... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Islamofobia Meningkat di Jerman, Muslimah Hamil Dipukuli Pria Tak Dikenal

Foto: Muslimah bercadar di Jerman.

KIBLAT.NET, Berlin – Di tengah meningkatnya ancaman ekstremis sayap kanan, seorang muslimah yang hamil diserang oleh seorang pria tak dikenal di Berlin, ibukota Jerman. Setelah menghina dan mencaci jilbab yang dikenakan, pria itu meninju perut muslimah tersebut.

Peristiwa itu dilaporkan terjadi di dekat stasiun kereta Neuk├Âlln. Pria yang membawa anjing itu juga memukul seorang wanita lain dan langsung melarikan diri. Wanita hamil itu dirawat di rumah sakit setelah serangan. Polisi di Berlin telah meluncurkan penyelidikan.

Jerman, negara berpenduduk lebih dari 81 juta orang, memiliki populasi Muslim terbesar kedua di Eropa Barat, setelah Prancis. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak laporan tentang permusuhan terhadap imigran dan komunitas Muslim.

Jumlah serangan terhadap Muslim dan institusi Muslim di Jerman sekitar 570 pada 2018, lebih rendah dari 2017. Namun, jumlah orang yang terluka dalam serangan anti-Muslim telah meningkat. Dari Januari hingga September, pihak berwenang menghitung 578 serangan terhadap Muslim, masjid, dan institusi lain di Jerman. Menurut surat kabar regional Jerman Neue Osnabr├╝cker Zeitung, 40 orang terluka dalam serangan pada 2018.

“Dalam insiden xenophobia lainnya di Hamburg, seorang asing berusia 31 tahun diserang secara verbal dan kemudian dipukuli dan ditendang oleh tiga orang Jerman,” kata polisi setempat pada Selasa (19/03/2019), seperti dilaporkan oleh surat kabar harian Die Welt.

BACA JUGA  Uni Eropa Buka Kantor di Kuwait

Sekitar 2.000 serangan dilaporkan tahun lalu di Jerman, menargetkan para pengungsi dan asrama mereka. Menanggapi pertanyaan oleh Partai Kiri, kementerian dalam negeri Jerman melaporkan bahwa tindakan kriminal yang tercatat berupa penghinaan, kerusakan properti, dan penyerangan fisik.

Mempertimbangkan serangkaian serangan yang bermotivasi rasial terhadap para migran, negara itu telah menunjukkan sikap yang semakin bermusuhan terhadap para imigran, komunitas Muslim, dan minoritas lain seperti Roma.

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Teror Selandia Baru dan Industri Islamofobia

Khutbah Jumat: Teror Selandia Baru dan Industri Islamofobia

Kamis, 21/03/2019 13:54 0

Indonesia

Ditangkap Densus 88, Yuli Wanita Klaten Meninggal di Tahanan dengan Lambung Robek

Menurut dokter forensik Yuli mengalami pendarahan hebat akibat pengkikisan zat korosif di lambung

Kamis, 21/03/2019 13:38 0

Video News

Inilah Nama-nama Mereka yang Gugur di Teror Selandia Baru

KIBLAT.NET- 15 Maret 2019 menjadi hari berdarah bagi umat Islam di dunia. Muslim yang tengah...

Kamis, 21/03/2019 13:01 0

Indonesia

Lagi, Warga Klaten Meninggal Dunia Setelah Ditangkap Densus 88

Warga desa Joton, Klaten dikagetkan dengan kabar meninggalnya Yuli Rahayuningrum setelah ditangkap Densus 88 pada Kamis (14/03/2019). Bahkan, sebelumnya mereka mengaku tidak percaya atas kabar tersebut.

Kamis, 21/03/2019 11:36 0

Video Kajian

Ust. Muhajirin: Mengapa Mereka Takut Mati?

KIBLAT.NET – Ust. Muhajirin: Mengapa Mereka Takut Mati? Setiap yang hidup akan mati. Seperti itulah...

Kamis, 21/03/2019 09:45 0

Indonesia

Pascateror Christchurch, Azan Shalat Jumat Akan Berkumandang di Seantero Selandia Baru

Perdana Menteri Selandia Baru secara resmi menyatakan akan ada mengheningkan cipta selama dua menit dan azan Jumat akan dikumandangkan di seluruh Selandia Baru

Rabu, 20/03/2019 20:40 0

Indonesia

Pelaku Penganiayaan Siyono Semestinya Dihukum Berat

Pelaku Penganiayaan Siyono Semestinya Dihukum Berat

Rabu, 20/03/2019 19:43 0

Video Kajian

Zoom In : Inilah 5 Fase Kehidupan Manusia

KIBLAT.NET- Sesuai yang diberitakan dalam Al-Quran, ada 5 fase kehidupan manusia yang diawali dari alam...

Rabu, 20/03/2019 18:51 0

Indonesia

Ingin Tangani Hoaks dengan UU Terorisme, Logika Wiranto Dinilai Salah

Nasrullah Nasution menegaskan bahwa wacana Wiranto untuk menangani hoaks dengan undang-undang terorisme adalah logika yang salah.

Rabu, 20/03/2019 16:45 0

Indonesia

Wiranto Ingin Tangani Hoaks dengan UU Terorisme

ia berasumsi bahwa penanganan hoaks bisa menggunakan Undang-undang terorisme

Rabu, 20/03/2019 16:36 0

Close