... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dukung Demonstran, Veteran Perang Aljazair Desak Presiden Bouteflika Mundur

Foto: Demonstran Aljazair desak Presiden Bouteflika mundur

KIBLAT.NET, Aljir – Veteran perang kemerdekaan Aljazair menyuarakan dukungan mereka untuk protes yang menyerukan pengunduran diri Presiden Abdulaziz Bouteflika. Dukungan ini menandai sebuah keretakan yang tumbuh di dalam rezim yang berkuasa.

“Ini adalah tugas masyarakat Aljazair di semua segmennya untuk turun ke jalan,” kata Organisasi Nasional Mujahidin yang diisi para veteran perang -termasuk Bouteflika- pada Selasa (05/03/2019) malam.

Para pengunjuk rasa menolak pencalonan kembali Bouteflika dalam pemilihan presiden bulan depan. Bouteflika telah berkuasa sejak 1999. Dua cabang serikat buruh Aljazair yang kuat, UGTA, yang mewakili puluhan ribu pekerja, juga menentang rencana pemilihan ulang.

“Para anggota tidak menginginkan sistem yang terkait dengan oligarki,” kata cabang Rouiba dan Reghaia, dua pinggiran industri besar Aljir dalam sebuah pernyataan, merujuk pada hubungan dekat antara Bouteflika dan para taipan bisnis.

Puluhan ribu orang telah berdemonstrasi di kota-kota di sekitar Aljazair dalam protes terbesar sejak “Musim Semi Arab” 2011. Mereka menuntut agar Bouteflika (82) tidak ikut dalam dalam pemilihan yang dijadwalkan 18 April.

Pihak berwenang mengerahkan personelnya di ibukota Aljazair dengan meriam air, sehari setelah ribuan siswa berdemonstrasi menentang upaya pemilihan ulang Bouteflika.

Meskipun kota tetap tenang, pasukan keamanan bersiap untuk protes lebih lanjut pada hari Jumat. Para demonstran telah bersumpah untuk turun ke jalan sampai presiden mengundurkan diri.

BACA JUGA  UEA: Abu Dhabi dan Riyadh "Satu Parit" dalam Hadapi Setiap Ancaman

Setengah lusin van polisi dan meriam air dikerahkan di dekat kantor pos pusat Aljir. Polisi juga menerjunkan personel di Place Audin di dekatnya untuk menghadapi ribuan demonstran yang mulai bergerak sejak 22 Februari.

Bouteflika, yang menderita stroke pada 2013 dan jarang terlihat di depan umum. Dia telah berada di Swiss sejak 24 Februari untuk menjalani “tes medis rutin”.

Bouteflika berjanji jika memenangkan pemilihan bulan April, ia akan menyelenggarakan “konferensi nasional” untuk menetapkan tanggal pemilihan lebih yang tidak diikutinya.

Tetapi orang-orang Aljazair yang lelah dengan pemerintahannya selama dua dekade menolak janjinya dan menyebutnya sebagai penghinaan.

Di Paris, Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian mengatakan bahwa Prancis memperhatikan situasi di negara bekas jajahannya dengan ketat.

Sumber: Aawsat
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Diusir, Wartawan dan Petugas Keamanan BKN Ribut

KIBLAT.NET, Jakarta – Mantan dosen IAIN Bukittinggi, Hayati Syafri mengajukan banding atas penghentiannya sebagai Aparatur...

Kamis, 07/03/2019 11:03 0

Video News

Dipecat Karena Cadar, Dosen IAIN Bukittinggi Datangi MUI

KIBLAT.NET- Pada Rabu 6 Maret 2019, Hayati Syafri, Dosen IAIN Bukittinggi yang dipecat karena memakai...

Kamis, 07/03/2019 10:38 0

Indonesia

MUI Akan Beri Masukan Terkait RUU P-KS

"Kita sedang menggodok rumusan yang akan disampaikan ke DPR, untuk kemaslahatan umat tentunya," ujar Azizah ditemui di Gedung MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (06/03/2019).

Kamis, 07/03/2019 10:32 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Memilih Jalan Menuju Allah

KIBLAT.NET – Orang-orang yang berjalan menuju Allah dapat merasakan kebahagiaan hidup. Meskipun keadaan mereka sangat...

Kamis, 07/03/2019 09:57 0

Indonesia

KH. Yusnar Yusuf: Hasil Munas NU Bermasalah Karena Dipublikasikan

"Tapi kalau dalam konteks keagamaan, itu (sebutan yang dipakai) tetap kafir. 'Yaa Ayyuhal Kaafiruun' (wahai orang-orang kafir)," tambahnya.

Rabu, 06/03/2019 19:00 0

Indonesia

UBN: Sebutan Kafir Dipermasalahkan dalam Hal Memilih Pemimpin

Dia menambahkan, ketika ada pihak yang merasa terganggu dengan istilah kafir dalam hal itu, maka dia justru melakukan kekerasan ideologi.

Rabu, 06/03/2019 16:46 3

Indonesia

TGPF Kasus Novel Dibentuk Tapi Belum Ada Perkembangan

"Ketiadaan info, itu adalah perkembangannya," kata Haris, Selasa (05/03/2019) di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

Rabu, 06/03/2019 13:43 0

Video News

Klarifikasi Hayati Syafri, Dosen IAIN Bukittinggi yang Dipecat Karena Cadar

KIBLAT.NET- Sebelumnya, Hayati telah mengajukan banding ke Badan Kepegawaian Negara pada Senin (04/03/2019). Dalam kesempatan...

Rabu, 06/03/2019 12:42 0

Indonesia

Haris Azhar: Jokowi Mestinya Perbaiki Sistem Hukum, Bukan Nambah Penjara

Haris menuturkan apabila reformasi hukum hanya membangun dan menambah tahanan. Maka, hal itu hanya menguntungkan pengusaha semen dan bangunan semata. Sebagaimana pembangunan infrastruktur.

Rabu, 06/03/2019 12:13 0

Artikel

Jejak Taliban: Sekutu Al-Qaidah yang Bernegosiasi dengan Amerika

Penulis: Yasin Muslim   KIBLAT.NET – Akhir Desember 2016, Taliban merilis sebuah video berjudul “Ikatan...

Rabu, 06/03/2019 11:46 0

Close