... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Hambali Dikabarkan Menjalani Penyiksaan CIA Selama Tiga Tahun

Foto: Pengacara Hambali, James Valentine memegang foto Hambali, bersama Ahmad Michdan (TPM). (Foto: Jundii/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Mayor James Valentine, pengacara Hambali alias Encep Nurjaman seorang pria kelahiran Cianjur mengatakan bahwa kliennya sedang ditahan pemerintah Amerika Serikat sejak 2003, dan selama tiga tahun pertama, Hambali dikabarkan menjalani siksaan yang sangat berat.

“Menurut investigasi yang dilakukan Senator AS, Dianne Fenstein, Hambali ditahan sejak 2003, dan selama tiga tahun pertama, dia disiksa dengan siksaan khusus, dan tempat penyiksaanya masih dirahasiakan sampai saat ini,” ujar James di Kantor Tim Pengacara Muslim, Jl. Fatmawati No. 22 FG, Jakarta Selatan, Sabtu (16/03/2019).

James menjelaskan, Hambali ditangkap di Thailand pada tahun 2003, karena dituduh terlibat dalam peristiwa Bom Bali 2002 dan pemboman Hotel JW Marriot pada 2003. Selama tiga tahun pertama, Hambali diinvestigasi dan disiksa di tahanan Super Maximum Securityl (SMS), penjara dengan sistem kemanan maksimal.

Di penjara SMS itu, Hambali dibiarkan sendirian selama tiga tahun. Penyiksaan pun dilakukan dengan kondisi Hambali tidak mengenakan pakaian barang selembar pun, dengan posisi kaki diborgol di lantai.

“Ada juga sleep divervision, Hambali dipaksa tidak boleh tidur, kadang dia juga digantung dengan tangannya diborgol di atas selama berhari-hari. Ia juga diikat dalam keadaan tiduran, juga dibiarkan kelaparan, dipukuli, dan walling, tubuhnya dihantam ke tembok,” jelas James.

Foto Hambali diambil oleh Palang Merah Internasional, sekitar enam bulan lalu

Foto Hambali diambil oleh Palang Merah Internasional, sekitar enam bulan lalu

James mengungkapkan, berdasarkan investigasi Dianne, diketahui ada seorang kepala investigator yang membungkam Hambali untuk tidak mengungkap penyiksaan yang dialaminya itu ke dunia luar.

BACA JUGA  Pengacara: Kakek Korban Sebut Ada Polisi Datang Sebelum Habib Bahar Dilaporkan

Ia yang berpangkat Mayor, dan hidup di lingkungan militer itu pun secara tegas menyatakan bahwa apa yang dialami Hambali adalah sebuah pelanggaran hukum baik hukum AS maupun Internasional, dan tentunya merupakan pelanggaran HAM yang diatur PBB.

“Saya melihat apa yang dilakukan terhadap Hambali tidak manusiawi, saya akan bantu semaksimal mungkin untuk kebaikan Hambali,” tukasnya.

Sementara itu, Ahmad Michdan, Pembina Tim Pengacara Muslim menjelaskan, kedatangan James ke Indonesia dan konferensi pers bersama ini adalah karena referensi Hambali, untuk menghubungkan James ke TPM.

“James direferensikan ke TPM oleh Hambali, disebut nama-nama kami di situ. Kami akan bantu James sebisa mungkin. Karena penyiksaan terhadap Hambali sudah tidak dalam batas manusiawi, terlebih dia adalah WNI,” ujarnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Amerika Tolak Diadili Atas Kejahatan Perang di Afghanistan

Anggota militer dan badan intelijen AS diduga melakukan tindakan penyiksaan, perlakuan kejam, kemarahan terhadap martabat pribadi, pemerkosaan dan kekerasan seksual terhadap tahanan dalam konflik di Afghanistan

Ahad, 17/03/2019 12:52 0

Inggris

Jamaah Masjid di London Diserang Pasca Aksi Teror di Selandia Baru

KIBLAT.NET, London – Seorang pria berusia 27 tahun mengalami luka di kepalanya setelah seorang pria...

Ahad, 17/03/2019 12:16 0

Tarbiyah Jihadiyah

Menjalani Hidup dengan Mentalitas Mujahid

Terkadang ketika membaca ayat-ayat tentang jihad, kita membayangkan untuk diri sendiri. Sungguh cita-cita yang besar karena jihad adalah amalan tertinggi di dalam Islam.

Ahad, 17/03/2019 11:57 0

Opini

Taliban Adalah Sang Pembebas

Sebuah interview dengan juru bicara Imarah Islam (Taliban), Zabihullah Mujahid, yang disiarkan oleh stasiun TV Shamshad bisa dikatakan sangat menarik, komprehensif, dan menjawab banyak hal penting.

Ahad, 17/03/2019 11:40 0

Video Kajian

Al-Muhaisini: Ini Respon Dunia Andai Pelaku Teror Selandia Baru Muslim

KIBLAT.NET – Al-Muhaisini: Ini Respon Dunia Andai Pelaku Teror Selandia Baru Muslim. Penyerangan brutal terhadap...

Ahad, 17/03/2019 11:16 0

Editorial

Editorial: Ada “Brenton” di Negeri Kita

Tak habis pikir mengapa ada manusia seperti Brenton Tarrant. Menenteng senjata semi otomatis yang penuh mantra, ia tuju sebuah masjid yang sedang bersiap menggelar Jumatan.

Ahad, 17/03/2019 10:49 0

Video News

Farid Ridwanuddin: Investor Asing Ancam Rakyat Pesisir

KIBLAT.NET, Jakarta – Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Ekonomi mendesak DPR-RI untuk menunda atau menghentikan...

Ahad, 17/03/2019 09:30 0

Video News

Ketua PPP Diperiksa KPK, Ini Pesan Ust. Bachtiar Nasir untuk Politikus Muslim

KIBLAT.NET, Jakarta – Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) memberikan pernyataan sikap insiden aksi...

Ahad, 17/03/2019 09:00 0

Video News

Dr. Henri Shalahuddin: Ini Alasan Kenapa MIUMI Tolak RUU P-KS

KIBLAT.NET, Jakarta – Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) memberikan pernyataan sikap insiden aksi...

Ahad, 17/03/2019 08:45 0

Feature

Teror Christchurch & Warisan Kolonialisme

Jika kini kaum kulit putih rasialis itu mengeluhkan soal imigran, maka seharusnya mereka sadar, leluhur merekalah yang dahulu menjadi tamu tak diundang dan merampas kekayaan dan kemerdekaan orang-orang yang mereka jajah. Meninggalkan warisan kolonialismenya hingga saat ini.

Sabtu, 16/03/2019 21:22 0

Close