... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Daftar Proyek Infrastruktur Pemerintahan Jokowi yang Dinilai Bermasalah

Foto: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau proyek infrastruktur

KIBLAT.NET, Jakarta – Barisan Pemeriksa Kondisi Proyek (BPKP) merilis catatan kritis terkait proyek-proyek infrastruktur di Indonesia yang dikebut oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Salah satu yang menjadi sorotan BPKP adalah perencanaan proyek infrastruktur yang dinilai belum matang.

BPKP mengutip Bank Dunia mengungkapkan bahwa BUMN pelaksana proyek atau government contracting agency (GCA) jarang membuat analisis awal yang lengkap terkait proyek Kerjasama Pemerintah dengan badan Usaha (KPBU) yang dikerjakan. “Padahal pelaksana proyek diminta menyiapkan analisis awal terkait hukum, teknis, ekonomi, komersial, lingkungan dan aspek sosial dari proyek sebelum mengusulkannya kepada Bappenas,” kata Ketua Presidium BPKP, Rusmin Effendi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa siang (12/03/2019).

Rusmin menyebut laporan Bank Dunia tersebut kemudian mendapatkan pembuktian di lapangan. BPKP mengklaim telah menemukan sejumlah masalah yang terjadi dalam proyek yang tengah berjalan maupun yang tuntas bahkan yang telah diresmikan.

Proyek infrastruktur tersebut diantaranya adalah Bandar Udara Kertajati, Jawa Barat dan LRT Sumatera Selatan yang sepi penumpang. Dua Infrastruktur tersebut sama-sama sepi peminat akibat kurangnya akses ke lokasi. Penerbangan di Kertajati tak jarang dibatalkan karena tidak ada calon penumpang. Sedangkan LRT Sumsel merugi hingga menyedot APBD hingga 10 miliar per bulan untuk subsidi operasional.

Selain itu, BPKP juga mengungkap temuan bahwa pembangunan 65 bendungan selama periode 2015 hingga 2019 ternyata tidak terkoneksi dengan jaringan irigasi. Kondisi tersebut dinilai bisa menggagalkan target pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yakni peningkatan layanan irigasi Bendungan hingga 20% pada 2019.

BACA JUGA  Jokowi: Investasi Minim Karena Investor Tak Dilayani dengan Baik

“Bendungan Rajui di Aceh Besar, misalnya, direncanakan bisa mengairi 1000 hektar lahan pertanian dan menyediakan 20 liter per detik air baku. Tapi hingga Oktober 2017, bendungan yang pembangunannya tuntas pada 2015 itu belum bisa menunaikan tugas dan fungsinya karena jaringan irigasinya belum terbangun. Jaringan irigasi Rajui baru direncanakan pada tahun 2018 dan diperkirakan baru akan selesai pada 2019,” kata Rusmin.

Tak hanya itu, BPKP juga menyoroti Jalan Tol yang kurang diminati masyarakat karena dinilai terlalu mahal. Mengutip publikasi yang dirilis oleh PT. Jasa Marga, diketahui tarif golongan satu atau kendaraan pribadi dari Jakarta ke Surabaya mencapai 483.500 rupiah. Sedangkan untuk golongan lima atau truk pengangkut barang, tarif Jakarta-Surabaya mencapai 1.382.500 rupiah.

“Tarif tersebut dirasa mahal baik untuk kendaraan pribadi maupun angkutan barang. Akibatnya volume trafik di jalan tol Trans Jawa sepi dan lengang, terutama selepas ruas Pejagan. Masih sepinya Trans Jawa jelas dipicu oleh tarif tol yang mahal tersebut,” imbuh Rusmin.

BPKP pun menyarankan kepada pemerintah untuk meninjau ulang proyek-proyek yang termasuk dalam proyek strategis nasional. Rusmin mengatakan pemerintah dan pelaksana proyek harus benar-benar menyiapkan kajian awal secara lengkap, termasuk soal skema pembiayaan.

“Sebelum melanjutkan proyek proyek-proyek mangkrak, pemerintah semestinya juga memperbaharui perencanaannya, termasuk analisis tata ruang, lingkungan, teknis, ekonomi, dan sosial. Sangat mungkin perencanaan proyek proyek mangkrak tersebut sudah tak bersesuaian lagi dengan kondisi yang berkembang,” tukas Rusmin.

BACA JUGA  Komisi X: Regulasi Pendidikan Indonesia Perlu Revisi

Reporter: Qoid
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Timur Tengah

Pekan Ini, Fenomena Alam Langka Diprediksi Akan Terjadi di Kuwait

Al-Jamaan menunjukkan bahwa fenomena ini terjadi hanya dua kali setahun, di bulan Maret dan di bulan September.

Selasa, 12/03/2019 17:00 0

Afghanistan

Taliban Beberkan Proses Negosiasi dengan Amerika Serikat

Tidak ada siapa pun yang bisa dan berhak mendikte atau mengekang kami dalam membangun atau memutus hubungan dengan seseorang

Selasa, 12/03/2019 16:37 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: 5K Perjuangan Islam Indonesia

5K Perjuangan Islam Indonesia. Bila kita melakukan kajian secafra jujur, apakah umat Islam benar-benar memiliki konsep perjuangan yang baik?

Selasa, 12/03/2019 15:38 0

Suriah

Kesepakatan Idlib di Ujung Tanduk

"Saya tidak suka kehidupan di kamp, tetapi lebih baik daripada melihat anak-anak saya menjadi potongan-potongan," lanjutnya.

Selasa, 12/03/2019 13:19 0

Suriah

PBB: Anak-anak Suriah Paling Banyak Terbunuh di Tahun 2018

"Anak-anak di beberapa bagian negara tetap dalam bahaya," kata Fore.

Selasa, 12/03/2019 11:09 0

News

Arab Saudi Keluarkan E-Visa untuk Jamaah Haji dan Umrah

Otoritas Arab Saudi akan segera mengeluarkan e-Visa atau visa elektronik untuk jamaah haji dan umroh. Layanan ini terutama diperuntukkan bahwa jamaah yang datang dari luar negara.

Selasa, 12/03/2019 10:48 0

Myanmar

ICC Akan Adili Pihak-pihak di Balik Genosida terhadap Muslim Rohingya

"Orang-orang yang bertanggung jawab, orang-orang yang memberi instruksi, orang-orang yang diperintahkan, orang-orang yang melakukan semua hal lain dan memfasilitasi pelaksanaan kejahatan ini (akan mempertanggungjawabkan tindakannya)."

Selasa, 12/03/2019 10:27 0

Afghanistan

Semasa Hidup, Mullah Umar Ternyata Sembunyi Tak Jauh dari Pangkalan AS

Pasukan AS hampir dua kali menemukannya.

Selasa, 12/03/2019 09:51 0

Video News

Kiblat Review: Menguji Ketahanan Taliban

KIBLAT.NET- Taliban terus menjadi perhatian dunia, termasuk masyarakat Indonesia. Yang terbaru adalah upaya Amerika Serikat...

Selasa, 12/03/2019 09:30 0

Afrika

Bouteflika Akhirnya Mundur dari Bursa Capres, Warga Aljazair Bersukacita

"Protes kami membuahkan hasil. Kami mengalahkan para pendukung ‘negara kelima’, " kata seorang sopir taksi bernama Mohammed (50)

Selasa, 12/03/2019 08:37 0

Close