... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Temui MUI Pusat, Hayati Berharap Tak Ada Lagi Larangan Bercadar

Foto: Mantan dosen IAIN Bukittinggi Hayati Syafri

KIBLAT.NET, Jakarta – Mantan dosen IAIN Bukittinggi Hayati Syafri mendatangi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Rabu (06/03/2019), untuk meminta dukungan moril setelah diberhentikan sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Kedatangan Hayati didampingi ke MUI Pusat didampingi lembaga bantuan hukum Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) Indonesia dan bertemu dengan Komisi Perempuan, Remaja dan Kelurga (PRK) serta Komisi Fatwa MUI Pusat.

Dalam pertemuan tertutup itu Hayati menyampaikan permasalahannya sekaligus meminta dukungan moril serta pandangan MUI terhadap kasus yang dihadapinya. Selain itu, Hayati juga berharap MUI secara tegas melarang pelarangan cadar di Indonesia.

“Sangat besar harapan kami kedatangan ini bisa menjadi satu informasi penting bagi ulama kita di MUI, agar kedepanya fatwa mengenai larangan menggunakan cadar itu bisa dikuatkan sehingga tidak ada lagi fenomena larangan bercadar di masyarakat,” ujar Hayati di gedung MUI Pusat, Jalan Pramuka Jakarta Pusat, Rabu (06/03/2019).

Selain melakukan audiensi ke MUI, Hayati dan PAHAM juga mencoba untuk mengunjungi dan melakukan audiensi ke beberapa intansi pemerintahan. Harapannya kejadian yang menimpanya tidak terulang kembali.

“Semoga saja ini merupakan tindakan, dan wujud dari perjuangan kami yang bercadar,” imbuh Hayati

Ketua Komisi Perempuan, Remaja dan Kelurga (PRK), Dr. Hj. Azizah, M.A. mengaku pihaknya mendapatkan sejumlah informasi dan masukan dari Hayati dan PAHAM. Dalam waktu dekat persoalan-persoalan yang disampaikan itu akan didiskusikan dengan anggota MUI yang lain.

BACA JUGA  Hong Kong Memanas, Kementerian Luar Negeri RI Pastikan WNI Aman

“Tadi ada komisi fatwa yang biasa menangani hal yang berkaitan dengan hukum Islam dan kami dari Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga karena terkait permasalahan yang berkaitan juga dengan hak perempuan. Nah, untuk itu kami sudah mendengar tadi dan kami akan membawa ke dalam rapat di komisi nanti,” jelasnya.

Selanjutnya, Azizah mengusahakan MUI untuk memberikan bantuan sesuai kapasitasnya. tak menutup kemungkinan pihaknya juga ingin berperan dalam membantu menyelesaikan persoalan Hayati.

“Tentu sebatas kemampuan dan kapasitas di komisi kami. Dan tadi juga, kami sudah mengarahkan untuk ibu Doktor Hayati bisa membicarakan persoalannya itu ke Komnas Perempuan,” tandas Azizah.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Irak

HRW: Pemerintah Iraq Tangkap dan Siksa Ratusan Anak yang Dicurigai Anggota ISIS

Sebanyak 19 dari mereka mengaku disiksa dengan cara diestrum, dipukuli dengan tongkat dan lainnya.

Kamis, 07/03/2019 14:40 0

Afrika

Prancis Pantau Gelombang Demonstrasi di Aljazair dengan Penuh Saksama

"Kami tidak tahu apa yang terjadi. (Situasi) sangat eksplosif dan apa pun yang kita katakan dapat menyalakan sekering. Kami harus sangat berhati-hati," kata sumber diplomat Prancis.

Kamis, 07/03/2019 13:50 0

Video News

Kisah Ibu dari Suku Uighur Mencari Anaknya Selama 2 Tahun

KIBLAT.NET- Ainsa’ Ismail, seorang ibu yang anak beserta saudara-saudara terdekatnya ditahan di camp – camp...

Kamis, 07/03/2019 13:07 0

Inggris

Inggris Digegerkan 3 Paket Bom, Dikirim dari Irlandia

"Saat ini tidak ada yang mengindikasikan motivasi, pengirim, ideologi," katanya kepada wartawan pada hari Rabu.

Kamis, 07/03/2019 12:20 0

Timur Tengah

Dukung Demonstran, Veteran Perang Aljazair Desak Presiden Bouteflika Mundur

Para pengunjuk rasa menolak pencalonan kembali Bouteflika dalam pemilihan presiden bulan depan. Bouteflika telah berkuasa sejak 1999.

Kamis, 07/03/2019 11:40 0

Afghanistan

Taliban: AS dan Rezim Ghani Membantai Warga dan Menghancurkan Masjid

"Kejahatan tersebut tidak dapat dibenarkan. Membunuh warga sipil, menghancurkan rumah, masjid, dan pasar menunjukkan permusuhan ekstrem terhadap negara dan agama kita," kata Taliban.

Kamis, 07/03/2019 11:09 0

Arab Saudi

Syaikh Salman Al-Audah Kembali Dituntut Hukuman Mati

"Hari ini digelar persidangan rahasia terhada ayah, Syeikh Salman Al-Awda. Ayah tidak dihadirkan dalam sidang kali ini. Saya sudah mengonfirmasi bahwa JPU kembali menuntut hukuman mati sebagai hukuman ta’zir,” tulis Abdullah dalam tweetnya.

Kamis, 07/03/2019 11:06 0

Video News

Diusir, Wartawan dan Petugas Keamanan BKN Ribut

KIBLAT.NET, Jakarta – Mantan dosen IAIN Bukittinggi, Hayati Syafri mengajukan banding atas penghentiannya sebagai Aparatur...

Kamis, 07/03/2019 11:03 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Memilih Jalan Menuju Allah

KIBLAT.NET – Orang-orang yang berjalan menuju Allah dapat merasakan kebahagiaan hidup. Meskipun keadaan mereka sangat...

Kamis, 07/03/2019 09:57 0

Myanmar

Laporan PBB: Sniper Myanmar Tembaki Muslim Rohingya dari Puncak Menara BTS

Sedikitnya 50 pria, wanita dan anak-anak tewas dalam insiden penembakan itu.

Kamis, 07/03/2019 09:41 0

Close