... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

UU Otonomi Bangsamoro Disetujui, Militer MILF Akan Dilucuti

Foto: Anggota Front Pembebasan Islam Moro (MILF).

KIBLAT.NET, Manila – Presiden Rodrigo Duterte telah menyetujui usulan untuk menonaktifkan para pejuang Front Pembebasan Islam Moro (MILF). Usulan itu telah disahkan dalam rapat kabinet Senin lalu.

“Kepala eksekutif dalam pertemuan kabinet yang sama menyetujui usulan eksekutif mengenai penerapan lampiran normalisasi berdasarkan Perjanjian Komprehensif tentang Bangsamoro antara pemerintah Filipina dan Front Pembebasan Islam Moro,” kata juru bicara kepresidenan Salvador Panelo dalam konferensi pers, Selasa (05/03/2019).

Panelo mengatakan, persetujuan itu akan meningkatkan upaya perdamaian Mindanao, di mana pembangunan terhambat di daerah-daerah yang terkena dampak konflik.

“Apa pun yang berkontribusi terhadap tujuan perdamaian di tempat itu, kami akan melakukannya,” kata juru bicara kepresidenan.

Salah satu dari empat lampiran perjanjian Bangsamoro 2014, berisi langkah-langkah penonaktifan angkatan bersenjata MILF. Tiga lampiran lain dari perjanjian tersebut adalah pembagian kekuasaan, modalitas transisional, dan pendapatan dan pembagian kekayaan.

Perjanjian normalisasi untuk mengarahkan masyarakat agar mencapai kualitas hidup yang mereka inginkan, dengan mendapatkan mata pencaharian berkelanjutan dan partisipasi politik yang damai.

Dari sini, MILF harus bersedia menonaktifkan pejuang mereka. Para pejuang MILF nantinya akan beralih ke kehidupan sipil yang produktif.

Pemerintah dan MILF juga akan menyusun rencana untuk membubarkan kelompok-kelompok bersenjata swasta dan untuk mengintensifkan upaya-upaya pembangunan internal.

Lampiran itu juga meminta pemerintah dan MILF untuk membuat program keadilan transisi untuk menangani keluhan resmi masyarakat Bangsamoro, memperbaiki “ketidakadilan historis” dan mengatasi pelanggaran HAM.

BACA JUGA  Waktunya Tiba, Pejuang Bangsamoro Serahkan Senjata ke Pemerintah Filipina

Perjanjian damai 2014 adalah dasar dari Undang-Undang Organik Bangsamoro (BOL), yang membentuk daerah otonom baru dengan bagian yang lebih besar dalam sumber daya pemerintah nasional.

Anggota Otoritas Transisi Bangsamoro mengambil alih kepemimpinan atas wilayah baru 26 Februari lalu dan akan berfungsi sebagai pemerintah daerah sementara sampai 30 Juni 2022.

Sumber: Philstar
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

UBN: Sebutan Kafir Dipermasalahkan dalam Hal Memilih Pemimpin

Dia menambahkan, ketika ada pihak yang merasa terganggu dengan istilah kafir dalam hal itu, maka dia justru melakukan kekerasan ideologi.

Rabu, 06/03/2019 16:46 3

Indonesia

TGPF Kasus Novel Dibentuk Tapi Belum Ada Perkembangan

"Ketiadaan info, itu adalah perkembangannya," kata Haris, Selasa (05/03/2019) di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

Rabu, 06/03/2019 13:43 0

Video News

Klarifikasi Hayati Syafri, Dosen IAIN Bukittinggi yang Dipecat Karena Cadar

KIBLAT.NET- Sebelumnya, Hayati telah mengajukan banding ke Badan Kepegawaian Negara pada Senin (04/03/2019). Dalam kesempatan...

Rabu, 06/03/2019 12:42 0

Indonesia

Haris Azhar: Jokowi Mestinya Perbaiki Sistem Hukum, Bukan Nambah Penjara

Haris menuturkan apabila reformasi hukum hanya membangun dan menambah tahanan. Maka, hal itu hanya menguntungkan pengusaha semen dan bangunan semata. Sebagaimana pembangunan infrastruktur.

Rabu, 06/03/2019 12:13 0

Artikel

Jejak Taliban: Sekutu Al-Qaidah yang Bernegosiasi dengan Amerika

Penulis: Yasin Muslim   KIBLAT.NET – Akhir Desember 2016, Taliban merilis sebuah video berjudul “Ikatan...

Rabu, 06/03/2019 11:46 0

Video News

Ust. Bachtiar Nasir: Istilah Kafir Bukan Kekerasan Ideologi

KIBLAT.NET- Ust. Bachtiar Nasir turut memberikan tanggapan tentang wacana penghapusan istilah kafir oleh Nahdlatul Ulama....

Rabu, 06/03/2019 10:31 0

Indonesia

Kronologi Baku Tembak Kelompok MIT Ali Kalora dengan Satgas Tinombala

Kronologi Baku Tembak Kelompok MIT Ali Kalora dengan Satgas Tinombala

Selasa, 05/03/2019 16:44 0

Indonesia

Non-Muslim Tak Disebut Kafir, MADINA: Toleransi yang Kebablasan!

Ketua Majelis Dakwah Islam Indonesia (MADINA) Yazid Abdul Alim, Lc mengatakan penggunaan istilah kafir dalam Islam merupakan istilah baku.

Selasa, 05/03/2019 14:00 0

Indonesia

Hayati Ajukan Banding, Kemenag Mengaku Siap Kooperatif

Kasubbag TU dan Humas Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, Nurul Badruttamam mengatakan, pihaknya sangat menghargai langkah Hayati tersebut.

Selasa, 05/03/2019 13:50 1

Artikel

Perang Air antara Sri Mulyani dan Anis Baswedan

Di tengah riuhnya kontestasi pilpres dan perhatian publik yang tersita persoalan pilpres, sedang terjadi perang senyap antara Sri Mulyani dan Anis Baswedan. Perang air yang menguasai hajat hidup orang banyak.

Selasa, 05/03/2019 11:37 0

Close