... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ekstremis Pendukung Modi Serang Demonstran Anti-India di London

Foto: Demonstran Anti-India di London, Inggris.

KIBLAT.NET, London – Kelompok ekstremis yang didukung Partai Bharatiya Janata (BJP) menyerang massa Sikh dan Kashmir yang berkumpul di luar Komisi Tinggi India di London untuk memprotes tindakan brutal dan pelanggaran HAM yang dilakukan India. BJP adalah partai pengusung Narendra Modi yang saat ini memimpin India.

Ketika massa meneriakkan slogan-slogan menentang agresi pasukan India, sekelompok orang menyerang mereka dan berusaha untuk menghentikan demonstrasi. Mereka juga memukuli beberapa demonstran, termasuk seorang reporter saluran televisi swasta.

Menuru laporan Daily Times, Senin (11/03/2019), paling tidak tiga orang terluka ketika kelompok itu berusaha merebut bendera dan plakat dari para demonstran. Namun, para demonstran tidak terpengaruh dan melanjutkan protes mereka.

Aktivitas di seluruh area di sekitar Holborn dan London School of Economics terhenti cukup lama ketita puluhan van polisi tiba di tempat kejadian. Botol-botol dilemparkan ke arah demonstran Khalistani dan Kashmir oleh pendukung Modi, sehingga terjadi bentrokan.

Aktivis dari kedua belah pihak saling adu jotos dan bendera India dijatuhkan oleh pengunjuk rasa Sikh dari luar Komisi Tinggi India. Beberapa orang terluka dalam bentrokan itu.

Para pemimpin Kashmir juga mendesak aksi global sebagai tindak lanjut laporan Komisi Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia 2018 yang menyerukan penghentian permusuhan India di Kashmir dan pengiriman penentuan nasib sendiri yang telah lama dijanjikan di wilayah yang disengketakan.

BACA JUGA  15 Juta Gelas Bir Ditenggak Usai Bar-bar Inggris Dibuka

Secara terpisah, demonstrasi juga diadakan di kota Frankfurt di Jerman oleh Federasi Khalsa Internasional dan Federasi Persahabatan Uni Eropa-Pakistan Eropa. Para demonstran mendesak India untuk menghentikan pelanggaran HAM dan pembunuhan orang-orang Kashmir yang tidak bersalah di Kashmir yang dikuasai India.

Mereka membawa spanduk bertuliskan slogan-slogan seperti “India harus menghentikan pembantaian Kashmir”, “India harus mengakhiri kekerasan di Kashmir yang diduduki”.

Fokus demonstrasi adalah Perdana Menteri India Narendra Modi, pemimpin sayap kanan Hindu yang berusaha mengubah India menjadi negara Hindu eksklusif yang dikelola oleh umat Hindu kasta atas.

Sumber: UPI
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Ini yang Buya Hamka Lakukan pada Orang yang Membencinya

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekolah Pemikiran Islam (SPI) mengadakan pameran sekaligus seminar “111 Tahun Buya Hamka”...

Senin, 11/03/2019 07:00 0

Video News

Ust. Dr. Adian Husaini: Inilah Pribadi Hebat Menurut Buya Hamka

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekolah Pemikiran Islam (SPI) mengadakan pameran sekaligus seminar “111 Tahun Buya Hamka”...

Ahad, 10/03/2019 16:32 0

Video News

Ust. Dr. Musthafa Umar, Lc. MA: Definisi Ghirah di Mata Buya Hamka

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekolah Pemikiran Islam (SPI) mengadakan pameran sekaligus seminar “111 Tahun Buya Hamka”...

Ahad, 10/03/2019 11:16 0

Suara Pembaca

Wahai Mahasiswa, Bangkitkan Idealisme Kalian!

Saksikanlah realita yang terjadi saat mahasiswa hanya memikirkan kuliah semata, maka siapa yang akan melawan berbagai kebijakan pemerintah yang menyengsarakan orang tua kita atau rakyat.

Ahad, 10/03/2019 11:15 0

Munaqosyah

Benarkah Kata Kafir Digunakan Hanya di Mekkah?

Salah satu alasan yang dikemukakan adalah istilah kafir tidak dipergunakan ketika di Madinah untuk menyebut penduduk yang tidak beragama Islam pada masa Rasulullah. Benarkah?

Sabtu, 09/03/2019 15:11 2

Indonesia

Pengacara: Hayati Hanya Dicari-cari Kesalahannya oleh Pihak Kampus

Sejak ia diproses, ibu Hayati dipanggil dengan alasan-alasan yang dicari-cari oleh pihak kampus

Sabtu, 09/03/2019 14:03 0

Indonesia

Hayati Adukan Larangan Bercadar di IAIN Bukittinggi ke Komnas HAM

Hayati Syafri, Dosen yang telah dipecat dari IAIN Bukittinggi melaporkan tidak diperbolehkannya penggunaan cadar didalam kampus ke Komnas HAM

Sabtu, 09/03/2019 13:11 0

Video News

Dipecat Karena Cadar, Ini Aduan Hayati Syafri pada Komnas HAM

KIBLAT.NET- Hayati Syafri, Dosen IAIN Bukittinggi yang dipecat lantaran cadar yang dikenakannya itu mendatangi Komnas...

Sabtu, 09/03/2019 10:46 0

Indonesia

Wakil Ketua DPRD DKI Janji Sampaikan Aspirasi Peserta Demo ke Semua Fraksi

Wakil ketua DPRD DKI, Muhammad Taufiq menemui ormas Islam yang demo meminta saham bir dijual.

Jum'at, 08/03/2019 19:42 0

Suara Pembaca

Dilan, Bukan Pemuda Idaman

Bagi remaja muslim, tentu jelas bahwa sosok Dilan bukanlah sosok yang patut menjadi idola atau idaman.

Jum'at, 08/03/2019 16:51 0

Close