... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

4 Juta Orang Terancam Kehilangan Hak Pilih Karena KTP-EL, Begini Pembelaan Dukcapil

Foto: Dirjen Kependudukan Catatan Sipil Kementrian Dalam Negeri, Zudan Arif. (Foto: Hafis/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Jutaan masyarakat masih terancam kehilangan hak pilih di Pemilu 2019 lantaran kendala KTP Elektronik. Komisi II DPR RI dan Penyelenggara Pemilu masih mencari solusi atas kondisi tersebut. Sementara Pemerintah mengklaim dapat menyelesaikan percetakann KTP-el sebelum Pemilu.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi II, Dirjen Kependudukan Catatan Sipil Kementrian Dalam Negeri, Zudan Arif mengatakan saat ini pihaknya telah menyediakan 16 juta blangko pencetakan KTP-el, sebanyak 8 juta dari jumlah itu telah didistribusikan.

“Jadi tidak ada lagi isu kekosongan blangko.  Saat ini, 350 Kabupaten Kota sudah menyelesaikan pencetakan semua KTP- el dan sisanya 164 Kabupaten Kota sedang proses. Kita meminta masyrakat mengecek langsung ke Dukcapil,” katanya dalam RDP tentang kesiapan jelang Pemilu di Komisi II DPR RI, Senayan Jakarta, Rabu, (13/3/2019).

Ia menjamin pencetakan KTP- el di seluruh wilayah meskipun di pelosok akan selesai sebelum 17 April. Kecuali masyarakat yang tidak mau melakukan perekaman. Termasuk perekaman KTP di lapas- lapas bagi narapidana, Dukcapil akan melakukan perekaman langsung di lapas tersebut.

“Saya jamin jika datang ke Dukcapil untuk perekaman KTP-el maka akan kita layani,” tuturnya.

Dalam data Dukcapil, Zudan memaparkan tercatat jumlah penduduk per 31 Desember 2018 berjumlah 265.185.520 jiwa. Sebanyak 97,8 persen telah melakukan perekaman atau sejumlah 188.445.040 jiwa. Sisanya yang belum merekam KTP-el sejumlah 4.231.823 jiwa.

BACA JUGA  Berembus Isu Pendidikan Agama Akan Dihilangkan, Kemenag Membantah

Kendala data kependudukan catatan sipil memang masih di dapati dan menjadi masalah. Ia mengungkapkan salah satunya terkait penduduk yang tinggal di wilayah liar atau warga yang tinggal bukan di kawasan tempat tinggal.

“Selain itu masalah KTP atau KK ganda yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT). Kita bisa membantu mengecek isi data dari no KK nya, adapun yang menyisir adalah KPU. Masalah KTP WNA diusulkan ada perbedaan warna dengan KTP WNI,” tukasnya.

KTP-el merupakan satu-satunya dokumen yang bisa digunakan untuk memilih dalam pemilu serentak 2019, sebagaimana tercantum dalam UU Nomor 7 tahun 2017. Namun berbagai permasalahan terkait KTP-el justru timbul di saat pemilu serentak semakin dekat, seperti penemuan 2.005 keping KTP-el yang tercecer di area persawahan Duren Sawit pada Desember tahun lalu, terungkapnya praktik jual beli blangko KTP-el di sebuah pasar di Jakarta, dan yang terbaru ditemukannya empat WNA pemilik KTP-el yang terdaftar dalam DPT di Kabupaten Cianjur pada awal Maret 2019. Hal ini tentu sangat berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat akan terselenggaranya pemilihan umum yang jujur dan adil.

Reporter : Hafidz Syarif
Editor: Rusydan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Asia

Peneliti Jerman Ungkap Jumlah Uighur di Kamp Konsentrasi Cina

Zenz, yang kerap mengamati tentang kebijakan Cina, mengatakan bahwa jumlah itu diperkirakan berdasarkan data gambar satelit, rilis publik terkait tempat penahanan serta laporan saksi dan anggota keluarga yang hilang.

Kamis, 14/03/2019 16:19 0

Suriah

HTS: Rusia Targetkan Penjara Pusat Idlib Setelah Jaringan Agennya Terungkap

Jaringan itu bertanggung jawab atas serangan bom kembar di pusat kota Idlib pada 18 Februari 2019 lalu

Kamis, 14/03/2019 15:35 0

Palestina

Gantz Bersumpah Terus Bidik Pemimpin Hamas Jika Terpilih Jadi PM Israel

"Jika mereka menyerang kita, mereka akan menghadapi aksi kekerasan, bahkan pembunuhan yang tertarget -jika diperlukan. Hamas tahu persis apa yang kita maksudkan dengan itu," kata mantan Menteri Pertahanan Israel itu.

Kamis, 14/03/2019 14:15 0

Suriah

Rusia: Serangan Udara Kami di Idlib Sudah dengan Koordinasi Turki

Sementara itu, Turki belum mengomentari serangan udara dan pernyataan Dephan Rusia ini saat laporan ini ditulis.

Kamis, 14/03/2019 14:14 0

Afghanistan

Taliban Unggah Foto Tempat Persembunyian Almarhum Mullah Umar

Mullah Umar menggunakan taman di tempat persembunyiannya untuk berjemur.

Kamis, 14/03/2019 13:41 0

Suriah

Kamp Pengungsi di Idlib Jadi Target Pemboman Rusia dan Suriah

Rezim Assad dan pendukungnya telah berkali-kali melanggar perjanjian. Sejak perjanjian Sochi tercapai pada bulan September, setidaknya 126 warga sipil telah kehilangan nyawa mereka.

Kamis, 14/03/2019 13:24 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Menerima Pasangan dengan Segala Kelebihan dan Kekurangannya

KIBLAT.NET- Setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Namun jika merasa banyak kekurangan pada pasangan,...

Kamis, 14/03/2019 11:42 0

Video News

Ternyata Inilah Sumber Pendanaan Infrastruktur Pemerintah

KIBLAT.NET- Seperti yang kita tahu selama lima tahun menjabat sebagai presiden Indonesia, Jokowi dalam pemerintahanya...

Kamis, 14/03/2019 11:39 0

Afghanistan

Belasan Tentara Afghanistan Tewas dan Terluka dalam Serangan Udara AS

"Serangan-serangan dilancarkan setelah pasukan Afghanistan dan AS ditembaki dengan tembakan senjata ringan, mortir dan gerakan luncur. Pasukan di lapangan meminta dukungan untuk melindungi diri," kata juru bicara misi NATO, Debra Richardson.

Kamis, 14/03/2019 08:39 0

Video News

Faisal Basri: Rasio Utang Indonesia Relatif Kecil, Tapi Harus Diwaspadai

KIBLAT.NET- Pakar Ekonomi Universitas Indonesia, Faisal Basri menyebut bahwa utang Indonesia perlu diwaspadai. Hal ini...

Rabu, 13/03/2019 20:10 0

Close