PBB: Anak-anak Suriah Paling Banyak Terbunuh di Tahun 2018

KIBLAT.NET, Damaskus – Badan PBB untuk anak-anak, UNICEF pada Senin (11/03/2019), mengatakan bahwa anak-anak yang tewas di Suriah lebih banyak terbunuh pada tahun 2018, dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Setidaknya 1.106 anak-anak terbunuh pada tahun 2018 akibat dari pertempuran di Suriah. Jumlah itu kemungkinan jauh lebih tinggi,” kata UNICEF.

Sebanyak 39 persen kematian dan cedera diakibatkan kontaminasi tambang. Serangan terhadap 262 fasilitas pendidikan dan kesehatan juga menyumbang sejumlah kematian.

“Hari ini ada kesalahpahaman yang mengkhawatirkan bahwa konflik di Suriah akan segera berakhir, itu tidak benar,” kata Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore.

“Anak-anak di beberapa bagian negara tetap dalam bahaya,” lanjut Fore.

Sejak Januari, hampir 60 anak-anak dilaporkan tewas ketika melakukan perjalanan hampir 200 mil dari Baghouz, wilayah ISIS terakhir di Suriah, menuju kamp pengungsi al-Hol di timur laut negara yang dilanda perang.

PBB melaporkan, sekitar 65.000 orang, termasuk sekitar 240 anak tanpa pendamping saat ini tinggal di kamp al-Hol.

“Ketika perang memasuki tahun kesembilan, UNICEF sekali lagi mengingatkan pihak-pihak yang terlibat konflik dan komunitas global bahwa anak-anak di negara ini yang paling menderita dan paling banyak kehilangan. Setiap konflik berlanjut mencuri hari-hari masa kecil mereka,” kata Fore.

UNICEF tidak memberikan informasi mengenai pasukan mana yang bertanggung jawab atas kematian yang didokumentasikan.

Fore meminta agar semua pihak dalam konflik untuk memprioritaskan perlindungan terhadap semua anak, tidak peduli siapa yang mengendalikan area mana dan terlepas dari apa yang diduga sebagai afiliasi keluarga anak.

Direktur juga mendesak negara-negara untuk memberikan pendanaan multi-tahun yang dapat diprediksi, tidak terbatas kepada UNICEF agar kelompok tersebut dapat memenuhi kebutuhan, baik jangka pendek dan jangka panjang, anak-anak di Suriah dan di seluruh wilayah.

Pada Desember 2018, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menemukan bahwa jumlah kematian tahun lalu di Suriah telah mencapai rekor terendah, dengan 20.000 nyawa hilang di negara itu.

Perang Suriah telah menewaskan sekitar setengah juta orang dan mengusir sekitar 5,6 juta orang keluar dari negara itu. 6,6 juta orang lainnya masih di negara itu telah kehilangan atau meninggalkan rumah mereka.

Sumber: Middle East Eye
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat