... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Syaikh Salman Al-Audah Kembali Dituntut Hukuman Mati

Foto: Syaikh Salman Audah

KIBLAT.NET, Riyadh – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arab Saudi kembali menuntut hukuman mati kepada Syaikh Salman Al-Audah. Tuntutan itu diajukan dalam sidang lanjutan yang digelar secara rahasia di Riyadh pada Rabu (06/03/2019).

Putra Syaikh Salman, Abdullah Al-Audah, mengungkapkan melalui akun Twitternya, seperti dinukil Arabi21.com, bahwa persidangan ayahnya kembali digelar pada Rabu. JPU meminta hakim menjatuhkan hukuman mati kepada Syaikh Salman sebagai hukuman Ta’zir.

“Hari ini digelar persidangan rahasia terhada ayah, Syeikh Salman Al-Awda. Ayah tidak dihadirkan dalam sidang kali ini. Saya sudah mengonfirmasi bahwa JPU kembali menuntut hukuman mati sebagai hukuman ta’zir,” tulis Abdullah dalam tweetnya.

Ta’zir adalah hukuman yang diberikan kepada pelaku dosa yang tidak diatur dalam hudud atau aturan. Tazir diberlakukan terhadap pelaku dosa sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan sekalipun tidak dijelaskan bentuk hukumannya baik dalam Alquran dan Hadits. Sehingga hal tersebut ditentukan oleh penguasa yang berwenang untuk memberikan hukuman.

Abdullah menjelaskan bahwa tuntutan itu berdasarkan tuduhan terkait tweet syaikh di Twitter, dan aktivitas ilmiah dan dakwahnya. “Saya berdoa semoga Allah membebaskan semua tahanan yang ditahan secara sewenang-wenang,” tutupnya.

Pihak berwenang Saudi menangkap Syaikh Salman Al-Audah pada September 2017 beberapa hari setelah menulis tweet di Twitter. Tulisan itu mendoakan normalisasi hubungan antara Saudi dan Qatar yang saat itu sedang memanas. Tweet itu dinilai mengkritik dan menyinggung pemerintah secara terang-terangan sehingga menyebabkannya dijebloskan ke jeruji besi.

BACA JUGA  Kunjungi Saudi, Putin Perluas Pengaruh di Timur Tengah

Dalam persidangan perdana, Syaikh Salman dituduh melakukan 30 kejahatan yang terkait terorisme. JPU pun menuntut hukuman mati atas tuduhan kejahatan tersebut.

Sumber: Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Diusir, Wartawan dan Petugas Keamanan BKN Ribut

KIBLAT.NET, Jakarta – Mantan dosen IAIN Bukittinggi, Hayati Syafri mengajukan banding atas penghentiannya sebagai Aparatur...

Kamis, 07/03/2019 11:03 0

Video News

Dipecat Karena Cadar, Dosen IAIN Bukittinggi Datangi MUI

KIBLAT.NET- Pada Rabu 6 Maret 2019, Hayati Syafri, Dosen IAIN Bukittinggi yang dipecat karena memakai...

Kamis, 07/03/2019 10:38 0

Indonesia

MUI Akan Beri Masukan Terkait RUU P-KS

"Kita sedang menggodok rumusan yang akan disampaikan ke DPR, untuk kemaslahatan umat tentunya," ujar Azizah ditemui di Gedung MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (06/03/2019).

Kamis, 07/03/2019 10:32 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Memilih Jalan Menuju Allah

KIBLAT.NET – Orang-orang yang berjalan menuju Allah dapat merasakan kebahagiaan hidup. Meskipun keadaan mereka sangat...

Kamis, 07/03/2019 09:57 0

Indonesia

KH. Yusnar Yusuf: Hasil Munas NU Bermasalah Karena Dipublikasikan

"Tapi kalau dalam konteks keagamaan, itu (sebutan yang dipakai) tetap kafir. 'Yaa Ayyuhal Kaafiruun' (wahai orang-orang kafir)," tambahnya.

Rabu, 06/03/2019 19:00 0

Indonesia

UBN: Sebutan Kafir Dipermasalahkan dalam Hal Memilih Pemimpin

Dia menambahkan, ketika ada pihak yang merasa terganggu dengan istilah kafir dalam hal itu, maka dia justru melakukan kekerasan ideologi.

Rabu, 06/03/2019 16:46 4

Indonesia

TGPF Kasus Novel Dibentuk Tapi Belum Ada Perkembangan

"Ketiadaan info, itu adalah perkembangannya," kata Haris, Selasa (05/03/2019) di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

Rabu, 06/03/2019 13:43 0

Video News

Klarifikasi Hayati Syafri, Dosen IAIN Bukittinggi yang Dipecat Karena Cadar

KIBLAT.NET- Sebelumnya, Hayati telah mengajukan banding ke Badan Kepegawaian Negara pada Senin (04/03/2019). Dalam kesempatan...

Rabu, 06/03/2019 12:42 0

Indonesia

Haris Azhar: Jokowi Mestinya Perbaiki Sistem Hukum, Bukan Nambah Penjara

Haris menuturkan apabila reformasi hukum hanya membangun dan menambah tahanan. Maka, hal itu hanya menguntungkan pengusaha semen dan bangunan semata. Sebagaimana pembangunan infrastruktur.

Rabu, 06/03/2019 12:13 0

Artikel

Jejak Taliban: Sekutu Al-Qaidah yang Bernegosiasi dengan Amerika

Penulis: Yasin Muslim   KIBLAT.NET – Akhir Desember 2016, Taliban merilis sebuah video berjudul “Ikatan...

Rabu, 06/03/2019 11:46 0

Close