... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Negosiasi AS-Imarah Afghanistan di Doha Berlanjut, AS Klaim Raih Kemajuan Positif

Foto: Delegasi Taliban dalam perundingan sebelumnya

KIBLAT.NET, Doha – Departemen Luar Negeri AS mengkonfirmasi, Selasa (05/03/2019), bahwa pembicaraan damai yang sedang berlangsung di Qatar antara Amerika Serikat dan Imarah Islam Afghanistan (Taliban) membuat “kemajuan” tetapi masih banyak yang harus dilakukan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan dia secara pribadi akan berpartisipasi dalam putaran pembicaraan kelima ini selama kunjungannya Qatar, tanpa rincian lebih lanjut.

Utusan AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, pada 25 Februari di Doha memulai kembali perundingan damai dengan Taliban.

Juru bicara Departemen Luar Negeri, Robert Paladino, mengatakan dalam konferensi pers di Washington, meskipun negosiasi sempat ditangguhkan selama dua hari akhir pekan lalu, negosiasi masih berlanjut “setiap hari dan kemajuan telah dibuat.”

Di sisi lain, juru bicara Taliban mengatakan pada Ahad lalu bahwa negosiasi sedang berlangsung “dengan sengat hati-hati.”

Menurut Departemen Luar Negeri, pembicaraan fokus pada empat masalah yang saling terkait yang akan membentuk dasar dari setiap perjanjian di masa depan untuk mengakhiri perang sejak 2001. Empat hal itu adalah kontra-terorisme, penarikan pasukan AS, dialog antarsesama orang Afghanistan (pemerintah Kabul) dan gencatan senjata.

“Masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, dan kami ingin memberi semua pihak waktu untuk mengerjakan masalah ini,” tambah Paladino.

Zalmay Khalilzad awalnya dijadwalkan untuk kembali ke Washington pada 28 Februari, tetapi negosiasi yang molor memaksanya untuk tetap di Doha.

BACA JUGA  Taliban Bantah Tuduhan PBB terkait Angka Korban Sipil di Kabul

Mengomentari kelanjutan negosiasi, Paladino mengatakan, “Saya tidak akan mengatakan sejauh ini bahwa waktu tidak terbatas, tetapi itu adalah sifat diplomasi: ada peluang yang muncul dan beradaptasi dengan mereka.”

Ia juga menolak mengatakan kapan perundingan akan diikuti oleh pemerintah Afghanistan. Seperti diketahui, Taliban menolak keras keterlibatan pemerintah Kabul dalam negosiasi di fase ini. Sementara AS ingin Taliban negosiasi dengan pemerintahan bonekanya itu.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kronologi Baku Tembak Kelompok MIT Ali Kalora dengan Satgas Tinombala

Kronologi Baku Tembak Kelompok MIT Ali Kalora dengan Satgas Tinombala

Selasa, 05/03/2019 16:44 0

Indonesia

Non-Muslim Tak Disebut Kafir, MADINA: Toleransi yang Kebablasan!

Ketua Majelis Dakwah Islam Indonesia (MADINA) Yazid Abdul Alim, Lc mengatakan penggunaan istilah kafir dalam Islam merupakan istilah baku.

Selasa, 05/03/2019 14:00 0

Indonesia

Hayati Ajukan Banding, Kemenag Mengaku Siap Kooperatif

Kasubbag TU dan Humas Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, Nurul Badruttamam mengatakan, pihaknya sangat menghargai langkah Hayati tersebut.

Selasa, 05/03/2019 13:50 1

Artikel

Perang Air antara Sri Mulyani dan Anis Baswedan

Di tengah riuhnya kontestasi pilpres dan perhatian publik yang tersita persoalan pilpres, sedang terjadi perang senyap antara Sri Mulyani dan Anis Baswedan. Perang air yang menguasai hajat hidup orang banyak.

Selasa, 05/03/2019 11:37 0

Opini

Kafir atau Non-Muslim, Siapa yang Gelisah?

Penulis: Athian Ali M. Da’i [Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI)]   Bak petir pada...

Selasa, 05/03/2019 10:40 0

Indonesia

Sebelum IA-CEPA Diteken Neraca Perdagangan Indonesia atas Australia Defisit USD3 Miliar

Neraca perdagangan Indonesia atas Australia pada 2018 defisit USD3 Miliar

Senin, 04/03/2019 21:43 0

Indonesia

Petugas Keamanan BKN Usir Wartawan Saat Liput Pengaduan Mantan Dosen Bercadar

Petugas Keamanan BKN Usir Wartawan Saat Liput Pengaduan Mantan Dosen Becadar

Senin, 04/03/2019 21:10 1

Indonesia

Perjanjian Ekonomi IA-CEPA Tunggu Ratifikasi DPR

Sebelum Resmi, Perjanjian Ekonomi IA-CEPA Tunggu Ratifikasi DPR

Senin, 04/03/2019 20:34 0

Indonesia

Pendidikan Jadi Sektor Penting Lahan Investasi Australia di Indonesia

“Pemerintah mendorong para pelaku usaha untuk berinvestasi dalam sektor-sektor penting tersebut karena IA-CEPA memberikan akses dan kepastian investasi yang lebih baik," tutur Enggar.

Senin, 04/03/2019 19:54 0

Indonesia

Tengku Zulkarnain: Sebutan Kafir Bukan Ujaran Kebencian

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain ikut angkat suara terkait sebutan non-muslim sebagai pengganti istilah kafir yang ditetapkan dalam Munas PBNU.

Senin, 04/03/2019 19:25 0

Close