahun.

Karadzic telah mengajukan banding atas vonis bersalah pada tahun 2016 terkait genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang. Dia juga dihukum karena mendalangi kekejaman dalam perang 1992-95 yang menghancurkan negaranya – konflik paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia II.

Mantan politis Bosnia-Serbia itu adalah salah satu tokoh paling senior yang diadili oleh pengadilan kejahatan perang Den Haag. Kasusnya dianggap sebagai kunci dalam memberikan keadilan bagi para korban konflik, yang menewaskan lebih dari 100.000 orang dan jutaan orang kehilangan tempat tinggal.

Kerabat korban perang, konflik paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia II, berkumpul di luar ruang sidang sebelum sidang. Sebuah layar dipasang di pusat peringatan di Srebrenica. Korban selamat dan warga negara Bosnia juga berkumpul di ibukota, Sarajevo, untuk menonton siaran yang ditunda dari Belanda. Ibu-ibu korban, beberapa lansia dan berjalan dengan tongkat, menangis dengan lega setelah menyaksikan putusan itu dibacakan.

BACA JUGA  Habib Rizieq Bantah Tak Lapor KBRI di Arab Saudi Soal Pencekalan

Komandan militer Serbia Ratko Mladic juga menunggu putusan banding atas genosida dan kejahatan perangnya, yang membuatnya dijatuhi hukuman seumur hidup.

Kedua pria itu dihukum atas peran mereka dalam pembantaian oleh pasukan Serbia terhadap 8.000 pria dan anak lelaki Muslim di wilayah Srebrenica timur Bosnia pada Juli 1995.

Jaksa penuntut mengajukan banding atas pembebasan Karadzic atas tuduhan genosida kedua, yang melihat pasukan Serbia mengusir Muslim dan Kroasia dari desa-desa yang dikuasai Serbia dalam kampanye 1992. Hakim pada hari Rabu menolak banding itu.

Pada sidang banding tahun lalu, pengacara penuntut Katrina Gustafson mengatakan kepada panel lima hakim bahwa Karadzic “menyalahgunakan kekuasaannya yang sangat besar untuk menumpahkan darah korban yang tak terhitung jumlahnya. Keadilan mengharuskan dia menerima hukuman setinggi mungkin -hukuman seumur hidup.”

Karadzic selalu berargumen bahwa operasi Serbia-Bosnia selama perang, yang termasuk pengepungan berdarah ibukota, Sarajevo, bertujuan membela Serbia.

Setelah dakwaannya oleh pengadilan di Den Haag, Karadzic tetap bebas selama bertahun-tahun sebelum ia ditangkap di Serbia pada 2008. Dia menyamar sebagai ahli terapi zaman baru.

Pekan lalu, luka perang Bosnia dihidupkan kembali ketika terungkap bahwa supremasi kulit putih berada di balik aksi teror di masjid yang menyebabkan sedikitnya 50 muslim tewas di Selandia Baru.

Pelaku pembantaian, Brenton Tarrant sempat memberikan pujian kepada Radovan Karadzic saat melakukan aksi kejamnya. Brenton memperdengarkan lagu yang sebagian liriknya berbunyi, “Serigala sedang bergerak dari Krajina. Karadzic memimpin orang-orang Serbia; biarkan mereka melihat dan tidak takut pada siapa pun.”

BACA JUGA  Habib Rizieq Sampaikan Lima Amanat Perjuangan di Reuni 212

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Muhajirin: Mengapa Mereka Takut Mati?

KIBLAT.NET – Ust. Muhajirin: Mengapa Mereka Takut Mati? Setiap yang hidup akan mati. Seperti itulah...

Kamis, 21/03/2019 09:45 0

Indonesia

Pascateror Christchurch, Azan Shalat Jumat Akan Berkumandang di Seantero Selandia Baru

Perdana Menteri Selandia Baru secara resmi menyatakan akan ada mengheningkan cipta selama dua menit dan azan Jumat akan dikumandangkan di seluruh Selandia Baru

Rabu, 20/03/2019 20:40 0

Indonesia

Pelaku Penganiayaan Siyono Semestinya Dihukum Berat

Pelaku Penganiayaan Siyono Semestinya Dihukum Berat

Rabu, 20/03/2019 19:43 0

Video Kajian

Zoom In : Inilah 5 Fase Kehidupan Manusia

KIBLAT.NET- Sesuai yang diberitakan dalam Al-Quran, ada 5 fase kehidupan manusia yang diawali dari alam...

Rabu, 20/03/2019 18:51 0

Indonesia

Ingin Tangani Hoaks dengan UU Terorisme, Logika Wiranto Dinilai Salah

Nasrullah Nasution menegaskan bahwa wacana Wiranto untuk menangani hoaks dengan undang-undang terorisme adalah logika yang salah.

Rabu, 20/03/2019 16:45 0

Indonesia

Wiranto Ingin Tangani Hoaks dengan UU Terorisme

ia berasumsi bahwa penanganan hoaks bisa menggunakan Undang-undang terorisme

Rabu, 20/03/2019 16:36 0

Indonesia

Busyro Muqoddas: Polres Klaten Lakukan Pendiaman Kasus Kematian Siyono

Busyro Muqoddas hari ini mendadak mendatangi rumah keluarga Siyono saat proses praperadilan masih berjalan

Rabu, 20/03/2019 14:42 0

Indonesia

Korban Meninggal Banjir Bandang Sentani Capai 104 Orang

Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan bahwa saat ini korban meninggal sudah mencapai 104 orang.

Rabu, 20/03/2019 14:32 0

Indonesia

Pengamat Pendidikan: Ujian Nasional Bukan Tolok Ukur Keberhasilan Siswa

Pengamat pendidikan Ena Nurjanah menilai tidak ada alasan yang signifikan bahwa UN merupakan satu-satunya parameter terbaik untuk mengukur keberhasilan belajar siswa.

Rabu, 20/03/2019 13:39 0

Foto

Begini Suasana Pemakaman Puluhan Korban Teror di Masjid Selandia Baru

Warga muslim tidak bisa memakamkan para korban segera sejak insiden teror pada Jumat itu karena menunggu proses identifikasi. Sehingga pemakaman diundur hingga Rabu.

Rabu, 20/03/2019 10:55 0

Close