... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ekonom Senior: Utang Indonesia Perlu Diwaspadai

Foto: ekonom, Faisal Basri

KIBLAT.NET, Jakarta – Pakar Ekonomi Universitas Indonesia, Faisal Basri menyebut bahwa utang Indonesia perlu diwaspadai. Hal ini karena beban utang akan semakin berat seiring waktu dan memakan alokasi pengeluaran pemerintah pusat.

“Kalau beban utang yang wajib dibayar makin besar, berarti akan mendesak alokasi belanja untuk yang lain-lain. Pasti ada yang kena dampak dari peningkatan beban utang itu. Jadi utang Indonesia perlu diwaspadai,”terang Faisal kepada kiblat.net saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta pada Selasa (12/03/2019).

Ia memaparkan, utang Indonesia kini sekitar 4500 triliun. Meski begitu, Faisal mengatakan bahwa kondisi Indonesia secara umum masih baik. Bahkan menurut takaran Internasional, kata Faisal, utang Indonesia termasuk kecil.

“Utang Indonesia sekarang sekitar 4500 triliun rupiah. Ini 30% dari nilai kemampuan kita menghasilkan barang dan jasa (Produk Domestik Bruto). Berdasarkan standar Internasional, itu kecil, bahkan termasuk sangat kecil,” imbuhnya.

“Namun harus tetap kita waspadai karena beban utang itu kian lama kian besar porsinya dalam pengeluaran pemerintah pusat,” tuturnya.

Ia menjelaskan, utang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan yang terus naik akibat aspirasi meningkat. Sementara pendapatan negara mengalami fluktuasi.

Reporter: Qoid
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Polisi Israel Pukuli Jamaah Masjid Al-Aqsha

"Situasi di Al-Aqsa terjadi kemelut, situasi terlalu sulit, dan perlu langkah cepat," imbuhnya.

Rabu, 13/03/2019 08:23 0

Afrika

Ribuan Warga Aljazair Kembali Turun ke Jalan Desak Presiden Mundur

“Kami akan menunjukkan dengan tekad yang lebih besar untuk menggulingkan rezim, untuk menjatuhkan mafia ini, kami menginginkan republik yang demokratis.”

Rabu, 13/03/2019 07:19 0

Timur Tengah

Pekan Ini, Fenomena Alam Langka Diprediksi Akan Terjadi di Kuwait

Al-Jamaan menunjukkan bahwa fenomena ini terjadi hanya dua kali setahun, di bulan Maret dan di bulan September.

Selasa, 12/03/2019 17:00 0

Afghanistan

Taliban Beberkan Proses Negosiasi dengan Amerika Serikat

Tidak ada siapa pun yang bisa dan berhak mendikte atau mengekang kami dalam membangun atau memutus hubungan dengan seseorang

Selasa, 12/03/2019 16:37 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: 5K Perjuangan Islam Indonesia

5K Perjuangan Islam Indonesia. Bila kita melakukan kajian secafra jujur, apakah umat Islam benar-benar memiliki konsep perjuangan yang baik?

Selasa, 12/03/2019 15:38 0

Suriah

Kesepakatan Idlib di Ujung Tanduk

"Saya tidak suka kehidupan di kamp, tetapi lebih baik daripada melihat anak-anak saya menjadi potongan-potongan," lanjutnya.

Selasa, 12/03/2019 13:19 0

Suriah

PBB: Anak-anak Suriah Paling Banyak Terbunuh di Tahun 2018

"Anak-anak di beberapa bagian negara tetap dalam bahaya," kata Fore.

Selasa, 12/03/2019 11:09 0

News

Arab Saudi Keluarkan E-Visa untuk Jamaah Haji dan Umrah

Otoritas Arab Saudi akan segera mengeluarkan e-Visa atau visa elektronik untuk jamaah haji dan umroh. Layanan ini terutama diperuntukkan bahwa jamaah yang datang dari luar negara.

Selasa, 12/03/2019 10:48 0

Myanmar

ICC Akan Adili Pihak-pihak di Balik Genosida terhadap Muslim Rohingya

"Orang-orang yang bertanggung jawab, orang-orang yang memberi instruksi, orang-orang yang diperintahkan, orang-orang yang melakukan semua hal lain dan memfasilitasi pelaksanaan kejahatan ini (akan mempertanggungjawabkan tindakannya)."

Selasa, 12/03/2019 10:27 0

Afghanistan

Semasa Hidup, Mullah Umar Ternyata Sembunyi Tak Jauh dari Pangkalan AS

Pasukan AS hampir dua kali menemukannya.

Selasa, 12/03/2019 09:51 0

Close