... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Islam Bukan Sekedar Spirit, Tapi Ideologi yang Harus Diterapkan

Foto: Ilustrasi bendera Rasulullah SAW, Ar-Rayah dan Al-Liwa.

Penulis: Luluk Aviva

Dilansir dari Merdeka.com, disampaikan ketika berceramah dalam diskusi publik dan pembekalan relawan pemenangan 01 se-Jawa barat dihotel Papandayan (Bandung, Sabtu 02/03/2019) bahwa ustadz Yusuf Mansur menilai capres 01 Joko Widodo (Jokowi) adalah sosok yang memberikan harapan sebagai kepala negara maupun pemimpin keluarga yang sukses.

Ustadz Yusuf Mansur juga menilai Jokowi memiliki spirit kenabian yang layak ditiru. Dia juga mengajak masyarakat meneladani kebaikan pemimpin. Jika beliau memiliki spirit nabi Musa ikuti, jika beliau memiliki spirit nabi Adam ikuti, jika beliau memiliki spirit nabi Muhammad SAW ikuti. Beliau juga bercerita sisi religius Jokowi berdasarkan pandangan pribadinya bahwasanya Jokowi tetap menjaga sholat dan puasa Senin-Kamis.

Dari uraian di atas menunjukkan bahwa beliau sosok yang religius, rajin menunaikan shalat, dan puasa Senin-Kamis, memberikan harapan kepada rakyat bak nabi yang tak putus menanamkan asa kepada rakyatnya ketika menghadapi ujian dan cobaan. Dengan spirit kenabian yang dimiliki maka sangat layak menjadi pemimpin negeri muslim terbesar di dunia ini.

Pemikiran seperti itu merupakan sesuatu yang jamak di tengah-tengah masyarakat. Ukuran keislaman seseorang hanya dinilai dari shalat, puasa, zakat, dan hajinya  atau hanya dilihat baik akhlaknya semata. Maka seorang yang shalatnya rajin, banyak puasa sunnah, akhlaknya mulia dianggap sebagai orang yang shalih, agamanya tak tercela. Padahal spirit atau aspek ruhiah Islam hanya satu bagian saja dari pengamalan Islam, masih banyak aspek lain dari Islam.

Dunia Islam pada umumnya, hari ini didominasi oleh ideologi kapitalisme yang mengemban ideologi sekulerisme yaitu memisahkan agama dari kehidupan yang berarti pula memisahkan agama dari politik dan kekuasaan. Islam tidak ada bedanya dengan agama Kristen, Hindu, Budha, dan yang lainnya hanya sekedar agama ruhiah (spirit) yang hanya mengatur urusan yang bersifat ruhiah, sementara urusan yang bersifat duniawi semisal politik bebas diatur dengan keinginan dan kehendak manusia.

Padahal Islam berbeda dengan agama yang lain. Islam bukan sekedar agama ruhiah (spirit) tapi Islam merupakan ideologi. Menurut Kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), ideologi merupakan kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup. Dan dari referensi lain yaitu An-Nabhani menyatakan bahwa ideologi adalah aqidah rasional yang mampu melahirkan peraturan kehidupan.

Ideologi secara definisi meniscayakan menjadikan dia sebagai asas dalam mengatur kehidupan, demikian halnya Islam sebagai ideologi, harus dijadikan asas dalam seluruh aspek kehidupan baik masalah pakaian, makanan, minuman, akhlak, politik, pendidikan, sosial, ekonomi, dan sebagainya.

Islam bukan hanya sekedar agama ritual/ruhiah/spirit tapi sebagai ideologi yang berasal dari wahyu yaitu dari Allah SWT pencipta manusia dan alam semesta yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW dan telah dicontohkan penerapan dalam kehidupan sejak beliau menegakkan Daulah (khilafah) Islamiyyah di Madinah sampai kekhilafahan yang terkahir yaitu Turki Utsmani selama kurang lebih 14 abad menjadi  pemimpin dunia.

Hal tersebut juga sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al Baqarah ayat 208, yang artinya: “Hai orang – orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan.”

Dengan demikian orang yang layak untuk memimpin umat ini bukan hanya sekedar orang yang memiliki spirit keislaman, tapi harus memiliki kemampuan untuk menerapkan secara kaffah (sempurna) agar terwujud negeri yang mandiri, kuat aman dan sejahtera. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Qur’an surat al Anfal ayat 96 yang artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ini Seruan MIUMI Kepada Dunia Atas Aksi Teror di Selandia Baru

Sekjen MIUMI, Bachtiar Nashir memberikan pesan kepada dunia bahwa keberadaan umat Islam yang berjumlah mayoritas selalu menjadi pengayom dan mengedepankan toleransi.

Jum'at, 15/03/2019 21:49 1

Indonesia

MIUMI: Teror Kepada Umat Islam Tak Akan Hentikan Animo Orang Lain Memeluk Islam

MIUMI memandang aksi teror di Selandia Baru sebagai perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Jum'at, 15/03/2019 21:32 0

Indonesia

Din Syamsuddin: Aksi Teror di Selandia Baru Bentuk Islamophobia

KIBLAT.NET, Jakarta- Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (WANTIM MUI) Prof. Dr. KH. Muhammad Sirajuddin...

Jum'at, 15/03/2019 19:15 0

Wilayah Lain

Brenton Tarrant Terinspirasi Teroris Norwegia Pembunuh 77 Orang

Dalam menjalankan aksinya, Tarrant mengaku terinspirasi oleh seorang pembunuh massal Norwegia Anders Behring Breivik.

Jum'at, 15/03/2019 18:45 0

Indonesia

Felix Siauw Kecam Media yang Suka Menuding Islam Sebagai Teroris

Ustadz Felix juga menyatakan keprihatinannya atas aksi teror di Selandia Baru.

Jum'at, 15/03/2019 18:08 1

Wilayah Lain

Tak Hanya Selandia Baru, Ini Daftar Serangan Teroris yang Targetkan Muslim di Masjid

Serangan teroris yang menargetkan masjid umat Islam juga terjadi di negara-negara Barat, antara lain Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Kanada

Jum'at, 15/03/2019 17:58 0

Video News

Lutfiyah Hanim: Investor Asing Banyak Merugikan Rakyat Indonesia, Kenapa?

Lutfiyah Hanim: Investor Asing Banyak Merugikan Rakyat Indonesia, Kenapa?

Jum'at, 15/03/2019 17:54 0

Indonesia

Amnesty International Sayangkan Pernyataan Senator Queensland Soal Teror di Selandia Baru

Amnesty Internasional menilai pernyataan senator Queensland kontra produktif dan terkesan menyudutkan salah satu kelompok beragama.

Jum'at, 15/03/2019 17:50 0

Indonesia

Ketua Komisi I DPR Sebut Penembakan di Masjid Al Noor Selandia Baru Sebagai Aksi Terorisme

Sejumlah orang dilaporkan tewas dalam aksi teror tersebut, meski kepolisian setempat belum menyampaikan keterangan resmi mengenai korban jiwa.

Jum'at, 15/03/2019 17:35 0

Indonesia

PKS: Prioritas Kemenlu dan KBRI Lindungi WNI di Selandia Baru

Fraksi PKS mendukung langkah Kemenlu RI melalui Kedutaan kita di Wellington yang telah menerbitkan himbauan agar seluruh WNI di Selandia Baru berhati-hati dan tetap waspada.

Jum'at, 15/03/2019 17:30 0

Close