... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Inggris Digegerkan 3 Paket Bom, Dikirim dari Irlandia

Foto: Sebuah gambar yang dirilis oleh British Metropolitan Police Service di London pada 7 Maret 2019, menunjukkan sebuah alat peledak improvisasi yang dikirim ke The Compass Centre di Bandara Heathrow London. (AFP)

KIBLAT.NET, London – Tiga paket bom ditemukan di dua bandara dan stasiun kereta api utama London. Polisi Inggris, Selasa (05/03/2019), mengatakan belum ada klaim tanggung jawab atas paket yang dikirim dari Irlandia tersebut.

Tidak ada yang terluka oleh perangkat bom. Tapi salah satunya menyebabkan kebakaran kecil di gedung kantor di Bandara Heathrow. Dua lainnya dikirim ke Bandara London City dan stasiun kereta Waterloo, pusat kereta tersibuk di London. Tidak ada perangkat yang menyebabkan gangguan pada layanan.

Dean Haydon, koordinator nasional senior untuk kepolisian anti-terorisme, mengatakan dia tidak bisa memprediksi untuk tujuan apa paket dikirim. Dia menggambarkan bahwa paket itu kecil dan tidak dirancang untuk membunuh.

“Saat ini tidak ada yang mengindikasikan motivasi, pengirim, ideologi,” katanya kepada wartawan pada hari Rabu.

“Kami tidak tahu siapa yang mengirim mereka. Kami saat ini tidak membuat keputusan apakah itu terkait dengan terorisme atau terkait Irlandia Utara,” tambahnya.

Menurut sumber senior pemerintah Eropa, paket-paket itu dikirim dari Republik Irlandia. Layanan kepolisian Irlandia ikut membantu penyelidikan.

Haydon mengatakan kemasan dan perangko pada ketiganya sama. Meskipun perangkat bom itu kecil, pembuatnya mengetahu tentang bagaimana cara membuat bom yang menghancurkan.

“Jadi ada tingkat kecanggihan di dalamnya,” katanya dalam sebuah konferensi keamanan.

Untuk diketahui, konflik atas provinsi Irlandia Utara yang dikuasai Inggris telah merenggut ribuan nyawa dari akhir 1960-an hingga perjanjian damai pada 1998.

BACA JUGA  AS Minta Inggris Pulangkan Militan ISIS untuk Diadili

Sumber: Al-Arabiya
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Diusir, Wartawan dan Petugas Keamanan BKN Ribut

KIBLAT.NET, Jakarta – Mantan dosen IAIN Bukittinggi, Hayati Syafri mengajukan banding atas penghentiannya sebagai Aparatur...

Kamis, 07/03/2019 11:03 0

Video News

Dipecat Karena Cadar, Dosen IAIN Bukittinggi Datangi MUI

KIBLAT.NET- Pada Rabu 6 Maret 2019, Hayati Syafri, Dosen IAIN Bukittinggi yang dipecat karena memakai...

Kamis, 07/03/2019 10:38 0

Indonesia

MUI Akan Beri Masukan Terkait RUU P-KS

"Kita sedang menggodok rumusan yang akan disampaikan ke DPR, untuk kemaslahatan umat tentunya," ujar Azizah ditemui di Gedung MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (06/03/2019).

Kamis, 07/03/2019 10:32 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Memilih Jalan Menuju Allah

KIBLAT.NET – Orang-orang yang berjalan menuju Allah dapat merasakan kebahagiaan hidup. Meskipun keadaan mereka sangat...

Kamis, 07/03/2019 09:57 0

Indonesia

KH. Yusnar Yusuf: Hasil Munas NU Bermasalah Karena Dipublikasikan

"Tapi kalau dalam konteks keagamaan, itu (sebutan yang dipakai) tetap kafir. 'Yaa Ayyuhal Kaafiruun' (wahai orang-orang kafir)," tambahnya.

Rabu, 06/03/2019 19:00 0

Indonesia

UBN: Sebutan Kafir Dipermasalahkan dalam Hal Memilih Pemimpin

Dia menambahkan, ketika ada pihak yang merasa terganggu dengan istilah kafir dalam hal itu, maka dia justru melakukan kekerasan ideologi.

Rabu, 06/03/2019 16:46 3

Indonesia

TGPF Kasus Novel Dibentuk Tapi Belum Ada Perkembangan

"Ketiadaan info, itu adalah perkembangannya," kata Haris, Selasa (05/03/2019) di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

Rabu, 06/03/2019 13:43 0

Video News

Klarifikasi Hayati Syafri, Dosen IAIN Bukittinggi yang Dipecat Karena Cadar

KIBLAT.NET- Sebelumnya, Hayati telah mengajukan banding ke Badan Kepegawaian Negara pada Senin (04/03/2019). Dalam kesempatan...

Rabu, 06/03/2019 12:42 0

Indonesia

Haris Azhar: Jokowi Mestinya Perbaiki Sistem Hukum, Bukan Nambah Penjara

Haris menuturkan apabila reformasi hukum hanya membangun dan menambah tahanan. Maka, hal itu hanya menguntungkan pengusaha semen dan bangunan semata. Sebagaimana pembangunan infrastruktur.

Rabu, 06/03/2019 12:13 0

Artikel

Jejak Taliban: Sekutu Al-Qaidah yang Bernegosiasi dengan Amerika

Penulis: Yasin Muslim   KIBLAT.NET – Akhir Desember 2016, Taliban merilis sebuah video berjudul “Ikatan...

Rabu, 06/03/2019 11:46 0

Close