... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Laporan PBB: Sniper Myanmar Tembaki Muslim Rohingya dari Puncak Menara BTS

Foto: Pengungsi Rohingya/ilustrasi

KIBLAT.NET, New York – Laporan PBB baru-baru ini mengungkapkan bahwa penembak jitu (Sniper) pasukan keamanan di Myanmar menggunakan salah satu menara perusahaan telekomunikasi dari Norwegia di negara itu untuk menargetkan dan membunuh sekitar 50 Rohingya pada tahun 2017.

Laporan tersebut tertulis dalam dirilis Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa mengenai situasi di Myanmar yang dipublikasikan di situs web Berita PBB pada Selasa (05/03/2019).

Laporan itu mencatat bahwa sejumlah saksi mata membenarkan sniper militer Myanmar memanjat sebuah menara BTS milik perusahaan telekomunikasi Norwegia Telenor dan menembaki warga Rohingya yang melarikan diri dari pasukan keamanan di desa Alejankiu, negara bagian Arakan, pada Agustus 2017.

“Pasukan keamanan Myanmar menewaskan sedikitnya 50 pria, wanita dan anak-anak di Alejankiu dan menyembunyikan beberapa mayat mereka di pangkalan menara Telenor,” kata Yangui Lee, Pelapor Khusus PBB untuk hak asasi manusia di Myanmar.

Pada Rabu (06/03/2019), Yangui meminta sejumlah aktivis lokal untuk menghentikan operasi perusahaan Norwegia di negara itu setelah publikasi laporan PBB.

Sejak Agustus 2017, kejahatan terhadap minoritas Muslim Rohingya di Arakan oleh tentara Myanmar dan milisi Buddha ekstrim telah menewaskan ribuan warga minoritas muslim Rohingya, menurut sumber lokal dan internasional, dan hampir satu juta telah melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh, menurut PBB.

Sumber: Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

KH. Yusnar Yusuf: Hasil Munas NU Bermasalah Karena Dipublikasikan

"Tapi kalau dalam konteks keagamaan, itu (sebutan yang dipakai) tetap kafir. 'Yaa Ayyuhal Kaafiruun' (wahai orang-orang kafir)," tambahnya.

Rabu, 06/03/2019 19:00 0

Indonesia

UBN: Sebutan Kafir Dipermasalahkan dalam Hal Memilih Pemimpin

Dia menambahkan, ketika ada pihak yang merasa terganggu dengan istilah kafir dalam hal itu, maka dia justru melakukan kekerasan ideologi.

Rabu, 06/03/2019 16:46 3

Indonesia

TGPF Kasus Novel Dibentuk Tapi Belum Ada Perkembangan

"Ketiadaan info, itu adalah perkembangannya," kata Haris, Selasa (05/03/2019) di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

Rabu, 06/03/2019 13:43 0

Video News

Klarifikasi Hayati Syafri, Dosen IAIN Bukittinggi yang Dipecat Karena Cadar

KIBLAT.NET- Sebelumnya, Hayati telah mengajukan banding ke Badan Kepegawaian Negara pada Senin (04/03/2019). Dalam kesempatan...

Rabu, 06/03/2019 12:42 0

Indonesia

Haris Azhar: Jokowi Mestinya Perbaiki Sistem Hukum, Bukan Nambah Penjara

Haris menuturkan apabila reformasi hukum hanya membangun dan menambah tahanan. Maka, hal itu hanya menguntungkan pengusaha semen dan bangunan semata. Sebagaimana pembangunan infrastruktur.

Rabu, 06/03/2019 12:13 0

Artikel

Jejak Taliban: Sekutu Al-Qaidah yang Bernegosiasi dengan Amerika

Penulis: Yasin Muslim   KIBLAT.NET – Akhir Desember 2016, Taliban merilis sebuah video berjudul “Ikatan...

Rabu, 06/03/2019 11:46 0

Video News

Ust. Bachtiar Nasir: Istilah Kafir Bukan Kekerasan Ideologi

KIBLAT.NET- Ust. Bachtiar Nasir turut memberikan tanggapan tentang wacana penghapusan istilah kafir oleh Nahdlatul Ulama....

Rabu, 06/03/2019 10:31 0

Indonesia

Kronologi Baku Tembak Kelompok MIT Ali Kalora dengan Satgas Tinombala

Kronologi Baku Tembak Kelompok MIT Ali Kalora dengan Satgas Tinombala

Selasa, 05/03/2019 16:44 0

Indonesia

Non-Muslim Tak Disebut Kafir, MADINA: Toleransi yang Kebablasan!

Ketua Majelis Dakwah Islam Indonesia (MADINA) Yazid Abdul Alim, Lc mengatakan penggunaan istilah kafir dalam Islam merupakan istilah baku.

Selasa, 05/03/2019 14:00 0

Indonesia

Hayati Ajukan Banding, Kemenag Mengaku Siap Kooperatif

Kasubbag TU dan Humas Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, Nurul Badruttamam mengatakan, pihaknya sangat menghargai langkah Hayati tersebut.

Selasa, 05/03/2019 13:50 1

Close