... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban Beberkan Proses Negosiasi dengan Amerika Serikat

Foto: Jubir Taliban, Zabihullah Mujahid.

KIBLAT.NET, Kabul – Juru bicara Imarah Islam Afghanistan (Taliban), Zabihullah Mujahid, kembali berbicara ke media membahas sisi-sisi lain negosiasi antara gerakannya dan AS. Ia menjelaskan bagaimana kelanjutan hubungan Taliban dengan kelompok-kelompok jihadis lainnya, termasuk Organisasi Al-Qaidah, hingga nama pemerintahan baru selepas hengkangnya AS.

Dua hal tersebut dan permasalahan lainnya ia ungkapkan dalam sebuah wawancara dengan Shamshad TV. Shamshad TV adalah salah satu stasiun televisi berbahasa Pashto paling populer di Afghanistan. Wawancara ini dilakukan melalui sambungan telepon dengan bahasa Pashto. Namun Taliban mentranskrip dan menerjemahkannya ke dalam bahasa Arab. Wawancara ini dipublikasikan oleh Taliban melalui akun resminya di Channel Telegram pada Senin (11/03/2019). Berikut petikannya:

Shamshad TV: Dalam konteks negosiasi antara Amerika Serikat dan Taliban, bagaimana pendapat Anda mengenai rumor kemungkinan Taliban menyetujui keberadaan pangkalan militer AS di Afghanistan atas nama melindungi misi diplomatik Amerika atau nama lain?

Mujahid: Kebijakan Imarah Islam tentang hal ini sangat jelas bahwa kami tidak menerima kehadiran militer Amerika di tanah kami dengan nama apa pun. Amerika Serikat hanya memiliki dua pilihan, tidak ada pilihan ketiga. Yaitu, menarik semua pasukannya melalui negosiasi atau diusir dengan kekuatan militer.

Terkait perlindungan misi diplomatik, itu merupakan kepentingan Afghanistan dan rezimnya, seperti di seluruh dunia, dan tidak perlu kehadiran pasukan asing untuk hal ini.

Shamshad TV: Kami melihat dari pernyataan-pernyataan resmi bahwa Taliban siap memerangi ISIS. Oleh karena itu, apakah Taliban setuju memutus hubungan dengan kelompok-kelompok lain, termasuk Al-Qaidah yang secara terbuka berbaiat kepada Taliban, dan bagaimana cara Taliban menjamin Amerika Serikat tidak mendapat bahaya (yang ditimbulkan dari tanah Afghanistan)?

Mujahid: Tema yang dibicarakan tidak seperti yang digambarkan oleh beberapa media atau pernyataan oleh beberapa pihak dengan menyebutkan nama-nama beberapa kelompok dan organisasi lokal serta internasional.

BACA JUGA  Amnesty International Minta Polisi Ungkap Dalang Kerusuhan 21-22 Mei

Tidak ada siapa pun yang bisa dan berhak mendikte atau mengekang kami dalam membangun atau memutus hubungan dengan seseorang. Masalah ini tidak dibahas dalam negosiasi saat ini, dan yang sedang dibahas adalah jaminan tidak membahayakan siapa pun yang bersumber dari tanah Afghanistan. Sebagai imbalan atas kekhawatiran Amerika dan sekutunya tersebut, kita menjamin mereka tidak mendapat bahaya yang bersumber dari tanah kami.

Shamshad TV: Ini pertanyaan banyak orang, kenapa Anda tidak menerima negosiasi dengan pemerintah Afghanistan saat ini?

Mujahid: Setelah berakhirnya pendudukan AS, kami akan masuk untuk menyelesaikan konflik internal. Kami akan bernegosiasi dengan individu dan pihak serta kelompok-kelompok, yang kami dengan mereka ada konflik dan pertempuran. Terkait rezim Kabul yang saat ini berkuasa, mereka adalah dasar dan pondasi keberlangsungan dan penjagaan terhadap kepentingan-kepentingan penjajah AS. Mereka buah penjajahan. Mereka memanfaatkan rakyat. Ini yang tidak kami dapat kami terima. Nasib rezim boneka ini harus dimasukkan ke sampah sejarah sebagaimana rezim-rezim pendahulu mereka yang berada di barisan penjajah Inggris dan penjajah Uni Soviet untuk memerangi rakyat.

Shamshad TV: AS menyatakan bahwa perang ini cenderung mengarah pada akhir yang tidak ada pihak kalah atau menang. Untuk itulah mengapa AS bersedia bernegosiasi dengan Anda. Apa komentar Anda?

Mujahid: Semua orang tahu bahwa Amerika tidak pernah terjerumus pada perang panjang seperti perang di (Afghanistan) ini, sepanjang sejarahnya. AS tidak pernah duduk dalam negosiasi panjang dengan siapa pun sebelumnya, kecuali dengan kami. Mereka hari ini duduk bersama kami. Perundingan yang saat ini masih berlangsung menunjukkan kegagalannya di tingkat militer. Hal ini seperti yang dibenarkan oleh para jenderal AS. Pernyataan AS yang Anda sebutkan itu tidak benar sama sekali.

BACA JUGA  Soal Rekonsiliasi, PA 212 Sarankan Prabowo Istiqomah Berjuang Bersama Ulama dan Umat

Shamshad TV: Ada pernyataan baru dari para komandan militer AS bahwa mereka sampai saat ini belum menerima perintah untuk menarik pasukan AS dari Afghanistan, apa komentar Anda?

Mujahid: Kami percaya bahwa pernyataan ini hanya untuk menjaga moral pasukannya dan moral bonekanya serta mencegah keruntuhan mereka dengan cepat. Kami melihat strategi militer mereka selama 18 tahun terakhir, yang gagal satu demi satu dan terus berulang. Keluarnya pasukan AS dari Afghanistan tak dapat dihindari, baik melalui negosiasi, dan jika negosiasi gagal maka dikeluarkan dengan cara paksa (militer).

Shamshad TV: Imarah Islam atau Republik Islam, mana nama yang kalian inginkan untuk menyebut pemerintahan selanjutnya?

Mujahid: Saya pikir penamaan itu tidak penting. Yang lebih penting adalah konten dan mekanisme menjalankan pemeirntahan tersebut. Kami menginginkan model sistem pusat yang mampu memastikan semua kepentingan rakyat Muslim Afghanistan. Sistem itu memiliki kepemimpinan bersatu lagi kuat. Kemudian baru memilih nama yang disepakati oleh rakyat Afghanistan.

Shamshad TV: Berapa lama Anda ingin pasukan AS keluar dari Afghanistan. 3 tahun atau 5 tahun, lebih atau kurang dari itu?

Mujahid: Permintaan rakyat Afghanistan dan tujuan jihad yang sedang berlangsung adalah untuk mengakhiri pendudukan Amerika Serikat yang brutal secepat mungkin. Kami menginginkan hal itu dalam hitungan bulan, bukan tahun.

Sumber: El-Emarat
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: 5K Perjuangan Islam Indonesia

5K Perjuangan Islam Indonesia. Bila kita melakukan kajian secafra jujur, apakah umat Islam benar-benar memiliki konsep perjuangan yang baik?

Selasa, 12/03/2019 15:38 0

Indonesia

Sidang Perdana Praperadilan Kasus Siyono Digelar 18 Maret Mendatang

Pengacara keluarga Siyono, Trisno Raharjo mengungkapkan bahwa sidang praperadilan kasus Siyono akan segera berjalan.

Selasa, 12/03/2019 15:17 0

Indonesia

Pengacara: Keluarga Siyono Masih Cari Keadilan

Pengacara keluarga Siyono, Trisno Raharjo menjelaskan bahwa sejak 2016 lalu pihak keluarga minta kejelasan dari pihak kepolisian atas kasus Siyono

Selasa, 12/03/2019 14:03 0

Indonesia

SKPI Sulteng Gelar “Ngopi” Bareng Pemuda Hijrah Poso

Acara ini dihadiri oleh sebagian besar remaja muslim kota Poso yang bersemangat untuk berhijrah, dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Agung berharap acara ini menjadi wadah mereka untuk menuntut ilmu.

Selasa, 12/03/2019 13:55 0

Indonesia

Al-Irsyad Al-Islamiyyah Dukung Pemprov DKI Jual Saham Bir

Dewan Syuro Al-Irsyad Al-Islamiyyah mendukung penuh langkah Gubernur Anies Baswedan yang berencana melepas saham Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di perusahaan Anker Bir.

Selasa, 12/03/2019 10:49 0

Video News

Kiblat Review: Menguji Ketahanan Taliban

KIBLAT.NET- Taliban terus menjadi perhatian dunia, termasuk masyarakat Indonesia. Yang terbaru adalah upaya Amerika Serikat...

Selasa, 12/03/2019 09:30 0

Indonesia

Bawaslu: Ada 5.985 Kasus Pidana Pemilu

"Laporan temuan yang teregistrasi, totalnya ada 6.274 kasus terkait administrasi dan pidana sebanyak 5.985 temuan,"

Senin, 11/03/2019 19:41 0

Info Event

BSMI-Gamal Albinsaid Teken Kerjasama Konsultasi Gratis di InMed

Ketua Umum DPN BSMI Djazuli Ambari dan Founder InMed dr Gamal Albinsaid menandatangai kerjasama konsultasi kesehatan gratis di Indonesia Medika (InMed)

Senin, 11/03/2019 19:07 0

Indonesia

Bantah Tudingan Tak Netral, KPU Salahkan Hoaks

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan kinerja KPU dalam menjamin legitimasi Pemilu diganggu oleh berita hoaks

Senin, 11/03/2019 18:27 0

Indonesia

Lewat Petisi, Puluhan Ribu Netizen Dukung Gubernur Anies Jual Saham Bir

"Kini, Anies meminta dukungan RAKYAT JAKARTA dalam bentuk apapun, entah PETISI, surat ke para wakil rakyat sesuai pilihan mereka dulu dan lain-lain," tulis Ahmad dalam petisi tersebut.

Senin, 11/03/2019 17:56 0

Close