... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Hayati Adukan Larangan Bercadar di IAIN Bukittinggi ke Komnas HAM

Foto: dosen iain yang dipecat karena cadar lapor komnas ham

KIBLAT.NET, Jakarta – Hayati Syafri, Dosen yang telah dipecat dari IAIN Bukittinggi melaporkan tidak diperbolehkannya penggunaan cadar didalam kampus ke Komnas HAM. Dalam pelaporan itu ia mengatakan larangan ini tidak hanya ditujukan kepada dosen, aturan ini juga berlaku terhadap mahasiswi di kampusnya mengajar.

“Tidak diizinkan menutup wajah dalam bentuk apapun di sekitar kampus. Disana juga terdapat cacat prosedur seperti dikenakannya sangsi-sangsi khusus untuk yang bercadar, terkhusus saya,” Ungkap Hayati kepada Kiblat Ju’mat (08/03/2019) Di gedung Komnas HAM, Menteng

Hayati mengaku, ia diberikan surat tertulis yang mana didalamnya berisi pernyataan bahwa cadar yang dikenakannya dihubungkan dengan pelanggaran Undang-Undang, Pancasila, dan sumpah PNS.

“Padahal, saya cuma mengenakan cadar. Saya pastikan saya tidak berhubungan dengan organisasi-organisasi berbahaya lainnya yang mengancam NKRI ini,” Katanya.

Hayati mengatakan Ketika muslimah dilarang bercadar, hal tersebut merupakan sebuah hal yang bertentangan dengan kebebasan menjalankan keyakinan. “Yaitu bertentangan dengan Undang-Undang dasar itu sendiri. Bukan cadar yang bertentangan dengan Undang-Undang dasar, tetapi larangan itulah yang bertentangan dengan Undang-Undang dasar,” Kata Hayati.

Selain itu, Hayati juga menampik tuduhan jika cadar yang dikenakannya tidak disukai oleh para mahasiswa. Ia mengaku ketika dirinya mengakhiri pembelajaran di semester kemarin, ia sudah meminta tanggapan dari mahasiswa, apakah mereka terganggu dengan cadarnya atau tidak. Dan umumnya mahasiswa menyatakan tidak apa-apa kalau Umi tetap bercadar.

BACA JUGA  WALHI Beberkan Kejanggalan Kasus Gulfrid Siregar

“Mahasiswa saja menghargai, mahasiswa saja merespon. Saya berharap seluruh orang-orang yang mengambil kebijakan, itu juga bisa bertindak lebih adil dan tidak membuat aturan otonomi kampus melanggar aturan yang lebih tinggi diatasnya,” Katanya

Menurut Hayati, bercadar adalah wujud dari keyakinan beragama. Selain itu, lanjut Hayati, baik di dalam madzhab Syafi’i maupun Empat Madzhab lainnya, cadar merupakan sesuatu yang dianjurkan dan diutamakan.

“Jadi harapannya marilah sama-sama kita melihat cadar sebagai bentuk keyakinan yang patut untuk dihargai dan diterima dalam kondisi apapun,” tuturnya

“Dan jangan langsung ada persepsi-persepsi yang tidak tepat dalam penggunaan cadar, apalagi kalau cadar dihubungkan dengan tindak kriminalitas atau kekerasan atau radikalisme yang membahayakan NKRI,” Pungkasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Turki-Rusia Mulai Gelar Patroli Bersama di Idlib

Seorang koresponden AFP pada Jumat pagi melihat patroli Turki yang terdiri dari sekitar 10 kendaraan lapis baja serta mobil di jalan di zona demiliterisasi pedesaan barat Aleppo.

Sabtu, 09/03/2019 10:10 0

Afghanistan

Bantah Pernyataan Deplu AS, Taliban: Negosiasi di Qatar Hanya Bahas Dua Poin

Negosiasi kembali dihentikan pada Jumat karena itu hari libur. Mujahid menunjukkan bahwa negosiasi akan akan dilanjutkan pada Sabtu ini.

Sabtu, 09/03/2019 08:57 0

Afrika

Masuki Pekan Ketiga, Aksi Massa Anti-Pemerintah di Aljazair Kian Besar

Pasukan keamanan telah dikerahkan dalam jumlah besar dalam beberapa hari terakhir, tetapi tentara masih di baraknya.

Sabtu, 09/03/2019 08:12 0

Suara Pembaca

Dilan, Bukan Pemuda Idaman

Bagi remaja muslim, tentu jelas bahwa sosok Dilan bukanlah sosok yang patut menjadi idola atau idaman.

Jum'at, 08/03/2019 16:51 0

Video News

Tanggapan Dr. Tiar Anwar Bachtiar Tentang Penghapusan Istilah Kafir di Indonesia

KIBLAT.NET- Usulan Nahdlatul Ulama atau NU untuk menghapus istilah kafir bagi non muslim di Indonesia...

Jum'at, 08/03/2019 13:46 0

Amerika

AS Cabut Peraturan Intelijen Harus Laporkan Korban Sipil dalam Serangan Drone

"Langkah ini menghilangkan tuntutan pelaporan yang berlebihan, yang tidak meningkatkan transparansi pemerintah tetapi justru mengalihkan perhatian para spesialis intelijen dari masalah inti mereka," kata seorang pejabat administrasi.

Jum'at, 08/03/2019 10:15 0

Pakistan

Pakistan Intensifkan Kampanye Pelarangan Ormas Islam yang Dituduh “Ekstremis”

India meyebut Pakistan gagal mengekang kelompok-kelompok “militan” yang beroperasi di tanah Pakistan.

Jum'at, 08/03/2019 09:12 0

Irak

Gerilyawan Tak Dikenal Sergap Rombongan Milisi Syiah Al-Hasd Al-Syakbi

Para militan ini merupakan prajurit yang sedang pulang untuk berlibur setelah masa tugasnya selesai. Mereka menuju kota Tuzkurmato di dekat Kirkuk.

Jum'at, 08/03/2019 08:29 0

Suara Pembaca

Ketika Istilah Kafir Diacak-acak

Kata kafir nyatanya memang tidak terlalu terpakai dalam keseharian umat Islam Indonesia ketika berinteraksi dengan orang kafir.

Kamis, 07/03/2019 23:00 0

Irak

HRW: Pemerintah Iraq Tangkap dan Siksa Ratusan Anak yang Dicurigai Anggota ISIS

Sebanyak 19 dari mereka mengaku disiksa dengan cara diestrum, dipukuli dengan tongkat dan lainnya.

Kamis, 07/03/2019 14:40 0

Close