... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Soal Pembelian Senjata AS dan Rusia, Pengamat: Posisi Turki Terpojok

Foto: Vladimir Putin-Recep Tayyip Erdogan-Donald Trump

KIBLAT.NET, Ankara – Pensiunan diplomat Turki, Uluc Ozulker, mengatakan Turki kini merasa terpojok dalam masalah pembelian senjata berat buatan Amerika Serikat dan Rusia.

“Amerika Serikat di satu sisi, Rusia di sisi lain. Kami terjebak di antara keduanya,” katanya, seperti dikutip Middle East Eye, Sabtu (09/03/2019). “Turki tidak bisa keluar dari krisis ini.”

Menurut laporan Reuters, jika Turki melanjutkan kesepakatan pembelian sistem rudal S-400 dengan Rusia, Turki berisiko kehilangan pengiriman jet tempur siluman Lockheed Martin F-35 dan dapat menghadapi sanksi berdasarkan hukum AS.

Pentagon memperingatkan bahwa Turki akan menghadapi “konsekuensi serius” dalam hubungan militer jika nekat mengambil S-400. “Mereka tidak akan memiliki akses ke Patriot dan F-35,” kata juru bicara Pentagon Charlie Summers.

Turki mungkin tengah memikirkan untuk mengambil jalan tengah. Namun, analis pertahanan Can Kasapoglu mengatakan bahwa “ruang diplomatik untuk manuver sempit”.

Keinginan Turki untuk membeli S-400 telah meningkatkan ketegangan dengan sekutu NATO-nya, AS. Washington kerap mempertanyakan kompatibilitas peralatan S-400 dengan sistem senjata yang didirikan oleh NATO.

AS juga mengatakan penjualan S-400 adalah bagian dari upaya Rusia untuk mengganggu aliansi di tengah kekhawatiran Barat atas hubungan Erdogan yang sedang berkembang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Erdogan dan Putin telah bekerja erat untuk mengupayakan solusi politik dalam perang Suriah. Upaya ini juga didukung oleh Iran.

BACA JUGA  Turki Siap Beli Rudal Patriot AS Setelah S-400 Rusia

Pada bulan Februari, Wakil Presiden AS Mike Pence mengajukan permohonan telepon kepada Erdogan, memintanya untuk mengingkari kesepakatan rudal dengan Rusia demi perjanjian Amerika.

Sumber: Middle East Eye
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Munaqosyah

Benarkah Kata Kafir Digunakan Hanya di Mekkah?

Salah satu alasan yang dikemukakan adalah istilah kafir tidak dipergunakan ketika di Madinah untuk menyebut penduduk yang tidak beragama Islam pada masa Rasulullah. Benarkah?

Sabtu, 09/03/2019 15:11 2

Indonesia

Pengacara: Hayati Hanya Dicari-cari Kesalahannya oleh Pihak Kampus

Sejak ia diproses, ibu Hayati dipanggil dengan alasan-alasan yang dicari-cari oleh pihak kampus

Sabtu, 09/03/2019 14:03 0

Indonesia

Hayati Adukan Larangan Bercadar di IAIN Bukittinggi ke Komnas HAM

Hayati Syafri, Dosen yang telah dipecat dari IAIN Bukittinggi melaporkan tidak diperbolehkannya penggunaan cadar didalam kampus ke Komnas HAM

Sabtu, 09/03/2019 13:11 0

Video News

Dipecat Karena Cadar, Ini Aduan Hayati Syafri pada Komnas HAM

KIBLAT.NET- Hayati Syafri, Dosen IAIN Bukittinggi yang dipecat lantaran cadar yang dikenakannya itu mendatangi Komnas...

Sabtu, 09/03/2019 10:46 0

Indonesia

Wakil Ketua DPRD DKI Janji Sampaikan Aspirasi Peserta Demo ke Semua Fraksi

Wakil ketua DPRD DKI, Muhammad Taufiq menemui ormas Islam yang demo meminta saham bir dijual.

Jum'at, 08/03/2019 19:42 0

Suara Pembaca

Dilan, Bukan Pemuda Idaman

Bagi remaja muslim, tentu jelas bahwa sosok Dilan bukanlah sosok yang patut menjadi idola atau idaman.

Jum'at, 08/03/2019 16:51 0

Indonesia

KPAI Sesalkan Oknum Guru yang Nonton Film Porno di Kelas

KPAI memandang bahwa sang guru telah abai dalam menjalankan tugasnya.

Jum'at, 08/03/2019 15:32 0

Indonesia

Sekjen MUI: Temuan WNA Masuk DPT Harus Jadi Kewaspadaan Bersama

MUI menilai, adanya temuan ini menuntut masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati.

Jum'at, 08/03/2019 15:30 0

Indonesia

Sering Alami Kram Kaki, Jadwal Pemeriksaan Ustadz Abu Bakar Baasyir Dimajukan

Selain kram di kaki, Ustadz Abu juga mengeluhkan penyakit lain berupa batuk dan gatal.

Jum'at, 08/03/2019 15:10 0

Indonesia

Gedung DPRD DKI Didemo Ormas Islam, Mobil Water Cannon dan Baracuda Polisi Disiagakan

Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta (DPRD DKI Jakarta) dijaga ketat oleh kepolisian.

Jum'at, 08/03/2019 15:04 0

Close