... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS Cabut Peraturan Intelijen Harus Laporkan Korban Sipil dalam Serangan Drone

Foto: Ilustrasi drone

KIBLAT.NET, Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Rabu (06/03/2019), menandatangani surat Perintah Eksekutif mencabut pendekatan yang mengharuskan pejabat intelijen AS melaporkan kematian warga sipil dalam serangan drone AS di luar zona perang. Surat perintah ini menghapus peraturan yang dibuat oleh presiden sebelumnya, Barack Obama, yang mengharuskan semua operasi militer AS transparan.

Kantor berita Reuters, Kamis (07/03/2019), mengatakan bahwa tak penolakan atau keributan atas pencabutan. Gedung Putih segera menerbitkan teks Perintah Eksekutif ini.

“Langkah ini menghilangkan tuntutan pelaporan yang berlebihan, yang tidak meningkatkan transparansi pemerintah tetapi justru mengalihkan perhatian para spesialis intelijen dari masalah inti mereka,” kata seorang pejabat administrasi.

Sumber itu menambahkan bahwa pemerintah AS berjanji akan mematuhi undang-undang konflik bersenjata dan berupaya meminimalkan kerugian sipil dalam perang. AS akan mengakui jika jatuhnya korban sipil dalam operasi militer.

Barack Obama meneken kebijakan transparansi korban sipil dalam serangan drone AS pada 2016. Peraturan itu mengharuskan direktur intelijen nasional untuk menerbitkan pada tanggal 1 Mei setiap tahun laporan publik tentang jumlah serangan oleh Amerika Serikat terhadap target militan di luar wilayah konflik.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Ketika Istilah Kafir Diacak-acak

Kata kafir nyatanya memang tidak terlalu terpakai dalam keseharian umat Islam Indonesia ketika berinteraksi dengan orang kafir.

Kamis, 07/03/2019 23:00 0

Indonesia

Temui MUI Pusat, Hayati Berharap Tak Ada Lagi Larangan Bercadar

Mantan dosen IAIN Bukittinggi Hayati Syafri berharap tidak ada lagi larangan bercadar di masyarakat

Kamis, 07/03/2019 18:25 0

Indonesia

Berembus Isu Pendidikan Agama Akan Dihilangkan, Kemenag Membantah

Berembus Isu Pendidikan Agama Akan Dihilangkan, Kemenag Membantah

Kamis, 07/03/2019 18:04 0

Video News

Kisah Ibu dari Suku Uighur Mencari Anaknya Selama 2 Tahun

KIBLAT.NET- Ainsa’ Ismail, seorang ibu yang anak beserta saudara-saudara terdekatnya ditahan di camp – camp...

Kamis, 07/03/2019 13:07 0

Video News

Diusir, Wartawan dan Petugas Keamanan BKN Ribut

KIBLAT.NET, Jakarta – Mantan dosen IAIN Bukittinggi, Hayati Syafri mengajukan banding atas penghentiannya sebagai Aparatur...

Kamis, 07/03/2019 11:03 0

Video News

Dipecat Karena Cadar, Dosen IAIN Bukittinggi Datangi MUI

KIBLAT.NET- Pada Rabu 6 Maret 2019, Hayati Syafri, Dosen IAIN Bukittinggi yang dipecat karena memakai...

Kamis, 07/03/2019 10:38 0

Indonesia

MUI Akan Beri Masukan Terkait RUU P-KS

"Kita sedang menggodok rumusan yang akan disampaikan ke DPR, untuk kemaslahatan umat tentunya," ujar Azizah ditemui di Gedung MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (06/03/2019).

Kamis, 07/03/2019 10:32 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Memilih Jalan Menuju Allah

KIBLAT.NET – Orang-orang yang berjalan menuju Allah dapat merasakan kebahagiaan hidup. Meskipun keadaan mereka sangat...

Kamis, 07/03/2019 09:57 0

Indonesia

KH. Yusnar Yusuf: Hasil Munas NU Bermasalah Karena Dipublikasikan

"Tapi kalau dalam konteks keagamaan, itu (sebutan yang dipakai) tetap kafir. 'Yaa Ayyuhal Kaafiruun' (wahai orang-orang kafir)," tambahnya.

Rabu, 06/03/2019 19:00 0

Indonesia

UBN: Sebutan Kafir Dipermasalahkan dalam Hal Memilih Pemimpin

Dia menambahkan, ketika ada pihak yang merasa terganggu dengan istilah kafir dalam hal itu, maka dia justru melakukan kekerasan ideologi.

Rabu, 06/03/2019 16:46 4

Close