... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

8 Tahun Konflik Suriah, Warga Sipil Masih Menderita di Bawah Rezim Assad

Foto: Seorang pengungsi Suriah terjebak di antara perbatasan Yordania dan Suriah. Dia menangis dengan menggendong anaknya saat menunggu untuk menyeberang ke Yordania. (Reuters)

KIBLAT.NET, Damaskus – Konflik yang terjadi di Suriah telah mencapai tahun kedelapan. Dari sini, ratusan ribu orang tewas dan hampir 6 juta warga sipil terusir.

Konflik bermula ketika rezim Suriah pimpinan Bashar Assad menanggapi secara brutal sekelompok orang yang mengadakan protes damai di provinsi Daraa barat daya.

Insiden itu dianggap sebagai protes biasa mengikuti gejolak Arab Spring. Namun, tidak disangka bahwa insiden akan menjadi percikan perang berdarah yang akan berlangsung bertahun-tahun.

Terlepas dari bertahun-tahun perang, konflik, dan migrasi, tampaknya tidak banyak yang berubah di negara itu. Rezim masih bertindak brutal terhadap warga sipil Suriah, sementara oposisi terus melawan semampu mereka.

Ratusan ribu warga sipil tewas dalam delapan tahun terakhir ini. Sebanyak 5,68 juta warga sipil telah dipindahkan secara paksa, 6,6 juta warga sipil mengungsi di dalam negeri dan 2,98 juta warga sipil saat ini tinggal di daerah yang sulit dijangkau atau daerah yang dikepung.

Tindakan rezim Assad mengusir warganya tampaknya tidak cukup. Mereka juga membuat kebijakan untuk menyita properti, memastikan warga sipil tidak memiliki properti untuk mengklaim jika mereka kembali.

Pengesahan undang-undang 10, yang diklaim untuk menciptakan “zona pembangunan kembali”, memaksa warga yang memiliki properti untuk menyerahkannya kepada pihak berwenang. Jika tidak, rezim memiliki hak untuk menyita properti tersebut dan mengalokasikannya kepada orang lain.

BACA JUGA  Pejuang Suriah Luncurkan Empat Operasi Serentak di Hama dan Lattakia

Warga Suriah yang terlantar tidak memiliki dokumen yang tepat atau kekuatan hukum dan keuangan untuk mengajukan klaim atas properti miliknya. Alhasil, barang-barang mereka berisiko hilang karena diambil-alih oleh rezim.

Warga Suriah juga harus menghadapi siksaan di penjara rezim. Menurut sebuah laporan baru-baru ini oleh Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah (SNHR), setidaknya 127.916 warga sipil ditahan di penjara rezim, sementara 13.983 orang tewas akibat penyiksaan oleh pasukan rezim.

Seorang wanita Suriah, Rana, yang dipenjara di Suriah pada 2015, mengatakan kepada Anadolu Agency (AA) bulan lalu dipukuli karena dipaksa untuk mengakui dukungannnya kepada oposisi Suriah. Dia menambahkan, suami dan putranya meninggal di penjara.

Penyiksaan oleh pasukan rezim tidak terbatas hanya pada tahanan, tetapi juga terhadap warga sipil. Menurut data terbaru, mereka menjadi sasaran 216 kali senjata kimia.

Majalah berita Jerman Der Spiegel merilis laporan bulan lalu, mengatakan bahwa dalam sembilan tahun terakhir, senjata kimia telah digunakan dalam perang Suriah jauh lebih sering daripada yang diperkirakan sebelumnya. Dalam 98 persen kasus penggunaan senjata kimia, rezim Bashar Assad bertanggung jawab atas serangan itu.

SNHR lebih lanjut menyatakan bahwa pasukan rezim mengepung daerah-daerah yang dikuasai oposisi, mencegah akses ke makanan dan obat-obatan, yang mengakibatkan kematian 921 warga sipil, termasuk 187 perempuan dan 398 anak-anak, sejak Maret 2011.

BACA JUGA  Lagi, Pos Militer Turki Pemantau Gencatan Idlib Diserang

Dibarengi dengan tindakan brutal ini, pasukan rezim, berkat dukungan Rusia dan Iran, telah berhasil mengendalikan 60 persen wilayah negara itu.

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Zikir: Sebelum Ramadhan Datang

KIBLAT.NET- Tak terasa kita telah memasuki bulan rajab yang artinya kita akan kedatangan tamu istimewa...

Jum'at, 15/03/2019 10:54 0

Indonesia

Koalisi Masyarakat Sipil: FTA Membuat Indonesia Semakin Tersandera

Artinya, impor juga berpotensi terbuka masuk ke Indonesia.

Jum'at, 15/03/2019 10:46 0

Indonesia

Perjanjian Perdagangan Bebas Berdampak ke Nelayan

Henrikus Setya A Pratama yang mewakili Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia mengungkapkan bahwa FTA bukan hanya persoalan jual beli tetapi juga masalah pengaturan dan tata kelola kenegaraan.

Jum'at, 15/03/2019 10:21 0

Indonesia

DPR Diminta Tunda Ratifikasi FTA Di Tahun Politik 2019

Puluhan bab dan ratusan halaman perjanjian FTA yang akan diratifikasi dinilai mustahil jika dibahas hanya dalam waktu 60 hari kerja.

Kamis, 14/03/2019 22:17 0

Indonesia

Istri Siyono: Kami Masih Berharap Keadilan

Suratmi, Istri almarhum Siyono hingga saat ini masih meminta kejelasan dari pihak kepolisian atas kasus yang menimpa suaminya tersebut.

Kamis, 14/03/2019 19:59 1

Indonesia

KontraS Nilai Penggunaan Senjata Api Oleh Polisi Harus Diaudit

Kepala Divisi Advokasi Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Arif Nur Fikri menyatakan bahwa kepolisian seharusnya lebih memperhatikan proses-proses audit terhadap penggunaan senjata api.

Kamis, 14/03/2019 19:17 0

Opini

Kasus Siyono, Catatan Pelanggaran HAM Bagi Jokowi?

Presiden Joko Widodo selaku primus inter pares di Indonesia (orang yang utama dari yang setara) nampak tidak melakukan pembelaan terhadap warganya sendiri.

Kamis, 14/03/2019 18:28 0

Indonesia

Pushami Desak Densus 88 Dibubarkan Jika Kasus Siyono Tak Tuntas

Pushami menilai, kasus salah tangkap dan berujung kematian merupakan pelanggaran HAM berat.

Kamis, 14/03/2019 17:53 0

Indonesia

4 Juta Orang Terancam Kehilangan Hak Pilih Karena KTP-EL, Begini Pembelaan Dukcapil

KTP-el merupakan satu-satunya dokumen yang bisa digunakan untuk memilih dalam pemilu serentak 2019.

Kamis, 14/03/2019 17:39 0

Indonesia

Tiga Tahun Kasus Siyono, KontraS Soroti Dua Hal Ini

Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) memberikan perhatian khusus terkait tiga tahun kasus Siyono.

Kamis, 14/03/2019 13:19 0

Close