... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pakistan Tangkap Dua Kerabat Pemimpin Jaish-e-Muhammad

Foto: Militer Pakistan

KIBLAT.NET, Islambad – Departemen Dalam Negeri Pakistan, Selasa (05/03/2019), mengumumkan dua kerabat pemimpin kelompok jihadis Jaish-e-Muhammad (JM), Mas’ud Adzhar. Penangkapan ini bagian dari kampanye penangkapan pemerintah Islamabad menargetkan kelompok-kelompok yang dianggap ekstremis.

Melalui pernyataan jubirnya, Depdagri Pakistan mengatakan seperti dilansir Reuters bahwa pihakny menangkap 44 orang yang diduga terkait dengan sejumlah kelompok-kelompok “ekstremis”. Mereka ditempatkan di tahanan preventif.

“Dua dari mereka kerabat Mas’ud Adzhar, yaitu Abdurrauf dan Hamad Adzhar,” kata pernyataan Depdagri Pakistan.

Kampanye penangkapan ini terjadi setelah Pakistan mendapat tekanan internasional untuk mengatasi kelompok-kelompok yang melancarkan serangan terhadap India, termasuk JM. Tekanan itu menyusul saling bergantian meluncurkan serangan udara antara Pakistan dan India.

Islamabad dan New Delhi tegang pasca serangan mematikan yang menewaskan 40 pasukan khusus India di Kahsmir di bagian India. JM bertanggung jawab atas serangan tersebut.

JM merupakan kelompok jihadis di Kahsmir untuk melawan pemerintah India. Sebelum mendirikan JM, Mas’ud Adzhar disebut-sebut mendapat pelatihan militer dari Taliban Afghanistan. Latar belakang berdirinya kelompok ini untuk melawan penindasan dan diskriminasi terhadap warga muslim di Kashmir di wilayah India.

Wakil Mendagri Pakistan, Syahriar Afridi, mengatakan bahwa sebagian yang ditangkap namanya masuk dalam daftar nama yang diserahkan pemerintah India. New Delhi menyerahkan nama-nama yang dituduh terlibat JM ke Islambad untuk ditindak.

BACA JUGA  Polisi India Tangkap Puluhan Anak Kashmir

Namun Depdagri berkilah bahwa kampanye penangkapan itu atas permintaan India. Penangkapan ini sebagai langka preventif untuk meredakan ketegangan.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kronologi Baku Tembak Kelompok MIT Ali Kalora dengan Satgas Tinombala

Kronologi Baku Tembak Kelompok MIT Ali Kalora dengan Satgas Tinombala

Selasa, 05/03/2019 16:44 0

Indonesia

Non-Muslim Tak Disebut Kafir, MADINA: Toleransi yang Kebablasan!

Ketua Majelis Dakwah Islam Indonesia (MADINA) Yazid Abdul Alim, Lc mengatakan penggunaan istilah kafir dalam Islam merupakan istilah baku.

Selasa, 05/03/2019 14:00 0

Indonesia

Hayati Ajukan Banding, Kemenag Mengaku Siap Kooperatif

Kasubbag TU dan Humas Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, Nurul Badruttamam mengatakan, pihaknya sangat menghargai langkah Hayati tersebut.

Selasa, 05/03/2019 13:50 1

Artikel

Perang Air antara Sri Mulyani dan Anis Baswedan

Di tengah riuhnya kontestasi pilpres dan perhatian publik yang tersita persoalan pilpres, sedang terjadi perang senyap antara Sri Mulyani dan Anis Baswedan. Perang air yang menguasai hajat hidup orang banyak.

Selasa, 05/03/2019 11:37 0

Opini

Kafir atau Non-Muslim, Siapa yang Gelisah?

Penulis: Athian Ali M. Da’i [Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI)]   Bak petir pada...

Selasa, 05/03/2019 10:40 0

Indonesia

Sebelum IA-CEPA Diteken Neraca Perdagangan Indonesia atas Australia Defisit USD3 Miliar

Neraca perdagangan Indonesia atas Australia pada 2018 defisit USD3 Miliar

Senin, 04/03/2019 21:43 0

Indonesia

Petugas Keamanan BKN Usir Wartawan Saat Liput Pengaduan Mantan Dosen Bercadar

Petugas Keamanan BKN Usir Wartawan Saat Liput Pengaduan Mantan Dosen Becadar

Senin, 04/03/2019 21:10 1

Indonesia

Perjanjian Ekonomi IA-CEPA Tunggu Ratifikasi DPR

Sebelum Resmi, Perjanjian Ekonomi IA-CEPA Tunggu Ratifikasi DPR

Senin, 04/03/2019 20:34 0

Indonesia

Pendidikan Jadi Sektor Penting Lahan Investasi Australia di Indonesia

“Pemerintah mendorong para pelaku usaha untuk berinvestasi dalam sektor-sektor penting tersebut karena IA-CEPA memberikan akses dan kepastian investasi yang lebih baik," tutur Enggar.

Senin, 04/03/2019 19:54 0

Indonesia

Tengku Zulkarnain: Sebutan Kafir Bukan Ujaran Kebencian

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain ikut angkat suara terkait sebutan non-muslim sebagai pengganti istilah kafir yang ditetapkan dalam Munas PBNU.

Senin, 04/03/2019 19:25 0

Close