... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

HRW: Pemerintah Iraq Tangkap dan Siksa Ratusan Anak yang Dicurigai Anggota ISIS

KIBLAT.NET, Baghdad – Organisasi pemantau kemanusiaan internasional, Human Rights Watc (HRW), mengatakan bahwa pemerintah Iraq dan Kurdistan menahan sekitar 1.500 anak di bawah umur karena dicurigai anggota Organisasi Daulah Islamiyah (ISIS).

Menurut HRW dalam laporannya yang dilansir BBC pada Rabu (06/03/2019), anak-anak tersebut ditangkap dengan cara sewenang-wenang dan disiksa untuk mengaku. Data ini dihimpun per-Desember 2018.

HRW mengatakan bahwa pemerintah Iraq mengakui menahan sedikitnya 185 anak yang dituduh terlibat “terorisme”. Mereka divonis hukuman penjara.

Berdasarkan laporan tersebut, pemerintah Iraq biasanya menangkap dan menyiksa anak-anak yang dicurigai anggota ISIS untuk mengaku. Anak-anak tersebut diadili dengan tempo singkat dan tidak berikan hak membela diri.

Pada November 2018, tulis laporan tersebut, HRW berhasil mewawancarai 29 anak yang ditangkap karena dicurigai memiliki hubungan dengan ISIS. Sebanyak 19 dari mereka mengaku disiksa dengan cara diestrum, dipukuli dengan tongkat dan lainnya.

Pemerintah Iraq dan Kurdistan belum berkomentar atas laporan ini. Namun, pemerintah Kurdistan Januari lalu membantah bahwa pihaknya menyiksa anak-anak yang ditangkap terkait ISIS. Anak-anak itu diklaim diperlakukan sebagaimana mestinya, tanpa penyiksaan.

Terkait kondisi di Iraq, HRW mendesak pemerintah Baghdad merevisi undang-undang anti-terorisme di Negara itu. Undang-undang yang berlaku saat ini bertentangan dengan HAM dan undang-undang internasional.

Seperti diketahui, pengadilan Iraq paling mudah menjatuhkan vonis mati terhadap para terdakwa yang dikaitkan dengan aksi “terorisme”. Hal itu juga yang semakin mempertajam ketegangan sektarian antara Sunni-Syiah di Negara tersebut. Pasalnya, undang-undang anti-terorisme kerap digunakan rezim yang dikuasai Syiah untuk menargetkan warga Sunni.

Sumber: BBC
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Kisah Ibu dari Suku Uighur Mencari Anaknya Selama 2 Tahun

KIBLAT.NET- Ainsa’ Ismail, seorang ibu yang anak beserta saudara-saudara terdekatnya ditahan di camp – camp...

Kamis, 07/03/2019 13:07 0

Video News

Diusir, Wartawan dan Petugas Keamanan BKN Ribut

KIBLAT.NET, Jakarta – Mantan dosen IAIN Bukittinggi, Hayati Syafri mengajukan banding atas penghentiannya sebagai Aparatur...

Kamis, 07/03/2019 11:03 0

Video News

Dipecat Karena Cadar, Dosen IAIN Bukittinggi Datangi MUI

KIBLAT.NET- Pada Rabu 6 Maret 2019, Hayati Syafri, Dosen IAIN Bukittinggi yang dipecat karena memakai...

Kamis, 07/03/2019 10:38 0

Indonesia

MUI Akan Beri Masukan Terkait RUU P-KS

"Kita sedang menggodok rumusan yang akan disampaikan ke DPR, untuk kemaslahatan umat tentunya," ujar Azizah ditemui di Gedung MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (06/03/2019).

Kamis, 07/03/2019 10:32 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Memilih Jalan Menuju Allah

KIBLAT.NET – Orang-orang yang berjalan menuju Allah dapat merasakan kebahagiaan hidup. Meskipun keadaan mereka sangat...

Kamis, 07/03/2019 09:57 0

Indonesia

KH. Yusnar Yusuf: Hasil Munas NU Bermasalah Karena Dipublikasikan

"Tapi kalau dalam konteks keagamaan, itu (sebutan yang dipakai) tetap kafir. 'Yaa Ayyuhal Kaafiruun' (wahai orang-orang kafir)," tambahnya.

Rabu, 06/03/2019 19:00 0

Indonesia

UBN: Sebutan Kafir Dipermasalahkan dalam Hal Memilih Pemimpin

Dia menambahkan, ketika ada pihak yang merasa terganggu dengan istilah kafir dalam hal itu, maka dia justru melakukan kekerasan ideologi.

Rabu, 06/03/2019 16:46 3

Indonesia

TGPF Kasus Novel Dibentuk Tapi Belum Ada Perkembangan

"Ketiadaan info, itu adalah perkembangannya," kata Haris, Selasa (05/03/2019) di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

Rabu, 06/03/2019 13:43 0

Video News

Klarifikasi Hayati Syafri, Dosen IAIN Bukittinggi yang Dipecat Karena Cadar

KIBLAT.NET- Sebelumnya, Hayati telah mengajukan banding ke Badan Kepegawaian Negara pada Senin (04/03/2019). Dalam kesempatan...

Rabu, 06/03/2019 12:42 0

Indonesia

Haris Azhar: Jokowi Mestinya Perbaiki Sistem Hukum, Bukan Nambah Penjara

Haris menuturkan apabila reformasi hukum hanya membangun dan menambah tahanan. Maka, hal itu hanya menguntungkan pengusaha semen dan bangunan semata. Sebagaimana pembangunan infrastruktur.

Rabu, 06/03/2019 12:13 0

Close