... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KPAI Sesalkan Oknum Guru yang Nonton Film Porno di Kelas

Foto: Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima pengaduan dari masyarakat melalui aplikasi whatsApp terkait beredarnya sebuah video seorang oknum guru diduga asyik menonton film porno di dalam kelas ketika sedang mengajar. Parahnya lagi, dia tidak sadar ketika tontonan tak senonoh itu tayang di layar besar proyektor yang terhubung dengan laptopnya.

Dalam video itu terdengar para siswi menjerit histeris sambil memukul-mukul meja sebagai reaksi keterkejutan mereka. “Aduh Bapak. Oh my God. Bapak, jangan gitu!” teriak seorang siswi. Oknum guru tersebut tampak hanya tersenyum, kemudian ada seorang siswa menghampirinya sambil menunjuk video porno di proyektor tersebut. Video tersebut merupakan unggahan akun  Instagram @infia_fact.

Komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Listyarti mengatakan KPAI sangat menyesalkan perilaku guru yang sangat tidak patut dan telah memberikan contoh buruk bagi para siswanya.

“Bagaimana mau menyadarkan anak tentang bahaya pornografi yang saat ini begitu marak, ketika si pendidik sendiri justru kecanduan pornografi,” ungkap Retno dalam rilis yang diterima Kiblat.net, Kamis (07/03/2019).

Retno mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan Kominfo karena sampai saat ini belum diketahui di sekolah mana atau kapan kejadian ini berlangsung.

“KPAI akan  segera berkoordinasi dengan Kemenkominfo yang memiliki alat untuk mendeteksi di mana dan kapan  video tersebut dibuat,” katanya.

Jika lokasi sekolah tersebut sudah diketahui, lanjut Retno, maka KPAI mendorong pihak sekolah dan Dinas Pendidikan setempat untuk  melakukan proses pemeriksaan terhadap guru yang bersangkutan, karena yang bersangkutan abai atau lalai saat mengajar di kelasnya sehingga mengakibatkan peserta didiknya sempat menyaksikan film yang mengandung konten pornografi tersebut.

BACA JUGA  Pelibatan TNI Tangani Terorisme Munculkan Kekhawatiran

“Seharusnya dalam proses pembelajaran tersebut, si guru mengawasi para siswanya ketika sedang mengerjakan tugas di kelas, bukan si guru malah asyik menonton film porno dengan laptopnya di meja guru. Kompetensi pedagogik dan kompetensi kepribadian si guru patut di pertanyakan,” ungkapnya.

Retno juga mengingatkan bahwa bahaya kecanduan pornografi  terhadap anak sangat meresahkan, hal tersebut dikarenakan berpotensi menganggu tumbuh kembang anak, merusak kesehatan mental dan otak anak, yang dapat menyebabkan perubahan kepribadian, gangguan emosi, dan menimbulkan sikap agresif yang memicu anak melakukan tindak pidana seperti pemerkosaan.

“Sebagaimana terjadi di Pringsewu (Lampung Timur) dimana seorang anak usia 15 tahun memperkosa puluhan kali kakak kandungnya yang disabilitas karena kecanduan pornografi dari handphonenya. Ada juga kasus remaja berinisial AZ (17 ) yang  memperkosa siswi Sekolah Dasar HNF (10), perbuatan itu dilatarbelakangi oleh kebiasaan pelaku yang kerap menonton video porno,” paparnya.

Retno juga berpesan agar guru dan orangtua seharusnya menjadi teladan dan model bagi para siswanya untuk menggunakan gadget dengan bijak dan sehat.

“Si guru yang bersangkutan kemungkinan juga memiliki anak, sebagai orangtua seharusnya dia juga teladan atau model bagi anak-anaknya,” pungkasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Rusydan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Tanggapan Dr. Tiar Anwar Bachtiar Tentang Penghapusan Istilah Kafir di Indonesia

KIBLAT.NET- Usulan Nahdlatul Ulama atau NU untuk menghapus istilah kafir bagi non muslim di Indonesia...

Jum'at, 08/03/2019 13:46 0

Amerika

AS Cabut Peraturan Intelijen Harus Laporkan Korban Sipil dalam Serangan Drone

"Langkah ini menghilangkan tuntutan pelaporan yang berlebihan, yang tidak meningkatkan transparansi pemerintah tetapi justru mengalihkan perhatian para spesialis intelijen dari masalah inti mereka," kata seorang pejabat administrasi.

Jum'at, 08/03/2019 10:15 0

Pakistan

Pakistan Intensifkan Kampanye Pelarangan Ormas Islam yang Dituduh “Ekstremis”

India meyebut Pakistan gagal mengekang kelompok-kelompok “militan” yang beroperasi di tanah Pakistan.

Jum'at, 08/03/2019 09:12 0

Irak

Gerilyawan Tak Dikenal Sergap Rombongan Milisi Syiah Al-Hasd Al-Syakbi

Para militan ini merupakan prajurit yang sedang pulang untuk berlibur setelah masa tugasnya selesai. Mereka menuju kota Tuzkurmato di dekat Kirkuk.

Jum'at, 08/03/2019 08:29 0

Suara Pembaca

Ketika Istilah Kafir Diacak-acak

Kata kafir nyatanya memang tidak terlalu terpakai dalam keseharian umat Islam Indonesia ketika berinteraksi dengan orang kafir.

Kamis, 07/03/2019 23:00 0

Irak

HRW: Pemerintah Iraq Tangkap dan Siksa Ratusan Anak yang Dicurigai Anggota ISIS

Sebanyak 19 dari mereka mengaku disiksa dengan cara diestrum, dipukuli dengan tongkat dan lainnya.

Kamis, 07/03/2019 14:40 0

Afrika

Prancis Pantau Gelombang Demonstrasi di Aljazair dengan Penuh Saksama

"Kami tidak tahu apa yang terjadi. (Situasi) sangat eksplosif dan apa pun yang kita katakan dapat menyalakan sekering. Kami harus sangat berhati-hati," kata sumber diplomat Prancis.

Kamis, 07/03/2019 13:50 0

Video News

Kisah Ibu dari Suku Uighur Mencari Anaknya Selama 2 Tahun

KIBLAT.NET- Ainsa’ Ismail, seorang ibu yang anak beserta saudara-saudara terdekatnya ditahan di camp – camp...

Kamis, 07/03/2019 13:07 0

Inggris

Inggris Digegerkan 3 Paket Bom, Dikirim dari Irlandia

"Saat ini tidak ada yang mengindikasikan motivasi, pengirim, ideologi," katanya kepada wartawan pada hari Rabu.

Kamis, 07/03/2019 12:20 0

Timur Tengah

Dukung Demonstran, Veteran Perang Aljazair Desak Presiden Bouteflika Mundur

Para pengunjuk rasa menolak pencalonan kembali Bouteflika dalam pemilihan presiden bulan depan. Bouteflika telah berkuasa sejak 1999.

Kamis, 07/03/2019 11:40 0

Close