Bimas Islam Beri Penjelasan Soal Isu Larangan Azan Hingga Zakat ASN

KIBLAT.NET, Sentul – Direktur Jenderal Bimbingan Bimbingan Masyarakat Islam, Dr. Muhammadiyah Amin mengklarifikasi isu-isu yang setahun terakhir menerpa Bimas Islam Kementerian Agama.

Dalam pemaparannya, ia menuturkan ada tujuh isu yang beredar di masyarakat pada 2018. Diantaranya soal data masjid radikal, kartu nikah, pengeras suara, nikah dini, mubaligh media, penceramah rekomendasi Kemenag, dan zakat ASN.

Soal 200 penceramah rekomendasi Kemenag yang dirilis menjelang ramadhan tahun lalu, Amin menjelaskan bahwa pada saat itu jumlahnya 200 karena hanya berasal dari daftar penceramah di beberapa masjid besar di Jakarta. Diantaranya masjid Istiqlal, masjid At-Tin, dan masjid Sunda Kelapa.

“Yang rame juga saat itu karena Ustadz Abdul Somad tidak masuk dalam daftar. Padahal saat itu UAS sudah dihubungi, beliau bilang bahwa jadwalnya sudah penuh hingga 2020. Jadi beliau minta namanya tidak usah dimasukkan,” terang Amin saat membuka pelatihan fotografi Bimas Islam di Hotel Lor-in Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (18/03/2019).

Ia juga menjelaskan terkait isu pelarangan azan. Amin menyebut isu tersebut adalah fitnah. Ia juga menampik isu-isu lain yang dinilai menyerang Bimas Islam.

“Azan dihapus, pengeras suara dihilangkan itu adalah fitnah yang sebenarnya tidak seperti itu adanya. Ya pasti kami jelaskan, kami menjelaskan baik perorangan maupun kelompok yang minta penjelasan kepada kami,” kata Amin.

Dalam kesempatan yang sama, Amin juga membantah berbagai isu yang ada. Namun ia menilai, viralnya isu-isu tersebut akibat kesalahpahaman masyarakat semata.

BACA JUGA  Investasi Miras Dibuka, PKS: Membahayakan Moral Bangsa

“Ternyata mereka tidak membaca (edaran), hanya mendengar-dengar saja. Sehingga diplesetin oleh mereka,” imbuh Amin.

Amin menilai, adalah hal yang wajar jika tidak semua orang sependapat dengan Bimas Islam. Sebagian ada yang setuju, ada juga yang menolak.

“Jadi ada yang menerima baik memang seperti itu adanya. Ada juga yang menolak, bahkan memviralkan bertolak apa yang kami sampaikan,” pungkasnya.

Reporter: Qoid
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat