... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Romo Syafii: Masyarakat Harus Terus Kawal Kasus Siyono

Foto: Anggota Komisi III DPR RI, Romo Syafii, oleh: Taufiq iIhaq

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafii memberikan tanggapan soal tiga tahun kasus Siyono. Menurutnya, kelemahan dalam penegakan hukum yang terus dipertontonkan oleh kepolisian kita adalah ketika persoalan itu diduga menyangkut oknum anggota kepolisian itu sendiri.

“Seperti kasus Siyono dan juga kasus Novel baswedan. Ketika diduga ada keterlibatan oknum kepolisian yang menggunakan kekuasan lebih dari yang diinginakan undang-undang, maka prosesnya selalu mandek,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Selasa (12/03/2019).

“Dan kalau tidak ada yang memberikan perhatian terhadap kasus itu, tidak tertutup kemungkinan itu hilang begitu saja. Maka masyarakat harus terus mengontrol dan mengawal,” sambungnya.

Ia juga mengingatkan kepada pihak kepolisian jangan tebang pilih dalam penegakan hukum. Sebagai aparat yang menggunakan tagline Promoter, kata dia, seharsunya hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.

“Karena sesungguhnya semua warga negara sama kedudukannya di depan hukum dan pemerintahan tanpa ada pengecualinnya,” tuturnya.

Politisi partai Gerindra ini juga menekankan jika tebang pilih terus dibiarkan akan semakin menggerus kepercayaan publik terhadap kepolisian, dan itu sangat berbahaya. Sebab, ini memberi peluang semakin meningkatnya pelanggaran pelanggaran hukum.

“Masyarakat juga akan menyelesaikan sendiri persoalan hukum karena semakin tidak percaya kepada penegak hukum. Dan ini sangat berbahaya. Kita menghimbau kepada kapoliri benar benar melaksanakan tugas dengan Promoter,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Timur Tengah

Pekan Ini, Fenomena Alam Langka Diprediksi Akan Terjadi di Kuwait

Al-Jamaan menunjukkan bahwa fenomena ini terjadi hanya dua kali setahun, di bulan Maret dan di bulan September.

Selasa, 12/03/2019 17:00 0

Afghanistan

Taliban Beberkan Proses Negosiasi dengan Amerika Serikat

Tidak ada siapa pun yang bisa dan berhak mendikte atau mengekang kami dalam membangun atau memutus hubungan dengan seseorang

Selasa, 12/03/2019 16:37 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: 5K Perjuangan Islam Indonesia

5K Perjuangan Islam Indonesia. Bila kita melakukan kajian secafra jujur, apakah umat Islam benar-benar memiliki konsep perjuangan yang baik?

Selasa, 12/03/2019 15:38 0

Suriah

Kesepakatan Idlib di Ujung Tanduk

"Saya tidak suka kehidupan di kamp, tetapi lebih baik daripada melihat anak-anak saya menjadi potongan-potongan," lanjutnya.

Selasa, 12/03/2019 13:19 0

Suriah

PBB: Anak-anak Suriah Paling Banyak Terbunuh di Tahun 2018

"Anak-anak di beberapa bagian negara tetap dalam bahaya," kata Fore.

Selasa, 12/03/2019 11:09 0

News

Arab Saudi Keluarkan E-Visa untuk Jamaah Haji dan Umrah

Otoritas Arab Saudi akan segera mengeluarkan e-Visa atau visa elektronik untuk jamaah haji dan umroh. Layanan ini terutama diperuntukkan bahwa jamaah yang datang dari luar negara.

Selasa, 12/03/2019 10:48 0

Myanmar

ICC Akan Adili Pihak-pihak di Balik Genosida terhadap Muslim Rohingya

"Orang-orang yang bertanggung jawab, orang-orang yang memberi instruksi, orang-orang yang diperintahkan, orang-orang yang melakukan semua hal lain dan memfasilitasi pelaksanaan kejahatan ini (akan mempertanggungjawabkan tindakannya)."

Selasa, 12/03/2019 10:27 0

Afghanistan

Semasa Hidup, Mullah Umar Ternyata Sembunyi Tak Jauh dari Pangkalan AS

Pasukan AS hampir dua kali menemukannya.

Selasa, 12/03/2019 09:51 0

Video News

Kiblat Review: Menguji Ketahanan Taliban

KIBLAT.NET- Taliban terus menjadi perhatian dunia, termasuk masyarakat Indonesia. Yang terbaru adalah upaya Amerika Serikat...

Selasa, 12/03/2019 09:30 0

Afrika

Bouteflika Akhirnya Mundur dari Bursa Capres, Warga Aljazair Bersukacita

"Protes kami membuahkan hasil. Kami mengalahkan para pendukung ‘negara kelima’, " kata seorang sopir taksi bernama Mohammed (50)

Selasa, 12/03/2019 08:37 0

Close