... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pelaku Penganiayaan Siyono Semestinya Dihukum Berat

Foto: Siyono

KIBLAT.NET, Jakarta – Ahli hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Prof. Mudzakir menilai penganiayaan yang berujung pada kematian Siyono oleh aparat Densus 88 merupakan tindak pidana, dan pelaku semestinya dihukum berat.

“Seharusnya itu kan tindak pidana yang sangat jelas, yakni Siyono mati di dalam tahap penyidikan di kantor penyidik, yang semestinya siapa yang bertanggung jawab itu sangat jelas sekali,” kata Mudzakir kepada Kiblat via telepon, Selasa (19/03/2019).

Menurutnya, hal itu juga diperkuat dengan hasil autopsi yang sangat jelas menunjukkan bahwa imam masjid asal Klaten itu meninggal bukan secara alamiah. Sebaliknya, dia meninggal karena ada tindakan kekerasan.

“Oleh sebab itu semestinya dari pihak kepolisian itu memproses pada penyidik yang bersangkutan untuk dimintai pertanggung jawaban terhadap matinya saudara almarhum Siyono ini,” sambung Mudzakir.

Guru Besar Hukum Pidana UII Yogyakarta itu juga mengkritisi sanksi etik yang ditetapkan pada oknum Densus 88. Dia menilai hukuman yang diberikan kepada pihak bersangkutan tidak layak. Semestinya pelaku diberi hukuman berat, karena menyangkut kematian.

“Kalau memang dia itu terbukti melakukan tindakan penganiayaan dan seterusnya yang menimbulkan akibat kematian, mestinya yang bersangkutan diproses ke pengadilan dan selanjutnya dihukum dengan hukum yang berat bagi aparat penegak hukum yang melakukan tindakan penyiksaan,” tuturnya.

Hukuman berat bagi penegak hukum yang menyiksa hingga menyebabkan kematian didasarkan pada dokumen PBB yang telah ditandatangani Indonesia, yang intinya adalah tunduk pada aturan anti penyiksaan dalam konteks proses penegakan hukum. “Mestinya penandatanganan itu akan memberikan yang disebut pemberatan terhadap kasus orang yang bertanggung jawab akan penganiayaan saudara Siyono,” ujar Mudzakir.

BACA JUGA  Kapolri Baru Diminta Selesaikan Kasus Penodaan Agama Ade Armando

Dia menilai kasus kematian Siyono menjadi taruhan Republik Indonesia, yang telah menandatangani dokumen PBB tentang anti penyiksaan. Dengan adanya temuan penyiksaan, maka ada kemungkinan Indonesia ditegur oleh lembaga internasional terkait proses penyidikan Siyono.

“Maka sebaiknya internal kepolisian itu segera untuk memeriksa orang-orang yang bertanggung jawab terhadap kematian saudara Siyono ini,” tandas Mudzakir.

Siyono diciduk Densus 88 pada Maret 2016 tak lama setelah melaksanakan shalat Maghrib di Masjid Muniroh dekat rumahnya di Desa Pogung, Klaten. Beberapa hari berselang dia dipulangkan ke keluarganya dalam keadaan lebam tak bernyawa. Setelah dilakukan autopsi, diketahui Siyono meninggal karena mengalami patah tulang rusuk yang menembus jantung akibat pukulan benda tumpul.

Keluarga yang didampingi Tim Pembela Kemanusiaan (TPK) kemudian melaporkan kasus kematian Siyono ke Polres Klaten pada Mei 2016. Tiga tahun berlalu, tak ada perkembangan dalam penanganan kasus tersebut. TPK kemudian mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Klaten terkait kasus tersebut, dengan Polres Klaten sebagai termohon.

Reporter: Syuja Asadullah
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Zoom In : Inilah 5 Fase Kehidupan Manusia

KIBLAT.NET- Sesuai yang diberitakan dalam Al-Quran, ada 5 fase kehidupan manusia yang diawali dari alam...

Rabu, 20/03/2019 18:51 0

Amerika

Facebook Mengaku Tidak Menerima Laporan Terkait Live Streaming Teror Christchurch

KIBLAT.NET, California – Aksi teror penembakan di Masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch, Selandia Baru...

Rabu, 20/03/2019 15:06 0

Amerika

Aktor Ini Sebut Trump Punya Andil dalam Serangan Teror Cristchurch

"Presiden perlu tahu bahwa dia salah menggunakan retorika ini," kata John Legend.

Rabu, 20/03/2019 13:00 0

Wilayah Lain

Pengacara: “Egg Boy” Dibebaskan Tanpa Tuntutan

William Connolly, mendapat julukan "Egg Boy" setelah aksinya terhadap Senator yang menyalahkan Muslim atas serangan teror Christchurch.

Rabu, 20/03/2019 12:44 0

Wilayah Lain

Segera Diputuskan, Vonis Final terhadap Pembantai Muslim Bosnia Radovan Karadzic

Pembantai Muslim Bosnia Radovan Karadzic mendapat pujian dari Brenton Tarrant yang menghabisi sedikitnya 50 muslim di dua masjid Selandia Baru.

Rabu, 20/03/2019 11:20 0

Foto

Begini Suasana Pemakaman Puluhan Korban Teror di Masjid Selandia Baru

Warga muslim tidak bisa memakamkan para korban segera sejak insiden teror pada Jumat itu karena menunggu proses identifikasi. Sehingga pemakaman diundur hingga Rabu.

Rabu, 20/03/2019 10:55 0

Afrika

Operasi Udara AS Kembali Tewaskan Warga Sipil Somalia

"Nur dan tiga lainnya meninggal di tempat kejadian dan kondisi tubuhnya terbakar habis," kata Abdullah Ali, kerabat Nur.

Rabu, 20/03/2019 10:01 0

Video News

Perdana Menteri Australia: Belajar Islamlah pada Indonesia, Kenapa?

KIBLAT.NET- Pada Selasa, 19 Maret 2019, MUI mengadakan Rapat Pimpinan Harian DP MUI yang berlokasi...

Rabu, 20/03/2019 09:51 0

Suriah

Pemerintah Darurat Idlib Mulai Rekonstruksi Kota Al-Atareb

Sebelumnya, Pemerintah Darurat menetapkan biaya registrasi mobil di wilayah-wilayah yang sudah dibebaskan di Suriah utara. Setiap mobil yang ada harus memiliki surat-surat.

Rabu, 20/03/2019 09:15 0

Afghanistan

AS Boikot Penasihat Keamanan Nasional Afghanistan

Pemboikotan itu terjadi karena perbedaan pandangan tajam menyikapi negosiasi dengan Imarah Islam Afghanistan (Taliban)

Rabu, 20/03/2019 08:08 0

Close