... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tampilkan Sisi Humanis Brenton Tarrant, Tabloid Barat Panen Kecaman

Foto: Halaman majalah Daily Mirror

KIBLAT.NET, London – Para pengguna media sosial mengecam keras sejumlah koran dan tabloid Barat atas liputan mereka terkait serangan teroris ke dua masjid di Selandia Baru. Sebabnya, koran-koran dan tabloid tersebut mencoba menggambarkan “terduga” pelaku utama serangan sebagai sosok individu secara manusiawi.

Sedikitnya 49 Muslim tewas dan 40 lainnya luka-luka akibat serangan brutal yang dilakukan oleh Brenton Tarrant, pria 28 tahun asal Australia, dengan menembaki secara acak jamaah masjid di distrik Christchurch, Selandia Baru.

Dengan melabeli si penjahat Brenton Tarrant sebagai “bocah suci yang tumbuh menjadi seorang penjahat pembunuh masal ekstrim kanan”, tabloid Inggris the Daily Mirror merilis sebuah foto Tarrant ketika masih kanak-kanak dan menggambarkannya sebagai “guru olah raga yang berdedikasi dan disukai yang sedang menjalankan program atletik untuk anak-anak”.

Merespon hal tersebut, seorang kolumnis Inggris Owen Jones mengecam cara framing tabloid itu menyajikan berita dan mengatakan mereka telah membelokkan fokus terhadap korban ke pelaku yang ia sebut sebagai “teroris”.

Sangat tidak mungkin sebuah koran menampilkan foto masa kecil pelaku aksi teror “seandainya” pelakunya adalah Muslim yang membunuh 49 orang Kristen di dalam gereja, dan menyebut pelaku tersebut sebagai “bocah malaikat”. Mengalihkan fokus terhadap korban kepada pertanyaan “bagaimana mungkin seorang bocah kulit putih semanis itu bisa menjadi teroris” adalah cara-cara yang sangat mengerikan dan bajingan. Demikian kecaman keras Jones yang menggunakan kata-kata sarkasme.

BACA JUGA  Studi: Banyak Aktor Pemerintah dan Parpol Manipulasi Opini Publik di Medsos

Melalui akun Twitternya, direktur kreatif asal Inggris Nooruddean Choudry juga mengkritik headline tabloid tersebut dengan menyatakan para korban adalah orang-orang yang tidak bersalah, tetapi mengapa Tarrant di-framing secara humanis.

Sudut pandang apa yang digunakan untuk menggambarkan aksi terorisme barbar itu? Tak satupun nama korban yang diangkat dan diberikan simpati secara manusiawi, sebaliknya si penjahat teroris malah disebut sebagai “bocah malaikat” dan di paragraf pertama digambarkan sebagai orang baik yang suka bekerja keras.

Wartawan Inggris dan presenter BBC, Shaimaa Khalil, juga mengkritik headline dan mengecam the Daily Mail karena menggunakan diksi yang sama yang menggambarkan Tarrant sebagai “orang kulit putih pada umumnya” dalam edisi Jumat.

“49 Muslim dibunuh secara masal di 2 masjid ketika mereka sedang beribadah. Ok, cukuplah tentang mereka! (Sekarang) jelaskan kepada kami apa maksud “bocah malaikat” dan “orang kulit putih biasa” yang telah membantai mereka semua. Demikian kecam Khalil dalam cuitan di akun Twitternya.

Pada hari Sabtu (16/03/2019), the Daily Mail melaporkan bahwa nenek terduga penyerang bereaksi seolah tak percaya dengan apa yang terjadi. Tarrant digambarkan sebagai “seorang anak yang baik”. Ketika sebagian besar media sosial fokus bereaksi ke koran Inggris, ternyata beberapa tabloid Australia juga menuai banyak kritikan atas laporan mereka.

Sebagaimana the Daily Mirror dan the Daily Mail, tabloid-tabloid Australia juga lebih memberikan fokus kepada terduga pelaku utama serangan teror, bukan kepada para korban, termasuk menampilkan gambar-gambar capturedari livestreaming pada saat terjadi insiden. Padahal, polisi Aussie & N.Z. sudah meminta untuk tidak men-share adegan-adegan tersebut.

BACA JUGA  Studi: Banyak Aktor Pemerintah dan Parpol Manipulasi Opini Publik di Medsos

Halaman depan the West Australian menampilkan gambar saat terjadi serangan dan mendeskripsikan Tarrant sebagai “Hanya orang kulit putih biasa, berusia 28 tahun. Lahir dan hidup di Australia sebagai kelas pekerja, bersama keluarganya yang berpenghasilan rendah.”

The Guardian melaporkan, halaman tersebut sudah dibagikan melalui Twitter yang kini telah dihapus oleh editor senior Anthony De Ceglie. Kasus yang sama, tabloid the Australian Courier Mail menyebut terduga pelaku utama sebagai “orang gila kelas pekerja” sementara di halaman depan the Herald Sun tertulis “Livestream pembantaian”.

Tarrant, warga Australia terduga pelaku aksi teror di 2 masjid Selandia Baru, pada hari Sabtu muncul di Pengadilan Negeri Christchurch dan didakwa dengan pasal pembunuhan. Ia akan kembali ditahan tanpa proses pembelaan hingga sidang berikutnya di Pengadilan Tinggi kota South Island pada tanggal 5 April mendatang.

Dengan tangan diborgol dan tanpa alas kaki, Tarrant terlihat mengenakan seragam tahanan berwarna putih. Wajah buruknya terlihat menyeringai tanpa mengeluarkan kata-kata, kecuali hanya memberikan kode “OK” terbalik sebagai simbol yang biasa dipakai oleh aliran atau kelompok-kelompok rasis “white power” di seluruh dunia.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Ketika Hati Tak Bersatu di Medan Jihad

KIBLAT.NET – Ust. Abu Rusydan: Ketika Hati Tak Bersatu di Medan Jihad. Syaikh Abdullah Azzam...

Selasa, 19/03/2019 10:33 0

Indonesia

MUI Berharap PM Selandia Baru Usut Tuntas Kasus Teror Masjid

Sekjen MUI Anwar Abbas berharap agar pemerintah Selandia Baru mengusut hingga ke akar-akarnya.

Selasa, 19/03/2019 10:32 0

Video News

Kisah Hambali 3 Tahun Disiksa CIA dengan Tanpa Busana

KIBLAT.NET- Mayor James Valentine, pengacara Hambali alias Encep Nurjaman seorang pria kelahiran Cianjur mengatakan bahwa...

Selasa, 19/03/2019 07:10 0

Indonesia

Korban Banjir Bandang Sentani Terus Bertambah, 79 Orang Meninggal

Jumlah korban banjir bandang yang menerjang Sentani Provinsi Papua terus bertambah

Senin, 18/03/2019 15:20 0

Indonesia

Kepolisian Belum Siap, Sidang Perdana Praperadilan Siyono Diundur

KIBLAT.NET, Klaten – Sidang Perdana Praperadilan kasus Siyono yang dijadwalkan akan digelar hari ini diundur...

Senin, 18/03/2019 14:34 0

Manhaj

Kata Kafir dan Kebiasaan Yahudi Menyelewengkan Istilah Syar’i

Karena itu, istilah kafir tidak bisa dihapus atau diganti dengan istilah lain untuk menyebutkan mereka yang non-muslim. Tidak bisa dimaknai atau diganti dengan pengertian yang menghilangkan konsekuensi hukum syar'i

Senin, 18/03/2019 14:10 1

Indonesia

Sidang Pertama Praperadilan Siyono, Kuasa Hukum Siap dengan Bukti-bukti

Sidang perdana kasus pembunuhan Siyono digelar di Pengadilan Negeri Klaten pada Senin (18/03/2019).

Senin, 18/03/2019 14:10 0

Video News

Konferensi Pers Kementerian Agama Terkait Kasus Suap Pengisian Jabatan di Kemenag

KIBLAT.NET, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku pihaknya akan kooperatif dalam penanganan hukum...

Senin, 18/03/2019 14:06 0

Indonesia

Senator Jakarta: Pernyataan Anning Memicu Kekerasan Terhadap Muslim

"Anda memalukan! Komentar Anda terkait Islam dan komunitas muslim tidak punya tempat di dunia ini,” kata Fahira.

Senin, 18/03/2019 13:20 0

Indonesia

Begini Strategi Para Cawapres Hadapi Revolusi 4.0

KIBLAT.NET, Jakarta – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) baik di dalam maupun luar negeri masih bertumpu...

Senin, 18/03/2019 12:47 0

Close