... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

MUI Akan Beri Masukan Terkait RUU P-KS

Foto: Ketua Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia, Azizah

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia, Azizah mengatakan, MUI tidak serta merta menerima Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS). Pihaknya akan memberi beberapa masukan kepada DPR.

“Kita sedang menggodok rumusan yang akan disampaikan ke DPR, untuk kemaslahatan umat tentunya,” ujar Azizah ditemui di Gedung MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (06/03/2019).

Azizah menjelaskan bahwa saat ini ada 3 komisi yang sedang menggodok masukan untuk RUU P-KS, yaitu komisi fatwa, komisi hukum dan perundang-undangan, dan komisi perempuan remaja dan keluarga.

“Hasil ijtima ulama di Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu salah satunya menghasilkan keputusan bahwa MUI pada dasarnya menerima, tetapi dengan beberapa catatan. Nah, itulah yang sedang kita godok,” ujarnya.

Namun, ia mengakui bahwa diskusi tentang RUU tersebut masih belum final, dan rumusan yang akan disampaikan pun belum rampung. Hanya saja, ia berharap dalam waktu dekat, rumusan itu bisa segera selesai dan disampaikan ke DPR.

Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) menjadi sorotan. Meski telah lama diusulkan, pengesahan RUU ini masif disuarakan menjelang Pemilu 2019. Pihak yang kontra melihat ada sejumlah keganjilan dalam RUU, selain indikasi mengesampingkan nilai-nilai agama aturan baru ini kental ideologi feminis radikal.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Memilih Jalan Menuju Allah

KIBLAT.NET – Orang-orang yang berjalan menuju Allah dapat merasakan kebahagiaan hidup. Meskipun keadaan mereka sangat...

Kamis, 07/03/2019 09:57 0

Myanmar

Laporan PBB: Sniper Myanmar Tembaki Muslim Rohingya dari Puncak Menara BTS

Sedikitnya 50 pria, wanita dan anak-anak tewas dalam insiden penembakan itu.

Kamis, 07/03/2019 09:41 0

Afghanistan

Pemerintah Kabul Was-was dengan Negosiasi Tertutup AS-Taliban

"Kesepakatan AS dengan Taliban mengenai penarikan pasukannya bertentangan dengan norma-norma politik. Bagaimana kesepakatan Anda dengan satu pihak sementara Anda memutuskan yang lain?" imbuh Daoudzai.

Kamis, 07/03/2019 08:51 0

Philipina

UU Otonomi Bangsamoro Disetujui, Militer MILF Akan Dilucuti

Presiden Rodrigo Duterte telah menyetujui usulan untuk menonaktifkan para pejuang Front Pembebasan Islam Moro (MILF).

Rabu, 06/03/2019 17:38 0

Palestina

Tolak Perintah Israel, “Bab Al-Rahmah” di Al-Aqsa Akan Tetap Dibuka

Ketegangan meningkat di Yerusalem sejak warga Palestina membuka Bab al-Rahmah, yang terletak di halaman dekat tembok timur Kota Tua bulan lalu untuk melakukan ibadah shalat.

Rabu, 06/03/2019 15:04 0

Video News

Klarifikasi Hayati Syafri, Dosen IAIN Bukittinggi yang Dipecat Karena Cadar

KIBLAT.NET- Sebelumnya, Hayati telah mengajukan banding ke Badan Kepegawaian Negara pada Senin (04/03/2019). Dalam kesempatan...

Rabu, 06/03/2019 12:42 0

Artikel

Jejak Taliban: Sekutu Al-Qaidah yang Bernegosiasi dengan Amerika

Penulis: Yasin Muslim   KIBLAT.NET – Akhir Desember 2016, Taliban merilis sebuah video berjudul “Ikatan...

Rabu, 06/03/2019 11:46 0

Suriah

Memprihatinkan, Kondisi Ribuan Pengungsi dari Wilayah ISIS di Suriah

"Beberapa keluarga, termasuk mereka yang memiliki bayi, tidur di tempat terbuka dan di bawah selimut tergantung dari pagar, terkena cuaca dingin dan hujan," katanya dalam sebuah pernyataan email.

Rabu, 06/03/2019 10:52 0

Video News

Ust. Bachtiar Nasir: Istilah Kafir Bukan Kekerasan Ideologi

KIBLAT.NET- Ust. Bachtiar Nasir turut memberikan tanggapan tentang wacana penghapusan istilah kafir oleh Nahdlatul Ulama....

Rabu, 06/03/2019 10:31 0

Qatar

Negosiasi AS-Imarah Afghanistan di Doha Berlanjut, AS Klaim Raih Kemajuan Positif

Pembicaraan fokus pada empat masalah yang saling terkait yang akan membentuk dasar dari setiap perjanjian di masa depan untuk mengakhiri perang sejak 2001

Rabu, 06/03/2019 10:14 0

Close