... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban Unggah Foto Tempat Persembunyian Almarhum Mullah Umar

Foto: Pintu masuk rumah tempat persembunyian pendiri Taliban

KIBLAT.NET, Zabul – Juru bicara Imarah Islam Afghanistan (Taliban), Zabihullah Mujahid, Senin lalu merilis dua foto tempat persembunyian mendiang pemimpinnya, Mullah Muhammad Umar. Di tempat itu, pendiri Taliban tersebut memberi komando pada para pejuangnya hingga ajal menjemputnya.

“Mullah Umar tinggal di tempat persembunyian ini sampai kematiannya pada tahun 2013. Sang komandan mengendalikan para pejuangnya dari kamar ukuran kecil ini,” tulis Mujahid di akun resmi Twitter saat memposting dua foto yang disebutnya tempat persembunyian Mullah Umar.

Kamar tempat persembunyian Mullah Umar semasa hidupnya

 

Ia menambahkan bahwa Mullah Umar menggunakan taman di tempat persembunyiannya untuk berjemur.

Mujahid mengunggah dua foto itu sehari setelah pusat penelitian yang berbasis di AS, Zumiya Center, menerbitkan temuan wartawan Belanda, Beeth Dam. Berdasarkan investigasi Dam, Mullah Umar bersembunyi di dekat pangkalan militer AS di provinsi Zabul, Afghanistan selatan, setelah kepemimpinannya dilengserkan oleh agresi AS dan sekutunya.

Dam menyebutkan bahwa tentara AS hampir dua kali berhasil menemukan Mullah Umar. Kejadian pertama saat Mullah Umar dan pengawalnya berjalan di halaman rumah dan patroli militer AS melintas di jalan depan rumah. Mullah Umar segera sembunyi ke tumpukan kayu sementara patroli AS tak menyadarinya.

Kesempatan kedua, saat militer AS menggeledah kompleks rumah tempat persembunyian Mullah Umar. Saat itu, tentara AS menemukan pintu masuk ke kamar pemimpin Taliban tersebut.

BACA JUGA  Kehidupan Masyarakat di Wilayah Kekuasaan Taliban (Bag. 1)

Temuan yang ditulis setelah penelitian lima tahun ini bertentangan dengan keyakinan Washington dan pemerintah Afghanistan. Kedua sekutu itu meyakini Mullah Umar melarikan diri ke Pakistan dan meninggal di sana.

Taliban sendiri berkuasa di Afghanistan dari tahun 1996 hingga 2001. Ageresi AS dan sekutunya membuat rezim tersebut lengser. Namun kondisi itu tidak menghentikan perlawanan bersenjata. Setelah 17 tahun, AS tidak mampu menghabisi kelompok jihadi situ. Bahkan, Washington mengajak Taliban negosiasi, sebagai tanda kekalahan Negara adidaya tersebut.

Sumber: alquds.co.uk
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Tiga Tahun Kasus Siyono, KontraS Soroti Dua Hal Ini

Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) memberikan perhatian khusus terkait tiga tahun kasus Siyono.

Kamis, 14/03/2019 13:19 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Menerima Pasangan dengan Segala Kelebihan dan Kekurangannya

KIBLAT.NET- Setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Namun jika merasa banyak kekurangan pada pasangan,...

Kamis, 14/03/2019 11:42 0

Video News

Ternyata Inilah Sumber Pendanaan Infrastruktur Pemerintah

KIBLAT.NET- Seperti yang kita tahu selama lima tahun menjabat sebagai presiden Indonesia, Jokowi dalam pemerintahanya...

Kamis, 14/03/2019 11:39 0

Indonesia

Pameran Industri Syariah Terlengkap dan Terbesar Akan Digelar di Jakarta

Muslim Lifestyle Festival 2019 dan Islamic Tourism Expo 2019 akan diadakan di Jakarta pada Agustus mendatang.

Kamis, 14/03/2019 10:40 0

Indonesia

Kemenkes Berencana Bangun 270 Puskesmas di Daerah Perbatasan dan Tertinggal

Kementerian Kesehatan berencana membangun 270 Puskesmas di daerah perbatasan dan daerah Tertinggal.

Kamis, 14/03/2019 10:20 0

Indonesia

Kemendagri, KPU dan Bawaslu Dicecar Komisi II DPR Soal KTP Elektronik

Rapat dengar pendapat Komisi II DPR RI dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Kementrian Dalam Negeri, berlangsung alot

Kamis, 14/03/2019 10:04 0

Indonesia

Istri Terduga Teroris di Sibolga Ledakkan Diri, Begini Keterangan Polisi

Densus juga ingin menangkap istri dari AH, namun yang bersangkutan dikabarkan meledakkan diri bersama anaknya.

Kamis, 14/03/2019 09:46 0

Video News

Faisal Basri: Rasio Utang Indonesia Relatif Kecil, Tapi Harus Diwaspadai

KIBLAT.NET- Pakar Ekonomi Universitas Indonesia, Faisal Basri menyebut bahwa utang Indonesia perlu diwaspadai. Hal ini...

Rabu, 13/03/2019 20:10 0

Indonesia

Saling Lapor Jelang Pemilu, Ketua ICMI: Negara Bisa Kosong Gara-gara Beda Pendapat

"Kalau semua orang masuk penjara, nanti negara kosong cuma gara-gara beda pendapat"

Rabu, 13/03/2019 16:32 0

Indonesia

Pemerintah Klaim Telah Naikkan Tunjangan untuk Guru

Tunjangan Profesi Guru PNS melalui Transfer Daerah pada tahun 2017 berjumlah Rp55,1 triliun untuk 1,31 juta guru.

Rabu, 13/03/2019 16:18 0

Close