... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Negosiasi Kelima Taliban-AS Ditutup, Belum Ada Kesepakatan yang Diungkap

Foto: Delegasi Imarah Afghanistan

KIBLAT.NET, Doha – Negosiasi berhari-hari antara delegasi Imarah Islam Afghanistan (Taliban) dan Amerika Serikat di ibukota Qatar, Doha, akhirnya berakhir pada Selasa (12/03/2019). Kedua menutup kesepakatan yang dicapai dalam negosiasi tertutup itu.

Departemen Luar Negeri AS melalui juru bicaranya, Robert Paladino, mengungkapkan bahwa negosiasi membuat “kemajuan signifikan”. Menurutnya, perdamaian di Afghanistan membutuhkan kesepakatan pada empat hal.

Ia menambahkan bahwa Taliban sepakat perdamaian menuntut kedua belah pihak untuk sepenuhnya menyelesaikan empat persoalan utama. Yaitu, jaminan kontra-terorisme, penarikan pasukan, negosiasi antara sesama orang Afghanistan dan gencatan senjata menyeluruh.

Paladino menunjukkan, saat ini ketua delegasinya di negosiasi Doha Zalmay Khalilzad tengah menuju ke Washington untuk mengonsultasikan hasil negosiasi kelima ini.

Pada bagiannya, Taliban dalam pernyataan resmi menegaskan bahwa negosiasi dua pekan ini hanya fokus membahas dua kesepakatan yang dicapai sebelumnya, yaitu seluruh pasukan asing harus keluar dari Afghanistan dan jaminan Afghanistan tidak digunakan untuk menyerang ke negara lain.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menjelaskan bahwa negosiasi di Doha tersebut mencapai kemajuan signifikan pada dua hal disepakati sebelumnya. Kedua pihak telah membahas mengenai bagaimana keluarnya seluruh pasukan asing dari Afghanistan, waktu dan mekanismenya. Begitu juga mengenai bagaimana jaminan terhadap AS dan sekutunya merasa tenang dari Afghanistan selepas ditinggalkannya.

Mujahid menambahkan bahwa kedua pihak saat ini tengah mempelajari semua hal yang telah dicapai dengan teliti dengan para petinggi masing-masing. Kedua pihak juga sedang mengatur putaran negosiasi lanjutan. Waktunya akan ditentukan setelah kedua tim negosiator sepakat.

BACA JUGA  Pentagon Ingin Ganti Biaya Perjalanan Tim Negosiator Taliban

Taliban dan AS tidak mengungkapkan kepada publik mengenai kesepakatan-kesepakatan yang dicapai. Namun Mujahid menegaskan bahwa belum ada kesepakatan gencatan senjata atau negosiasi dengan pemerintah Kabul, dua hal yang diminta oleh AS.

Negosiasi kelima antara Taliban dan AS dimulai pada 25 Februari lalu. Sementara negosiasi tingkat tinggi berlangsung, pasukan kedua pihak malanjutkan perang di lapangan. Taliban berhasil meluncurkan serangan mematikan ke pangkalan AS, sementara AS dan sekutunya terus menggelar operasi memburu pejuang Taliban.

Para pengamat melihat, negosiasi antara Taliban dan AS ini lebih serius dari sebelumnya. Kedua pihak melibatkan para pejabat penting. Taliban sendiri mengirim wakil Mullah Umar sekaligus salah satu pendiri gerakan, Mullah Baradar, untuk memimpin tim negosiator.

Sumber: Reuters, El-Emara
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ekonom Senior: Utang Indonesia Perlu Diwaspadai

"Namun harus tetap kita waspadai karena beban utang itu kian lama kian besar porsinya dalam pengeluaran pemerintah pusat," tuturnya.

Rabu, 13/03/2019 09:52 0

Indonesia

Komisi III DPR: Rancangan Badan Pengawas Penanggulangan Terorisme Mandek di Baleg

"Sampai sekarang Baleg belum ada kejelasan tentang perkembangan pembentukan badan pengawas itu. Masih mandek di Baleg" sambungnya.

Rabu, 13/03/2019 09:19 0

Indonesia

Daftar Proyek Infrastruktur Pemerintahan Jokowi yang Dinilai Bermasalah

Pemerintah disarankan untuk meninjau ulang proyek-proyek yang termasuk dalam proyek strategis nasional

Selasa, 12/03/2019 20:08 0

Indonesia

Tiga Tahun Kasus Siyono, Sanksi Etik Untuk Anggota Densus 88 Dianggap Tak Cukup

Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafii menekankan bahwa tidak cukup sanksi etik bagi Densus 88 yang terlibat dalam penangkapan Siyono

Selasa, 12/03/2019 19:00 0

Indonesia

Faisal Basri: Janji 3 Kartu Jokowi Bukti Pembangunan Tak Efektif

"Pembangunan yang berhasil akan menjadikan harga stabil dan masyarakat makin mampu untuk membeli kebutuhan pokoknya. Sehingga tidak perlu kartu miskin, nggak perlu kartu sembako"

Selasa, 12/03/2019 18:28 0

Indonesia

Bawaslu Sebut DPT Bermasalah Sumber Kerawanan Tertinggi

Bawaslu menyebut ada 156 temuan kasus terkait DPT bermasalah

Selasa, 12/03/2019 17:40 0

Indonesia

Romo Syafii: Masyarakat Harus Terus Kawal Kasus Siyono

Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafii memberikan tanggapan soal tiga tahun kasus Siyono.

Selasa, 12/03/2019 17:29 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: 5K Perjuangan Islam Indonesia

5K Perjuangan Islam Indonesia. Bila kita melakukan kajian secafra jujur, apakah umat Islam benar-benar memiliki konsep perjuangan yang baik?

Selasa, 12/03/2019 15:38 0

Indonesia

Sidang Perdana Praperadilan Kasus Siyono Digelar 18 Maret Mendatang

Pengacara keluarga Siyono, Trisno Raharjo mengungkapkan bahwa sidang praperadilan kasus Siyono akan segera berjalan.

Selasa, 12/03/2019 15:17 0

Indonesia

Pengacara: Keluarga Siyono Masih Cari Keadilan

Pengacara keluarga Siyono, Trisno Raharjo menjelaskan bahwa sejak 2016 lalu pihak keluarga minta kejelasan dari pihak kepolisian atas kasus Siyono

Selasa, 12/03/2019 14:03 0

Close